Sabtu, 21 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Sudah Dibahas, Tunggu Tindak Lanjut

Senin, 18 Jun 2018 09:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Taman Kota, Pemkab Jember,

TERABAIKAN: Kondisi taman yang ada di pinggir rel kereta api jalan PB Sudirman. Taman tersebut sama sekali tidak terawat. Padahal, saat membangun membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. (dwi siswanto/radar jember)

Sepanjang taman yang berada di pinggir rel kereta api Jalan PB Sudirman tetap belum ada perbaikan. Padahal, sudah ada pembahasan antara Pemkab Jember dengan PT KAI Daop IX. Namun, masih tidak ada tindak lanjut.

“Sempat ada pembahasan, namun belum ada tindak lanjut,” kata Manager Humas PT KAI Daop IX Jember Lukman Arif. Entah karena ganti kepala atau tidak, dirinya tidak mengetahui sehingga pembahasan perbaikan taman itu tidak berlanjut. 

Menurut dia, taman tersebut berada dalam wilayah ruang milik jalur PT KAI. Perlu sinergi untuk merawatnya. Sebab, banyak lahan pinggir jalan yang bisa dimanfaatkan untuk memperindah tata kota. 

Sayangnya, taman di pinggir rel itu sudah cukup lama dalam kondisi tidak terawat. Kini sudah rusak dan kondisinya sangat memprihatinkan. Ada beberapa sponsor yang bank yang tertulis di sana. “Kami siap mendukung bila ada kerja sama dengan pemerintah,” tambahnya, 

Terutama dalam pembuatan taman yang sudah lama tidak terkelola tersebut. Karena prinsipnya, lahan itu miliki PT KAI. Aturannya, tidak boleh dibangun untuk kepentingan pribadi. Namun, bisa dibangun sebagai taman untuk memperindah kota. 

“Ruas enam meter kanan-kiri pinggir rel milik PT KAI,” tambahnya. Sehingga, proses pemanfaatannya harus meminta izin dulu dari perusahaan transportasi tersebut. Semua pinggir rel kereta api yang bisa dimanfaatkan untuk taman diperbolehkan. 

Dengan catatan, pohon yang ditanam di dalamnya tidak terlalu tinggi. Yakni tidak melebihi 2 meter. Sebab, bisa mengganggu pandangan masinis dan mengganggu lancarnya perjalanan kereta api.  Selama tidak mengganggu perjalanan kereta api, maka diperbolehkan. 

Selama ini, taman pinggir rel itu memang belum mendapat perhatian serius. Padahal, merupakan pintu masuk dari Bondowoso menuju Jember. “Di kawasan lain juga tidak masalah bila mau dibangun taman, disinergikan,” pungkasnya. 

(jr/gus/hdi/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia