Sabtu, 21 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Kapolres Nyetir Becak

Kamis, 12 Jul 2018 20:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

Polres Bondowoso, Mbecak, Purna Tugas,

MBECAK: Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengemudikan becak dengan penumpang polisi purna. Ada sembilan anggota kepolisian yang purna tugas saat perayaan peringatan HUT Bhayangkara, kemarin. (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Polres Bondowoso merayakan HUT Bhayangkara ke-71 kemarin (11/7), dengan cara agak berbeda dari biasanya. Berbarengan dengan perayaan tersebut, ada sembilan polisi yang purna tugas. Pelepasannya dilakukan dengan penghormatan pedang pora. Menariknya, sembilan polisi yang purna diarak dengan becak hias. Spesialnya, para petinggi Polres yang nyetir becaknya. Salah satunya Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi. 

Awalnya, para polisi yang purna tugas melintasi penghormatan pedang pora. Sebelum dilepas dengan pedang pora, mereka diberi medali penghormatan serta paket bunga oleh Kapolres bersama istri. “Mereka adalah wisudawan Polri yang telah mengabdikan diri lebih dari 30 tahun,” tegas AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

Usai melintasi pedang pora, para wisudawan menaiki becak hias. Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Wakapolres Kompol Kurniawan Wulandono, dan beberapa pejabat kepolisian menjadi sopirnya. Para polisi yang purna tugas diajak mengitari seputaran halaman dan jalan raya di depan Mako Polres Bondowoso.

Dijelaskannya, arak-arakan itu adalah salah satu bentuk penghargaan kepada personel Polri. Sekaligus memberikan penghormatan atas jasa-jasanya selama berdinas di kepolisian. “Ini juga memotivasi bagi kami sebagai generasi penerus, bagaimana bisa berbuat yang terbaik,” ujar kapolres.

Usai penghormatan, dilanjutkan perayaan HUT Bhayangkara ke-72. Bupati Amin Said Husni hadir menjadi inspektur upacara. Bupati membacakan amanat Presiden Joko Widodo di hadapan ratusan anggota Polri. Dalam amanat tersebut, Bupati Amin menegaskan, anggota Polri agar tidak cepat berpuas diri, karena ke depan Polri menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks, dengan tuntutan dan harapan rakyat yang akan semakin meningkat. 

Terlebih lagi, dunia saat ini terus berubah, berkembang dan bergerak dengan kecepatan tinggi dengan membawa tantangan maupun ancaman yang baru terhadap situasi keamanan dalam negeri. “Di era digital saat ini, Polri harus mampu mengantisipasi tindak kejahatan yang semakin beragam, berevolusi. Polri harus siap menghadapi kejahatan yang bersifat transnasional. Seperti  ancaman cyber, human trafficking,” tegasnya. 

Usai upacara, ada beberapa suguhan atraksi menarik. Di antaranya dibawakan Pencak Silat SH Terate Bondowoso. Uniknya, Kabag Ops Kompol Farouk bersama istrinya membawakan atraksi kanuragan dengan memecah balon. Keduanya berhasil melakukannya. 

(jr/hud/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia