Minggu, 22 Jul 2018
radarjember
icon featured
Mak Taker

Sosialisasi Coblosan Pilkada, Eh.. Terpikat yang Semok-semok

Sabtu, 24 Mar 2018 10:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

cong kenek, ojo percoyo,

Kata siapa eks lokalisasi itu ditutup. Ah! enggak juga tuh. Buktinya saat sosialisasi pilkada masih banyak penghuninya, he he he…. Nah, pas diajari nyoblos lagi. Bikin konsentrasi buyar aja…

Pagi-pagi betul, Cong Kenek yang merupakan petugas sosialisasi berkemas-kemas. Karena tidak biasa, dia langsung ditegur Yu Tub. “Dungaren meruput ngeneh. Dungaren wangi, necis nganti gak ngenteni sarapan. Tugas neng endi toh Pa,” tanya Yu Tub.

Cong Kenek cengengesan. “Hehehe, tugas negara Ma. Sosialisasi. Saiki soale neng Dolog,” ujarnya keceplosan. Spontan jawaban itu bikin Yu Tub curiga. “Ealaaah, tibakne ngunu tah. Wes ndang budal konoh,” seloroh Yu Tub merengut.

Dengan bahagianya, Cong Kenek bergegas. Bertemulah dia dengan kawanannya di suatu tempat eks lokalisasi. Namanya juga eks, jadi itu disebut bekas. Tapi, situasinya ya begitu itu. Disambutlah dengan acara senam bersama puluhan penghuni.

Dasar Cong Kenek, matanya jelalatan. Sampai tak terasa jika dia diperhatikan teman-temannya. “Kowe cocok karo sing endi jane Cong,” sindir Mat Tasan. “Eh, enggak, tenanan iki enggak, profesional ae bro,” elaknya yang direspons menceb Mat Tasan.

Baru kemudian, giliran sosialisasi. Cong Kenek memberikan sedikit uraian terkait ajakan mencoblos. “Ayo ibuk-ibuk semuanya, jangan lupa nanti pada Juni kita mencoblos ya,” ajaknya. “Siaaaap,” katanya kompak.

Mat Pi’i nyeletuk. “Dicoblos gak papa kan Pak,” ceplosnya. Di saat itulah, Cong Kenek kebablasan. Dia berucap dengan lantang. “Betuuul, semua juga boleh kan dicoblooooos,” teriaknya yang bikin semua ngakak-ngakak. “Boleeeeeh,” jawab kompak penghuni.

Spontan teman-teman Cong Kenek melotot. Seolah memberi tanda ungkapannya keliru. Tapi Cong Kenek malah pringas-pringis. “He he he, iya, bukan dicoblos, tapi nyoblos,” ucapnya berlagak mbanyol. 

Mendengar ungkapan itu, Mat Soleh langsung menegur. “Awakmu iki pikirane wes mbelarah tutuk endi-endi. Wes ndang ewangi konco-konco konoh, ben laine ae sing sosialisasi. Ngawur awakmu iku. Mosok ket mau sing dipikir sing semok tok ae,” tegurnya.

Cong Kenek langsung turun. Saat itu, dia kena celatu teman-temannya. “Ndak sopan kowe iki. Kok yo sik kober jelalatan lek ketok sing semok-semok. Wes kunu ndang muleh, bojomu ket mau telepon aku. Wedi kowe gak iso muleh jarene,” pungkas Mat Nganu yang membuat Cong Kenek kedadapan bergegas meninggalkan lokasi.(*)

(jr/fid/das/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia