Sabtu, 21 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Giliran Warga Karanganyar Protes Kandang Ayam

Jumat, 13 Jul 2018 12:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

Protes, kandang ayam, karanganyar,

PROTES: Seorang warga berdiri saat menyampaikan protes kandang ayam dalam mediasi di Kantor Desa Karanganyar. Dia menunjukkan bukti bahwa peternakan ayam itu mengganggu ketenangan warga di lingkungannya. (MAHRUS SHOLIH/RADAR JEMBER)

Setelah warga Dusun Gawok, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, menuntut kandang ayam ditutup, kini giliran warga Dusun Sentong, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu. Mereka juga memprotes keberadaan peternakan ayam potong yang ada di perkampungan mereka. Warga menilai, peternakan yang telah berdiri sejak lima tahun silam ini mengganggu ketenangan karena menimbulkan bau tak sedap, serta lalat. 

Zaenal, salah seorang warga mengaku, saking banyaknya lalat, dirinya hingga tak sempat membuka pintu. Dia juga menuturkan, keluarganya tak bisa tenang jika ada tamu yang berkunjung ke rumahnya, karena terdampak lalat dan bau tersebut. “Jadi, saya kurang nyaman jika ada tamu di rumah,” katanya, saat menyampaikan uneg-uneg dalam mediasi yang digelar di Kantor Desa Karanganyar, kemarin. Mediasi ini juga dihadiri para pemilik kandang ayam.

Nur Ali, warga yang lain juga mengungkapkan hal serupa. Selain itu, kata dia, protes yang disampaikan ini merupakan akumulasi kekesalan masyarakat. Sebab, selama ini warga yang terdampak hanya diam karena para pemilik kandang itu kebanyakan adalah tetangga dan kerabat. Tetapi lama-lama, warga tak betah juga. Nur Ali menyatakan, ini lantaran para pengusahanya itu tidak mau tahu terhadap dampak yang ditimbulkan. “Dan kami juga telah menggalang tanda tangan untuk sepakat menghentikan kandang tersebut,” jelasnya. 

Sejumlah pemilik kandang yang hadir dalam mediasi itu meminta maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Mereka juga sepakat untuk memperbaiki dampak yang timbul akibat peternakan ayam pedaging itu, utamanya soal bau dan lalat. 

“Kami siap memperbaiki semaksimal mungkin sesuai permintaan lingkungan. Kami juga sepakat untuk memenuhi permintaan warga,” kata Hadi, salah seorang pemilik kandang. Pernyataan Hadi ini juga disetujui oleh pemilik kandang yang lain, seperti Hamka, dan Rofiq, yang hadir dalam agenda tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Karanganyar Sunaryo mengaku, setelah dimediasi oleh pemerintah desa, perselisihan antara warga dan peternak sudah ada titik temu. Menurutnya, kedua belah pihak sepakat akan memberi kesempatan sekali lagi untuk meneruskan usaha ternak ayam itu. “Tetapi dengan satu catatan, lalat dan bau harus bisa ditanggulangi. Jika kesepakatan ini diingkari, maka para peternak ini akan dikartu merah, alias usahanya dihentikan,” paparnya. 

(jr/jum/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia