Sabtu, 21 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Pasca Pilkada, Marak Vandalisme

Kamis, 12 Jul 2018 08:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

Vandalisme, Alun Alun, Lumajang,

ULAH SIAPA?: Petugas DLH sedang menyulam tanaman yang juga tak luput dari aksi vandalisme. Kursi besi di alun-alun (foto kanan) dirusak orang tak bertanggung jawab. (DLH FOR RAME)

Bukannya mengait-ngaitkan. Tapi, kok ya kebetulan, pasca pilkada, aksi vandalisme marak. Bukan cuma merusak pot bunga di seputaran alun-alun dan kota. Kursi besi pun dihancurkan. Lampu-lampu yang memperindah kota juga dicuri.

Terakhir, kejadian yang begitu mencolok adalah perusakan kursi besi di sekitar alun-alun. Tepatnya di belakang play ground. Kursi yang merupakan CSR dari salah satu bank ini dirusak.  Kecil kemungkinan dirusak dengan tangan kosong. Kursi dari besi itu sangat kuat. Kejadian kemarin malam itu baru diketahui pagi dini hari, kemarin.

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, aksi vandalisme ini memang bukan kali ini saja terjadi. Namun, pasca pilkada makin marak. 

Dari inventarisasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, tercatat bukan cuma kursi. Di antaranya lampu Jembatan Pelangi hilang. Pembungkusnya dijebol, lampu dan kabelnya diambil sekitar 7 hari lalu. Lampu taman play ground juga dipecah, huruf O tulisan play ground juga dihancurkan.

Lampu taman kuning sekitar beringin dipecah diambil bohlamnya. Ada 2 buah yang dipecah. Sudah semingguan yang lalu kejadiannya. Lampu-lampu perbatasan sering hilang juga. Lampu sorot yang biasanya menyorot ke tugu sering diganti, tetapi hilang lagi.

Termasuk bunga di beberapa taman. Mulai di taman Wonorejo, taman luar area kota, sampai perbatasan. Ada juga pot yang ada di jalan raya yang dirusak. Di seputaran alun-alun dan ada lambang Pemkab Lumajang. Lambang Pemkab yang dimur itu diambil. “Lambang pemkabnya dicopot. Juga ada kerusakan muka candir 2 pekan lalu,” kata Kabid Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Lumajang Yuli Haris.

Yuli menjelaskan, pihaknya sudah menginventarisasi dan melaporkan semua kejadian vandalisme itu ke Bupati Lumajang. Laporan juga disertakan bukti dokumentasi. Disampaikan lewat surat dan ditembuskan kepada Polres Lumajang, satpol PP, dan kepada inspektorat. “Selanjutnya, kami akan lakukan koordinasi. Kami punya satgas taman. Mereka akan kami minta untuk meningkatkan pengamanan,” ungkapnya.

Dia berharap, ada punishment. Ada sanksi tegas dari kejadian ini pada pelaku. Sebab, kejadian tidak hanya setelah pilkada ini saja. Memang diakui lebih marak setelah pilkada. Namun, sebelum-sebelumnya juga sempat terjadi. “Ini sudah beberapa bulan. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Perlu ketegasan,” jelasnya.

Pihaknya juga akan terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait. Sebab, DLH tidak bisa sendiri dalam mengamankan dan memelihara seluruh aset pertamanan yang menjadi fasilitas umum. “Kami akan tingkatkan koordinasi dengan instansi terkait,” pungkasnya.

(jr/fid/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia