Sabtu, 21 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Masa Tenang, APK Ditertibkan

Minggu, 24 Jun 2018 19:08 | editor : Dzikri Abdi Setia

pilkada Bondowoso, KPU Bondowoso,

TERTIBKAN APK: Memasuki masa tenang, panitia pengawas melaksanakan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK). (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Pelaksanaan Pilkada sudah memasuki masa tenang. Yakni mulai 24-26 Juni. Pada Rabu 27 Juni, masyarakat akan menyalurkan suaranya untuk Pilgub dab Pilbup. Pada masa tenang ini, panitia pengawas pemilu bersama Satpol PP melaksanakan penertiban Alar Peraga Kampanye (APK).

Seperti terlihat Minggi (24/6), Panwaskab bersama Panwascam melakukan penertiban banner bersama Satpol PP. Hasil penertiban itu di bawa ke kantor Panwascam. Penertiban itu terus dilakukan mengingat ada ribuan banner yang terpasang. “Kami tertibkan mulai sebelum masuk masa tenang, dan saat masa tenang, masih ada beberapa banner yang belum dicopot, itu terus kami copot,” tegasnya.

Selain masalah APK, pihaknya juga memantau adanya TPS rawan. Dari 1500 TPS, ada ratusan TPS yang memiliki kerawananan. Hanya intensitasnya yang berbeda. Sebab ada 16 indikator TPS rawan. “Yang paling banyak adalah terdapat pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam DPT, yakni mencapai 221 orang,” tegasnya.

Selain itu kerawanan lainnya adalah terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi terdaftar di DPT. Kasus ini ada 197. Berikutya adanya pemilih disabilitas merupakan indikator rawan. Ada sebanyak 650 disabilitas di Bondowoso. Dan itu harus dipantau betul.

Selain itu TPS disebut rawan juga karena adanya pemilih DPTb diatas 20 pemilih dalam satu TPS, adanya pemilih di wilayah khusus seperti rumah sakit, daerah eksodus, pegunungan, hutan, bencana dan lainnya. “Ada juga disebut rawan karena ada aktor politik uang, adanya pemberian barang atau uang pada masa kampanye, ada relawan bayaran, petugas KPPS mendukung salah satu paslon dan lain sebagainya,” terangnya.

Berbagai kerawanan itu menjadi titik tekan pengawasan sampai pada hari Pelaksanaan 27 Juni 2018. Dan bagi masyarakat yang menemui kecurangan, bisa langsung melaporkan ke petugas pengawas mulai tingkatan terbawah. “Ada pengawas TPS di tingkatan bawah, selanjutnya ada Panwascam. Harapan kami ketika masyarakat menemukan kecurangan, langsung melaporkan kepada kami,” pungkasnya.

(jr/hud/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia