Senin, 23 Jul 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan
UPBJJ UNIVERSITAS TERBUKA JEMBER

Wujudkan Asa, Memutus Rantai Kemiskinan

Senin, 25 Jun 2018 19:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

UPBJJ UT Jember, Universitas Terbuka,

Pendidikan adalah hak setiap manusia, warganegara. Keluarga, pemerintah dan/atau masyarakat wajib memenuhi hak itu, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan atas akses ekonomi atau terjerat di dalam lingkaran rantai kemiskinan. 

Salah satu bentuk ikhtiar dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat (korporasi) adalah Program Bidikmisi dan Corporate Social Responsibility (CSR). Kedua program tersebut merupakan program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi bagi peserta didik miskin yang tidak mampu secara ekonomi tetapi memiliki prestasi akademik yang baik, dan memutus mata rantai kemiskinan. 

Universitas Terbuka (UT) adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang sejak 2012 telah memperoleh amanah oleh pemerintah dan masyarakat (korporasi) untuk mengelola program beasiswa Bidikmisi dan CSR bagi lulusan SMA yang tidak mampu secara ekonomi tetapi memiliki potensi, baik itu potensi akademik maupun non-akademik. Pengelolaan kedua program tersebut dilakukan oleh UPBJJ-UT, termasuk UPBJJ-UT Jember. 

Sejak tahun 2012 hingga 2017 UPBJJ-UT Jember telah mengelola 378 orang mahasiswa Bidikmisi dan CSR, terdiri dari 316 orang (Bidikmisi) dan 62 orang (CSR). Kedua program tersebut terdistribusi di sejumlah program studi yaitu Sastra Inggris, Ilmu Hukum, Manajemen, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Administrasi Negara. Pada tahun 2018, UPBJJ-UT Jember kembali memperoleh kuota masing-masing 25 orang untuk Bidikmisi dan CSR untuk program studi Agribisnis Pertanian. Perekrutan dan penetapan calon dilakukan melalui serangkaian proses sosialisasi, seleksi administrasi, verifikasi administrasi dan lapangan, wawancara, pengumuman hasil seleksi, dan pengusulan calon dan penetapan mahasiswa penerima.

Berbeda dengan perguruan tinggi lain, di UT penyediaan beasiswa Bidikmisi dan CSR juga diharapkan dapat menjadi stimulan dan pemicu terjadinya penambahan kelas-kelas beasiswa baru atau pendamping atas pembiayaan dari pemerintah daerah atau institusi setempat. Oleh karena itu, sejak awal UPBJJ-UT Jember berkomitmen untuk menempatkan pengelolaan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan CSR di kabupaten/kota yang potensial untuk menyediakan kelas pendamping baik melalui beasiswa dari pemkab/pemkot, masyarakat dan/atau secara mandiri. 

Hingga memasuki tahun kelima, kedua program beasiswa tersebut telah terdistribusi pengelolaannya di lima kabupaten dan kota yang menjadi wilayah kerja UPBJJ-UT Jember yaitu kabupaten Banyuwangi, Jember, Kabupaten dan Kota Probolinggo, dan Kabupaten Situbondo. Karakteristik utama dalam pengelolaan mahasiswa Bidikmisi dan CSR di UPBJJ-UT Jember adalah bahwa mereka ‘diasramakan’ di sejumlah pondok pesantren, seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Kraksaan Probolinggo, Mabadi’ul Ihsan Karangdoro Banyuwangi, dan Nurul Huda Paowan Situbondo. 

Dalam perjalanan waktu, kebijakan ini telah memicu dan memacu lahirnya kerjasama kemitraan antara UPBJJ-UT Jember dengan sejumlah ponpes dalam pengelolaan mahasiswa, seperti Riyadlus Sholihin Ketapang Probolinggo, Nurul Qarnain Sukowono Jember, Al-Barokah Pujer Bondowoso, Yayasan Islam Nahdlatuth Thalabah (Yasinat) Wuluhan Jember, dan ponpes Madinatul Ulum Jenggawah Jember. 

Sinergi antara UPBJJ-UT Jember dan ponpes ini diharapkan dapat mencetak mahasiswa, calon intelektual muda milenial yang mampu menekuni dan mengembangkan iptek dan imtaq secara berbarengan, sehingga mereka dapat menjadi Generasi Qurani yang mampu memadukan keimanan, keilmuan, berahlakul karimah, dan mampu menghadapi perubahan zaman. 

(jr/lin/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia