Minggu, 19 Aug 2018
radarjember
icon-featured
Spotlight
Hiburan Malam di Jember

Bisa Pesan Cewek Sexy...

Selasa, 05 Dec 2017 08:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

hiburan malam jember, Radar Jember,

(Heru Putranto/Radar Jember)

Seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Itulah gambaran tumbuh suburnya tempat hiburan malam di Kabupaten Jember. Konon, untuk Tapal Kuda, Jember menjadi kiblat kemajuan rumah hiburan. Mulai dari tempat berkedok bernyanyi keluarga, diskotik, hingga soal esek-esek pun menjadi bumbu yang cukup membuat dunia gemerlap di Jember semakin mengkilap.

Dentum suara musik mengentak cukup keras di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Kaliwates ini. Semakin malam malah semakin keras dengan musik yang berirama yang semakin cepat. Begitu juga dengan pengunjung yang semakin memenuhi ruangan yang cukup luas itu, semakin berjingkrak lepas menikmati musik. Padahal, jam sudah menunjukkan dini hari.

Begitu juga dengan yang tampil di atas panggung. Jika sore hari panggung hanya dihibur band yang menampilkan lagu kekinian. Kini diganti dengan penampilan seorang DJ dengan house music-nya yang semakin nge-beat. Bahkan saking kerasnya musik membuat yang ingin mengobrol pun harus mendekatkan telinganya ke mulut lawan bicara.

Yang semakin membuat hot adalah berbagai minuman beralkohol yang tersaji di semua meja. Mulai dari minol ringan seperti bir hingga minol dengan kadar alkohol yang tinggi pun tersaji. Tentu, dunia gemerlap ini tidak akan lengkap tanpa hadirnya perempuan-perempuan cantik yang mendampingi menghabiskan malam itu. Semua seperti larut dalam kenikmatan malam.

Itu hanya sekelumit kenyataan yang terpampang jelas di dunia hiburan yang ada di Jember. Namun, di balik itu, banyak sekali cerita yang selama ini tidak terungkap. Bukan hanya di bar atau diskotik saja dengan sajian seperti itu. Namun hampir di semua tempat hiburan malam. Termasuk yang berkedok rumah bernyanyi keluarga yang tidak akan lepas dari minuman beralkohol dan LC (lady companion atau lady escort). 

Meskipun semua tempat hiburan malam tidak menyediakan LC tersebut, namun mereka bisa memberikan jika ada pengunjung atau tamu yang memesan. “Kalau butuh perempuan pendamping bernyanyi bisa kami carikan,” ucap pegawai salah satu tempat hiburan malam di kawasan jalan protokol Jember ini. 

Bahkan, di sejumlah lokasi, pengunjung bisa memilih LC yang akan digunakan untuk bernyanyi. Biasanya, mereka menunjukkan sejumlah koleksi foto perempuan-perempuan cantik. Rata-rata berusia 18-24 tahunan. Harga untuk mendampingi para lelaki yang butuh hiburan ini pun biasanya sama yakni Rp 100 ribu per jamnya.

Jika sudah memesan, tidak butuh waktu lama, perempuan cantik dengan pakaian yang serba minim pun masuk ke ruangan rumah bernyanyi keluarga. Mereka pun seperti menjadi pelayan yang dibutuhkan pengunjung. Mulai dari memesan minuman, memilihkan lagu, hingga mendampingi bernyanyi lagu yang dipilih. 

Suasana akan semakin panas jika lagu yang dipilih adalah lagu dangdut. Mereka pun menari layaknya penyanyi dangdut di panggung. Jika sudah semakin menghangat, biasanya langsung terjadi hal-hal di luar kendali. Meraba, memeluk, dan mencium para LC ini pun seperti hal yang lumrah dilakukan di tempat hiburan. Bukan tidak mungkin aksi mencari hiburan malam ini pun akan berlanjut hingga ke urusan ranjang. 

Tetapi, untuk hal ini biasanya sudah di luar kewenangan dari pegawai rumah bernyanyi. “Kalau mau BO (booking order alias dipakai) langsung ke anaknya biasanya,” tutur Handi (bukan nama sebenarnya). Dirinya pun tidak berani mengungkapkan secara gamblang apakah perempuan mana yang bisa di-BO tersebut. Biasanya tergantung nego langsung kepada yang bersangkutan.

Namun, rata-rata untuk sekelas LC menggunakan tarif yang bisa dikatakan cukup mahal. Bahkan banderolnya bisa sampai Rp 1-2 juta untuk sekali kencan di hotel. Namun, tidak sedikit pula yang banting harga hingga hanya Rp 500 ribu per malamnya. Hal ini pun tergantung dari masing-masing individu yang menawarnya langsung. 

Meskipun demikian, tidak semua LC ini mau diajak berkencan. Bahkan banyak dari mereka yang tegas menolak diajak berkencan. Biasanya mereka memilih tamu yang akan didampingi. Jika tidak benar-benar kenal maka tidak akan mau mendampingi bahkan untuk bernyanyi. “Kadang banyak yang resek sih, sampai minta tidur,” ucap Hani (bukan nama sebenarnya), salah satu LC di tempat hiburan malam itu. 

Dirinya mengaku menjadi LC dilakukannya hanya untuk mengisi waktu saja. Pasalnya, dirinya mengaku bosan jika hanya berada di kosan atau di rumah. Mereka mengaku membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-harinya. “Lumayan, dalam semalam bisa mendapatkan Rp 500 ribu hanya mendampingi menyanyi,” ucapnya.

Kebetulan sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Jember. Sehingga mereka mengaku masih memiliki masa depan dan tidak ingin terjerumus terlalu jauh dari dunia malam yang kini digelutinya.

(jr/ram/was/rul/lin/gus/das/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia