Senin, 23 Jul 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Temukan 40 Batuan Megalitikum

Minggu, 14 Jan 2018 06:40 | editor : Dzikri Abdi Setia

Batuan Megalitikum, Dispendikbud Bondowoso, Radar Ijen,

EVAKUASI: Jupel Desa Pekauman mengevakuasi batu kenong yang ditemukan setelah warga mengeruk tanah untuk membangun rumah. Dalam tahun 2017 saja, telah ditemukan 40 batu megalitikum. (WAWAN DWI / RADAR IJEN)

Setidaknya 40 batuan baru peninggalan megalitikum ditemukan sepanjang 2017.  Temuan baru tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso, lantaran masih kurang juru pelihara (Jupel).

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen di Desa Pekauman para Jupel membersihkan dua batu kenong yang baru ditemukan tahun kemarin.  Separo batu kenong itu masih terkubur di tanah. Temuan batu kenong itu terletak sekitar 6 meter dari kediaman Amsari yang tak lain Jupel di Desa Pekauman. “Awalnya saudara mengeruk tanah di dekat rumah untuk membangun. Ternyata saat mencangkul ada batu,” ungkap Amsari.

Koordinator Jupel di Pekauman Fauzen mengatakan, sepanjang 2017 kemarin sekitar 35 batu peninggalan zaman megalitikum yang ditemukan di Pekauman. “Rata-rata ditemukan warga yang menggali tanah untuk batu-bata atau membangun rumah. Selanjutnya mereka lapor ke kami,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, hampir semua warga di Pekauman atau yang berprofesi sebagai kuli bangunan, dan buruh tani mengerti perbedaan antara batu megalitikum dengan batu biasa. “Kalau batu megalitikum ini bedanya dari struktur batu. Batu yang ada di Pekauman rata-rata dari letusan gunung berapi, strukturnya ada campuran pasirnya juga yang padat menyatu. Bukan batu paras seperti andesit,” terangnya. Namun, dari 35 batu yang ditemukan satu diantaranya batu kenong yang terbuat dari batu andesit.  Batu yang ditemukan paling banyak adalah kenong, dan kenong kembar, selebihnya adalah dolmen. 

Kasi Kesejarahan dan Kepurbakalaan Dispendikbud Heri Kusdaryanto mengakui, memang ada temuan sekitar 35 di Pekauman. Bahkan, Januari 2018 ini saja ada temuan baru lagi yakni batu kenong.  “Untuk total temuan batuan megalitikum yang baru tahun 2017 sekitar 40 batu,”  tambahnya.

Selain di Pekauman, juga ada di Suger Lor, Binakal, dan Curahdami. Batu yang ditemukan diantara Sarkofagus, beberapa dolmen, dan batu kenong.  Namun, kata dia, untuk temuan di Binakal hingga saat ini tidak ada jupel. Begitu pula di Suger Lor, Maesan. Sehingga, kata dia, ada rencana untuk penambahan jupel agar peninggalan megalitikum tersebut terpelihara, dan terjaga. 

(jr/dwi/wah/das/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia