Senin, 23 Jul 2018
radarjember
icon-featured
Radar Jember

Polisi Panggil Belasan Saksi

Selasa, 19 Sep 2017 18:13 | editor : Dzikri Abdi Setia

Polisi Panggil Belasan Saksi

(Jumai/Radar Jember)

JEMBER – Polres Jember terus melakukan pemeriksaan terhadap kasus penggerebekan kepada Cafe Cloud Nine, penjual miras yang tidak berizin. Bahkan, sudah cukup banyak saksi yang dipanggil oleh Polres Jember untuk dimintai keterangan. Mereka sejauh ini masih belum menyentuh pemilik Cloud Nine yang kabarnya berasal dari Malang.

“Sudah ada belasan saksi yang dipanggil,” tegas Ahmad Deni Wahyudi, kasat Reskrim Polres Jember kemarin. Pihaknya memang sejauh ini masih fokus kepada para saksi terlebih dahulu. Karena diakuinya cukup banyak saksi yang harus diperiksa, utamanya para pegawai yang ada di Cloud Nine termasuk juga pihak manajemennya.

Deni menegaskan untuk kasus ini sudah masuk ke proses penyidikan di pihaknya. Namun, memang pihaknya belum menentukan tersangka untuk kasus yang sempat menggegerkan Jember ini. Karena sebelum menentukan tersangka, pihaknya masih akan melakukan pengumpulan alat bukti terlebih dahulu.

“Nanti kalau sudah cukup alat bukti kita sampaikan,” terangnya. Terkait dengan keberadaan pemilik cafe sendiri, Deni menuturkan pihaknya masih belum mengarah ke sana. Penyidikan sejauh ini masih dalam tahap pengumpulan alat bukti tersebut. Baru kemudian nantinya akan dilakukan langkah selanjutnya.

Terkait dengan pemilik, diakuinya, sebenarnya hanya terkait dengan pembuktian dokumen saja. Sehingga belum masuk dalam tahap untuk penyidikan ini. Pihaknya pun meminta waktu untuk penyelesaian kasus ini dengan harapan untuk penggarapannya bisa optimal.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi kemarin siang, untuk tempat kejadian perkara (TKP) sejauh ini masih dibiarkan kosong. Tidak ada aktifitas apa pun, hanya terlihat police line terbentang di depan pintu masuk cafe Cloud Nine tersebut. Warga sekitar menuturkan tidak ada aktifitas, termasuk juga tidak ada yang menengok kafe tersebut sejak kasus penggerebekan oleh polisi beberapa waktu lalu.

Karena itu, jika malam hari dibiarkan kosong dan lampu juga tidak dinyalakan, sehingga lokasi tampak gelap. Sementara itu, kafe tersebut kemungkinan masih akan lama untuk buka lagi. Apalagi, Kasatreskrim sempat menegaskan bahwa kafe tersebut akan tetap tutup sebelum pihak manajemen melengkapi perizinan yang ada.

Apalagi, mereka diketahui sama sekali tidak memiliki izin usaha. Jangankan untuk usaha jualan minuman keras, izin untuk usaha seperti Surat Izin Usaha Perdagangan dan Tanda Daftar Perdagangan (SIUP-TDP) pun tidak dikantongi oleh pihak manajemen. Hal inilah yang kemudian membuat pihak kepolisian bergerak dan menggerebek kafe ini. (ram/sh)

(jr/ram/das/JPR)

Alur Cerita Berita

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia