Jumat, 20 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

47 Gardu Padam Akibat Layang-Layang Memakai Benang dari Kawat

Minggu, 24 Jun 2018 19:12 | editor : Dzikri Abdi Setia

layangan, listrik, PLN,

PENYEBAB PADAM: Layang-layang inilah yang menyebabkan padamnya listrik di wilayah kota. (Taufan for Radar Ijen)

Sekitar satu jam lebih bagian wilayah kota Bondowoso padam. Mulai pukul 16.00 sampai 17.13 WIB, Minggu (24/6). Penyebabnya adalah layang-layang dengan benang kawat.
Kawat tersebut menjadi konduktor yang menghubungkan kabel satu dengan lainnya terhubung. Akibatnya terjadi korsleting yang menyebabkan kabel terbakar. Petugas PLN harus mengamankan layang-layang dengan benang kawat, sehingga penanganannya agak lama. “Begitu ada ledakan di kabel, petugas mendapat laporan dan langsung turun lapangan,” terang Abdul Ghofur, Supervisor Teknik PLN Bondowoso.
Layang-layang itu mengikat kabel di Gang Garuda, Badean, Bondowoso. Karena kejadian itu, listrik di RSD Koesnadi, Kelurahan Kota Kulon, Kelurahan Baedan, Kelurahan Blindungan, Kleurahan Dabasah, Pasar Induk sampai Kantor PLN Bondowoso padam. Petugas baru bisa menghidupkan kembali jaringan listrik, setelah menurunkan layang-layang dengan kabel kawat.
Ghofur menjelaskan, sumber kerusakan sebenarnya bisa ditangani cepat. Yang membuat lama adalah menurunkan layang-layang yang masih berada diatas kabel. Barulah setelah layang-layang diturunkan, jaringan dihidupkan kembali. “Jika tidak akan terjadi ledakan pada kabel lagi, korsleting lagi,” ujarnya.
Memang kata Ghofur, ada kebiasaan masyarakat adu layang-layang pada musim kemarau seperti saat ini. Karena ingin beradu kuat, akhirnya ada yang memakai benang kawat atau benang baja rem. “Istilah yang dipakai masyarakat kawat pengambek atau kawat Mandang,” tegas Ghofur.
Jika benang kawat tersebut mengenai kabel saluran udara tegangan menengah (SUTM ), maka menimbulkan ledakan. Karena ada short antara kabel. Ini terjadi kemungkinan pada saat benang putus dan terbawa angin mengenai kabel. Kerusakan bisa menyebabkan padam meluas (padam penyulang) dan putusnya kabel sehingga membutuhkan waktu lama untuk penormalannya. “Lokasi padam di Curah Dami, Kota Kulon, Blindungan, sebagian Taman Sari dan sekitarnya, yang berjumlah sekitar 47 gardu yang padam,” tegasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, banyak yang kesal dengan padamnya listrik. Salah satunya dialami Hans, pemilik warung game online. Dirinya sempat kesal dengan kejadian tersebut. Sebab bisa mengakibatkan kerugian karena seringnya padam. Pihaknya berharap ada penanganan serius mengenai jaringan listrik di wilayah kota, utamanya yang sering padam di Jalan MT Haryono, Badean. “Sebulan ada dua kali, saya selalu mecnatatnya dan saya laporkan ke PLN pusat, melalui pengaduan email,” tegasnya.
Sementara Kabah Perekonomian dan Pembangunan Taufan Restuanto mengatakan, masalah layang-layang harus disikapi serius. Setidaknya harus ada himbauan menyeluruh. Mulai dari tokoh masyarakat sampai orang tua. “Agar tidak bermain layang-layang dengan benang kawat, ini sangat membahayakan,” tegasnya.

(jr/hud/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia