Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Hari Pertama Aktif Sekolah Diisi Bermain dan Halal Bihalal

Selasa, 18 Jul 2017 18:24 | editor : HARI SETIAWAN

TIDAK LANGSUNG BELAJAR: Sebagian besar sekolah tidak langsung melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Kebanyakan diisi halal bihalal, dan aktivitas belajar baru akan dimulai hari ini.

TIDAK LANGSUNG BELAJAR: Sebagian besar sekolah tidak langsung melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Kebanyakan diisi halal bihalal, dan aktivitas belajar baru akan dimulai hari ini. (Heru Putranto/Radar Jember)

Hari pertama tahun ajaran baru kali ini memang cukup istimewa. Sebagian besar sekolah masih belum melangsungkan kegiatan belajar mengajar secara aktif di hari pertama sekolah kemarin (17/7). Kebanyakan hanya melangsungkan halal bihalal alias saling maaf memaafkan dengan para guru, staf, dan murid-muridnya.

Seperti di SDN Kepatihan 3 Jember, para siswanya sudah diminta berbaris rapi mengelilingi area halaman sekolah. Anak-anak pun tidak mengenakan seragam, tetapi pakaian muslim. Satu per satu mereka bersalaman dengan guru dan sesama teman-temannya. Ini momen spesial karena ini kali pertama mereka bertatap muka dan saling bermaafan setelah Lebaran lalu.

Usai kegiatan tersebut, masih belum ada kegiatan belajar mengajar yang dimulai di sekolah. Mereka diperbolehkan pulang ke rumah. Tak heran jika baru jam sembilan pagi, kawasan Jalan Kartini sudah penuh dengan siswa-siswi yang keluar dari sekolah dan memadati area tepi jalan depan sekolah. Sebagian tak langsung pulang, masih asyik bermain di sekolah, melepas rindu dengan teman-teman sepermainan mereka.

PERKENALAN: Salah satu siswa kelas I B SDN Kepatihan 06 saat memperkenalkan diri kepada teman yang baru masuk di kelas 1.

PERKENALAN: Salah satu siswa kelas I B SDN Kepatihan 06 saat memperkenalkan diri kepada teman yang baru masuk di kelas 1. (Jumai/Radar Jember)

Begitu pula di KB TK Integral Adh Dhuha. Hari pertama ini memang dimanfaatkan untuk bersilaturahmi setelah sekitar satu bulan tidak bertemu. Namun, karena sudah terlalu lama liburan dan tidak pergi ke sekolah, tak sedikit anak-anak yang masih enggan beranjak dari sisi orang tuanya. 

Ada saja anak-anak, utamanya balita, yang tidak mau melepaskan tangan orang tuanya ketika sampai di gerbang depan. Kalau sudah begitu, guru-gurunya-lah yang sibuk membujuk mereka untuk masuk. Lucunya, meski sudah ikut berbaris di halaman, anak-anak masih terlihat menangis sesenggukan

Pemandangan yang sama juga terlihat di TK Assalam Jember. “Ya begini ini, kalau kelamaan di rumah,” ujar salah satu orang tua yang mengantar anak balitanya. Wajar saja, liburan kali ini memang digenapkan dengan libur Lebaran, sehingga durasinya jauh lebih lama, sekitar satu bulan.

Begitu pula dengan Anita, ibu dari dua putri yang duduk di bangku TK dan SD. Hari pertama masuk sekolah ini memang terbilang cukup sulit, karena satu hari sebelumnya mereka baru bepergian ke luar kota dan baru tiba di Jember malam harinya. “Jadi anak-anak capek, agak rewel waktu bangun pagi,” tuturnya. 

Sementara itu, siswa baru SDN kepatihan 06, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates masih diisi dengan perkenalan. Siswa baru yang kebanyakan diantar orang tuanya pun diajak berkenalan dengan teman-teman barunya di kelas. Karena mendapatkan pendampingan dari orang tua, tidak terlihat siswa baru di dua ruang kelas 1 yang terlihat rewel.

Rata-rata siswa kelas 1 langsung beradaptasi dengan teman barunya. Walaupun masih baru sehari bertemu. Ketika diminta oleh wali kelas, siswa langsung berdiri dan mendatangi dari teman satu ke teman lainnya. Bahkan langsung menyebutkan nama ketika diajak bersalaman. “Nama saya caca,” ucap bocah lucu di kelas tersebut. 

Sapaan ini pun langsung dibalas bocah lainnya. “Nama saya Vika,” sambil mengumbar senyuman. Caca memang terlihat lain karena selain anaknya lucu juga dirinya memakai baju orang dewasa. Kalau dilihat mirip wajah ibu Kartini. 

Sementara itu, Sri Rahayu wali murid kelas 1 B langsung memperkenalkan diri kepada siswa barunya. “Anak-anak tidak boleh takut kepada guru, karena ibu dan bapak guru kalau di sekolah adalah pengganti orang tua. Kalau ada apa silakan bertanya kepada ibu guru,” ujar Sri ramah.

Emy Sundari kepala Sekolah SDN Kepatihan 06, Kepatihan mengatakan untuk tahun sekarang alhamdulillah tidak ada siswa yang rewel. Biasanya kalau masih kelas 1 dan baru masuk, biasanya tidak mau ditinggal pergi dan orang tua harus menunggu sampai pulang sekolah. Usai perkenalan, pihaknya menerapkan orang tua tidak boleh menunggu putra putrinya di depan sekolah. Hal ini untuk melatih kemandirian siswa atau putra putrinya. 

Bukan hanya perkenalan, namun karena masih situasi Lebaran di sekolah kemarin juga tidak terlihat kegiatan belajar. “Jadi dilanjutkan dengan halal bihalal mulai kelas 2 hingga kelas 6,” pungkas Emy.

(jr/lin/har/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia