Senin, 23 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

BPBD Siaga 24 Jam Selama Lebaran

Senin, 18 Jun 2018 13:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Piket Nol, BPBD. Lebaran,

Bahaya longsor di piket nol sewaktu-waktu bisa mengancam. (HAFID ASNAN / RAME)

Lebaran memang disambut gegap gempita. Namun, bukan berarti kewaspadaan dini diabaikan. Masyarakat tetap harus mewaspadai segala kemungkinan datangnya bencana. BPBD Lumajang memilih mengoptimalkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan relawan bencana.

Wawan Hadi Siswo, Kabid Kesiapsiagaan Logistik dan Bencana BPBD Lumajang menjelaskan, Lebaran kali ini pihaknya tidak ingin kecolongan. “Kewaspadaan tetap harus kita lakukan. Kami menyiagakan enam personel TRC dan on call dengan relawan,” katanya.

TRC memang tidak banyak. Tetapi caverage area mereka luas di seluruh kawasan Lumajang. Belum lagi, ditambah petugas piket dan relawan. “Semua dilakukan untuk mengantisipasi datangnya bencana di saat Lebaran,” Katanya.

Belum ditambah dengan kesiagaan pasukan yang secara keseluruhan stand by di rumah. “Bagi yang tidak bertugas piket, stay di rumah memang. Tetapi ready 24 jam. Di tempat wisata juga akan disiagakan personel,” jelasnya.

Sejumlah tempat wisata yang diantisipasi, menurut dia, adalah di Pantai Wotgalih, Pantai  Bambang, Wisata B29 Argosari, dan Ranu Klakah. Sisanya mobile memantau situasi yang berkembang selama Lebaran. 

Disamping itu, juga mengaktifkan relawan di masing-masing kecamatan. Terutama di pesisir, sepanjang bentangan tsunami mulai Wotgalih sampai TPI Tempursari. Di kawasan Gunung Semeru juga disiagakan. Mulai di Supit Urang, Sumber Urip, Oro-Oro Ombo, dan Pasrujembe. “Setiap saat relawan wajib melaporkan situasi keadaan lingkungan melalui HT dan grup WA,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya juga telah menginventarisasi waktu-waktu dan tempat yang tergolong rawan. Sebab, setiap Lebaran, kerap kali abai. Mulai rumah per rumah, sampai lokasi yang jadi jujugan masyarakat umum.

Pihaknya tidak ingin ada sesuatu yang berbahaya dibiarkan. Antisipasi dini akan terus dilakukan supaya selama Lebaran tidak sampai ada kejadian besar yang tidak tertangani. “Tetap kami melakukan upaya serius. Mulai deteksi kerawanan dan penyiapan penanggulangan ketika terjadi bencana,” pungkasnya. 

(jr/fid/aro/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia