Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Mobil Aktivis Lingkungan Dibakar

Rabu, 09 Aug 2017 20:50 | editor : Dzikri Abdi Setia

TERBAKAR: Mobil CRV milik Arsyad, aktifis lingkungan yang dibakar orang tak dikenal dinihari, kemarin. Diduga pembakaran ini terkait aktivitasnya melindungi lingkungan.

TERBAKAR: Mobil CRV milik Arsyad, aktifis lingkungan yang dibakar orang tak dikenal dinihari, kemarin. Diduga pembakaran ini terkait aktivitasnya melindungi lingkungan. (QOMARUDDIN HARAHAP / RAME)

TEMPEH – Teror pada aktivis lingkungan kembali terjadi. Kali ini tak main fisik lagi, melainkan membakar rumah yang menjadi tempat tinggal keluarga aktivis tersebut. Mobil yang terparkir di bagasi rumahnya dibakar orang tidak dikenal. Dugaan sementara hal itu dilakuan orang yang tidak suka dengan aktivitasnya sebagai penolak pertambangan di Lumajang.

Arsyad, Aktifis Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) kali ini yang menjadi sasaran oknum yang ingin merusak lingkungan. Dia memang dikenal sebagai aktivis yang tidak pernah jera menolak perusakan lingkungan.

Kejadian itu menurut dia terjadi sekitar pukul 00.30 di rumahnya di Desa Tempeh Tengah, Tempeh. Saat itu, mobil berplat DK 47 B tersebut tengah terpakir di garasi rumahnya. 

Mobil tersebut memang tidak digunakan selama tiga hari terakhir. Untung warga yang ada di sekitar lokasi kejadian tanggap dengan hal itu. Sehingga api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menjalar ke sisi dalam rumah. “Warga sekitar langsung memadamkan, untung tangki mobil tidak sampai meledak,” katanya.

Mobil CRV tersebut terbakar pada bagian belakang, keterangan para saksi pelaku terlebih dahulu memecah kaca mobil belakang sebelah kiri. Kemudian pelaku menyiramkan bensin ke jok mobil dan membakar bagian mobil. 

Setelah api berhasil dipadamkan, warga sekitar menemukan jeriken oli yang diduga digukan pelaku untuk menyiramkan bensin ke mobil tersebut. “Jelas ini disengaja oleh orang yang tidak suka dengan saya,” jelasnya.

Arsyad mengakui belakangan ini pihaknya cukup getol menyuarakan hal itu. Bahkan sebelum mobilnya terbakar, dua orang saudaranya yang ikut memperjuangkan lingkungan juga mendapatkan teror pembacokan oleh orang tidak dikenal. 

Dia menduga sudah jelas ada beberapa golongan yang tidak suka dengan apa yang dilakukannya. Sehingga berujung pada teror, pembacokan dan pembakaran pada mobilnya tersebut. “Sudah banyak pola yang dilakukan untuk menghentikan aktivitas saya,” akunya.

Kendati demikian Arsyad, mengaku sama sekali tidak gentar dengan teror yang menimpanya saat ini. “Kami harap para aktivis lingkungan di Lumajang tidak gentar dengan hal ini,” tambahnya.

Dia berharap pihak kepolisian benar-benar serius dalam menangani kasusnya tersebut. Apalagi hal tersebut tidak hanya sekali menimpa dirinya dan keluarganya. “Kami harap ada aksi nyata pihak kepolisian dengan menangkap pelaku,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Tempeh AKP Ari Supomo mengaku tak bisa berkomentar banyak dan masih terus melakukan penyelidikan. Sementara hanya bisa melakukan olah TKP dan keterangan para saksi.

“Ini masih dilakukan olah TKP, selanjutnya kami akan mendengarkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan,” katanya.

(jr/wah/mar/das/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia