Minggu, 22 Jul 2018
radarjember
icon featured
Kesehatan

Satu Desa Satu Ambulans Tuntas 2018

Selasa, 12 Dec 2017 05:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

Dinkes jember, realisasi 22 janji, radar jember,

AMBULANS TIAP DESA: Bupati Jember Hj dr Faida MMR mendampingi Menhum Dan HAM Yasonna Laoly saat meluncurkan satu desa satu ambulans di Alun-Alun Jember. (humas pemkab jember for radar jember)

Bupati Jember dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati KH Abdul Muqit Arief tak kenal lelah mewujudkan 22 janji kerjanya. Salah satunya janji kerja ke-14 untuk mewujudkan Jember sehat. Antara lain Membangun dan Merevitalisasi Berbagai Fasilitas Kesehatan, Merevitalisasi Puskesmas kemudian Menyediakan Ambulans di setiap desa. Sedangkan janji menyediakan tiga dokter di setiap puskesmas terus diupayakan. 

Khusus ambulans desa sudah diluncurkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly 10 November 2017 lalu. Sebanyak 50 ambulans sudah dibagikan November lalu. 40 ambulan 4 x 2 diperuntukkan untuk daerah dengan medan datar. Sedangkan sisanya yang bertipe 4 x 4 untuk medan yang sulit dan jauh. Sedangkan 150 ambulans  untuk desa didistribusikan akhir tahun 2017 ini. “Ditargetkan hingga akhir 2017, 200 ambulans telah terdistribusi. Sisanya, 48 akan dituntaskan semester awal tahun 2018,” ujar Bupati Jember dr Hj Faida MMR. 

Faida mengatakan, kehadiran ambulans desa diharapkan dapat mempercepat pelayanan kesehatan di desa. Terutama untuk menekan angka kematian ibi dan bayi yang banyak terjadi di desa-desa. Masyarakat desa yang membutuhkan bisa mendapatkan akses ambulans tersebut secara gratis. 

Dinkes jember, realisasi 22 janji, radar jember,

SERAHKAN HONOR: Bupati Jember dr Hj Faida MMR menyerahkan buku tabungan bank kepada kader posyandu. (humas pemkab jember for radar jember)

“Golden period, atau waktu emas untuk pelayanan emergency tidak bisa ditukar dengan uang atau yang lain. Ambulans-ambulans ini ditempatkan di puskesmas pembantu (pustu) tiap-tiap desa. Sehingga, hanya desa yang memiliki pustu yang mendapatkannya,” terang bupati perempuan pertama di Jember tersebut. 

Bahkan, kini ambulans desa sudah banyak digunakan. Banyak membantu pasien di desa-desa untuk transportasi orang sakit untuk dibawa ke puskesmas pembantu, ke puskesmas utama atau ke rumah sakit. Kini,  sudah terlihat ambulans desa yang antar jemput pasien dari daerah pinggiran. 

Program Jember sehat, khususnya program satu desa satu ambulans diapresiasi tinggi Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly yang berkunjung ke Jember. Bahkan, Yasonna Laoly sendiri yang meluncurkan ambulans desa. Nah, sepak terjang Bupati Jember dr Faida MMR dalam membuat berbagai terobosan kebijakan dalam melayani  masyarakat disebut Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly sebagai tak ada duanya. 

Bahkan, terang-terangan Yasonna berani menyatakan Bupati Jember Faida bisa menjadi bupati teladan nasional. Itu mengacu dari berbagai terobosan yang dilakukan oleh perempuan pertama  yang menjadi Bupati Jember tersebut. “Dengan sederet terobosan, Bupati Faida bisa menjadi bupati teladan nasional,” kata Yasona Laoly saat me-launching 50 ambulans desa di Alun-Alun Jember. 

Antara lain penyediaan ambulans di tiap desa di Jember, (di Jember ada 248 desa/kelurahan), memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi kaum duafa dengan menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM), anti korupsi, anti pungutan liar,  program pendidikan gratis, memberikan 5.000 beasiswa bagi mahasiswa perguruan tinggi. Termasuk program kerja dari 22 janji kerja yang satu per satu sudah mulai dipenuhinya. 

Yasonna mengatakan, program ambulans gratis, yang menjadi salah upaya Pemkab Jember dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, merupakan indikator dari pelaksanaan HAM yang baik. “Akses kesehatan, pendidikan, hak hidup adalah bagian dari HAM. Program satu desa satu ambulans ini membuat akses pada kesehatan menjadi lebih baik,” kata Yasonna. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr Siti Nurul Qamariyah MKes menuturkan, kajian atas jarak desa dengan fasilitas kesehatan, kasus kejadian penyakit, angka kematian ibu, serta permohonan masyarakat melalui musrenbangkel menjadi dasar Tim pengarah dalam penyaluran bantuan ambulan desa pada gelombang awal itu. Adapun tim pengarah, kata dia, terdiri dari bupati, wakil bupati, Forkopimda, mulai dinkes, BPKA, bappeda, dll. 

(jr/aro/was/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia