Sabtu, 21 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Waspadai Wisata Rawan Bencana

Jumat, 15 Jun 2018 10:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

Tempat Wisata, Lebaran,

Pantai Dampar Lumajang (HAFID ASNAN/RAME)

Lebaran rasanya kurang afdal jika tidak mengunjungi tempat wisata bersama keluarga. Tetapi perlu diingat, kehati-hatian juga perlu dilakukan. Antisipasi kerawanan bencana di lokasi wisata juga perlu dilakukan. Sebab, sudah banyak korban tewas saat liburan Lebaran di tempat wisata. 

Sejumlah titik rawan di lokasi objek wisata sejatinya tidak berbeda dengan tahun-tahun lalu. Bedanya, tahun ini berada pada pergantian musim. Dari musim kemarau ke musim penghujan. Tentu ada peningkatan gejala alam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang merilis lokasi wisata paling rawan di wisata pantai. Sebab, kebanyakan pengunjung selalu mandi di pantai. Saat ini, menurut Wawan Hadi Siswo, Kabid Kesiapsiagaan Logistik BPBD Lumajang, kondisinya berbeda. Ombak tinggi datang sewaktu-waktu seiring dengan angin yang berembus kencang.

Untuk tempat wisata itulah, pihaknya mengeluarkan imbauan. Agar para pengunjung dan masyarakat yang berlibur, terutama di Pantai Wotgalih, Pantai Bambang, Dampar, dan TPI, untuk menaati aturan pengelola. “Jangan mandi di laut,” katanya.

Pada semua lokasi wisata pantai, menurut dia, akan dipasangi rambu dan tambang pembatas pengunjung agar tidak melampaui batas. “Kita gak mau kayak tahun kemarin, di Wotgalih ada korban meninggal. Di sana nanti didirikan tower tidak  permanen,” katanya.

Tujuannya adalah untuk pengawasan. “Pengunjung bisa diawasi dari atas. Dan relawan, masing-masing membawa alat pelantang suara. Untuk mengimbau pengunjung supaya tidak mandi di laut. Itu kerawanan di tempat wisata pantai,” lanjutnya.

Kerawanan wisata kedua ada di lokasi wisata pegunungan seperti puncak B-29. “Perlu diwaspadai, hati-hati karena cuaca transisi, dari musim hujan ke kemarau. Dikhawatirkan hujan dan angin kencang,” katanya.

Pihaknya sudah mengantisipasi. “Kita koordinasi dengan pihak PU Binamarga dan dinas lingkungan hidup (DLH). Terkait pohon rawan tumbang untuk dikeprasi,” ujarnya. Patah dahan dan patah ranting juga diantisipasi. Semua instansi akan bersama-sama ikut mengamankan.

Selain objek wisata vital yang rawan, ada juga titik rawan yang perlu diantisipasi. Yakni di sepanjang jalur piket nol. Terutama pada kilometer 53 sampai kilometer 59 piket nol. Mulai Candipuro sampai Pronojiwo. “Itu rawan longsoran batu maupun longsoran tanah. Datangnya musim hujan biasanya mempermudah jatuhnya longsoran,” tambahnya.

Termasuk di sepanjang jalan menuju puncak B-29 dan Ranupane. “Mulai Desa Burno sampai Senduro. Ranupane ada 5 titik longsor tanah yang rawan. Sebelum ke sana, perlu melihat situasi dulu,” katanya.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak TNI – Polri. Berlanjut ke jajaran bawah seperti Polsek dan Koramil plus Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). “Jadi setiap saat, anggota kita, polsek dan koramil selalu memantau situasi yang ada,” pungkasnya. 

(jr/fid/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia