Sabtu, 21 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Sabar Youtube, Dhafir-Hidayat Facebook

Selasa, 13 Mar 2018 13:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

pilkada bondowoso, kpu bondowoso,

AKUN RESMI: Masing-masing pasangan calon mendaftarkan akun media sosialnya ke KPU. Nomor urut 1 memakai akun youtube, nomor urut 2 memakai facebook. (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Masing-masing pasangan calon, sudah mendaftarkan akun yang digunakan untuk kampanye di media sosial. Namun, dari banyaknya  media sosial yang ada, masing-masing pasangan calon hanya mendaftarkan satu akun saja. Pasangan Nomor Urut 1 memakai youtube, Pasangan Nomor Urut 2 memakai facebook.

Juli Soeryo Nurcahyo, Bidang Teknis Sekretariat KPUD Bondowoso menuturkan, masing-masing pasangan calon sudah mendaftarkan akun media sosial. Dan memang hanya satu akun yang didaftarkan. “Paslon 1 memakai youtube, paslon dua memakai facebook,” terangnya.

Akun youtube pasangan Salwa Arifin-Irwan Bachtiar mendaftarkan akun bernama SABAR SALWA BACHTIAR. Hingga berita ini ditulis, akun ini memiliki 14 subscriber dan tiga video. Namun di luar akun ini, banyak sekali akun yang memuat tentang pasangan Salwa-Bachtiar (SABAR). Hanya saja akun yang terdaftar di KPUD ini saja.

Sementara untuk akun facebook dari pasangan Ahmad Dhafir-Hidayat, adalah ‘Dhafir Dayat’. Akun ini memiliki 287 teman dan banyak video maupun gambar yang telah di-posting. Namun selain akun ini, sebenarnya banyak akun lain yang posting-annya tentang kegiatan Dhafir-Dayat. Seperti aku Pendukung Dhafir-Dayat, Sahabat Dhafir Dayat dan banyak lainnya. Hanya saja akun yang didaftarkan hanya satu saja. Yakni yang di-wall facebook bertuliskan “Bondowoso hanya butuh dua langkah yang untuk lebih maju dari sebelumnya”.

Walau akun yang didaftarkan hanya satu, namun semua akun juga menjadi pengawasan pihaknya. Ketika ada kampanye hitam di medsos, siapa pun bisa ditindak. Dan seluruh media sosial saat ini berada dalam pantauan kepolisian. 

Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengutarakan, pihaknya memiliki pasukan cyber dimana ada patroli cyber yang terus dilakukan kepolisian. Sehingga bagi siapa pun yang melanggar akan bisa ditindak. “Siapa pun itu, baik memakai nama asli maupun nama samaran, akan kami tindak, maka bijaklah dalam bermedia sosial,” ungkap Kapolres. 

Catatan Jawa Pos Radar Ijen, memang sudah ada dua kasus yang ditindaklanjuti kepolisian terkait medsos. Dan ketika masuk masa kampanye, media sosial juga menjadi salah satu pantauan tajam kepolisian.

(jr/hud/ram/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia