Senin, 23 Jul 2018
radarjember
icon featured
Kesehatan

Peserta BPJS Ketenagakerjaan Masih Rendah

Jumat, 16 Mar 2018 12:40 | editor : Dzikri Abdi Setia

BPJS Kesehatan,

JAMINAN SOSIAL: Dwi Endah Aprilistiani saat menjelaskan manfaat dan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan, kemarin. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Masyarakat yang tercatat sebagai pendaftar BPJS Ketenagakerjaan sampai saat ini masih rendah. Dari total jumlah penduduk sebanyak 2,4 juta jiwa, pekerja formal yang tercatat sebagai peserta BJS Ketenagakerjaan baru sekitar 53 ribu. 

Hal itu disampaikan ketua BPJS Ketenagakerjaan Jember Dwi Endah Aprilistiani dalam acara penguatan kerja sama antarlembaga dalam peningkatan kepesertaan jaminan sosial di aula Hotel Dafam, Rabu (14/3). Endah mengatakan, banyak pekerja yang masih belum terlindungi. Padahal, semua pekerjaan berisiko terjadi kecelakaan. 

Dia menyebutkan, jumlah total warga Jember sebanyak 2.430.185 juta jiwa. Laki-laki sebanyak 1.194.496 dan perempuan 1.235.689. Dari jumlah tersebut, pekerja yang aktif sebanyak 1.117.132 jiwa. “Peserta BPJS penerima upah sebanyak 53.624,” ungkapnya. Namun, terdapat 138.291 peserta yang nonaktif. 

Sedangkan, peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan penerima upah sebanyak 10.117. Jumlah tersebut masih rendah dibanding jumlah penduduk yang cukup banyak. “Sasaran kami mulai dari nelayan, petani, kelompok tani, hingga peternak,” jelasnya. 

Untuk meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaaan, pihaknya membentuk Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Mereka akan membantu menjelaskan tentang manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Semua yang bekerja harus dilindungi, mulai dari dokter hingga tukang ojek,” imbuhnya. 

Diakuinya, jumlah tenaga yang bertugas di BPJS Ketenagakerjaan hanya 30 orang. Jumlah itu tidak cukup untuk mengkaver semua warga Jember sehingga perlu menjalin kerja sama dengan semua kalangan. Mulai dari pemerintah kabupaten, perbankan, dan lainnya. “Jaminan sosial ini juga untuk mengentaskan kemiskinan,” tuturnya. 

Sementara itu, anggota komisi IX DPR RI Ayub Khan yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan itu menambahkan, ada 128.06 juta warga Indonesia yang berstatus sebagai pencari kerja. “Sebanyak 121.02 pekerja penerima upah,” tuturnya. 

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan diminta untuk menjalin kerja sama antarlembaga agar kepesertaan jaminan sosial terus bertambah. Sebab, semua warga Indonesia ikut sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Harapannya, para pekerja bisa dilindungi, misal kecelakaan, mereka memiliki jaminan sosial,” pungkasnya.

(jr/gus/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia