Minggu, 23 Sep 2018
radarjember
icon featured
Ekonomi Bisnis

Jamin Harga Gula Stabil

Senin, 14 May 2018 17:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

Gula pasir, PG Semboro,

Kabar gembira datang dari Semboro. Ketersediaan gula pasir nasional dipastikan aman, meski tidak lama permintaan pasar meningkat selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri. Sebab, beberapa pabrik gula milik PTPN XI sudah mulai giling tebu.

General Manager PG Semboro Agus Setiono saat membuka selamatan giling tebu 2018, Sabtu (12/5) kemarin, menegaskan, pihaknya optimistis mampu menggiling sekitar 861.182 ton tebu, yang diyakini mampu menghasilkan total 66 ribu ton gula.

Katanya, pabrik yang dikelolanya memiliki kapasitas giling rata-rata 7 ribu ton tebu setiap hari. Sehingga, diperkirakan selama 130 hari penggilingan tebu sudah bisa dituntaskan. “Kami optimistis harga gula pasir bisa tetap stabil karena stok gula aman,” tuturnya.

Keyakinan Agus tak lain karena kesiapan mesin pabrik dan bagian tanaman yang sudah melakukan pemetaan kematangan tebu. “Kami dan petani tinggal berdoa, supaya iklim bisa bersahabat,” ujarnya.

Direktur Utama PTPN XI Gede Meivera Andjana Putra, saat mengunjungi PG Semboro, juga meyakini 2018 tahunnya rendemen tebu. Bahkan, dia sangat meyakini, rendemen tebu di tahun ini rata-rata bisa tembus angka 8 persen ke atas.

Sedangkan Direktur Operasional PTPN XI Daniyanto mengatakan, pihaknya sudah memasang target giling tebu hingga 5 juta ton. Angka tersebut naik 0,8 juta ton dibanding tahun lalu sebanyak 4,2 juta ton. “Tahun lalu, penyebab rendahnya giling tebu karena kondisi cuaca yang buruk. Sehingga produktivitas tanaman tebu tidak maksimal,” ungkapnya.

Semisal target giling 5 juta ton dan rendemen rata-rata sampai 8 persen, maka PTPN XI bakal mampu menyumbangkan tebu pasir sampai 400 ribu ton. Angka tersebut belum termasuk produksi gula dari pabrik di luar PTPN XI. “Kami optimististis target bisa terpenuhi dengan baik,” katanya.

Dia menerangkan, dari total pasokan tebu ke PTPN XI, 80 persen dari tebu rakyat. Sisanya, 20 persen dihasilkan dari kebun tebu sendiri yang dikembangkan oleh perseroan. “Harga gula pasti stabil, karena ada harga pokok produksi (HPP) tebu tidak murah," yakinnya. 

(jr/rul/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia