Minggu, 22 Jul 2018
radarjember
icon-featured
Radar Jember

Warga Ikut Resah

Minggu, 17 Sep 2017 20:00 | editor : Dzikri Abdi Setia

Warga Ikut Resah

(Heru Putranto/Radar Jember)

JEMBER – Keberadaan Cafe Cloud Nine yang menjual minuman keras secara terang-terangan ternyata sudah menjadi rasan-rasan di lingkungan sekitar.

Bahkan, meskipun baru melakukan operasional selama tiga hari namun sudah membuat warga di Lingkungan Tegalboto Kidul Kelurahan Sumbersari sudah gerah dengan usaha yang didirikan tanpa izin dengan warga sekitar.

Seperti disampaikan oleh warga Jalan Sumatra yang bernama Hartanto. Dia mengaku, keramaian di Cafe Cloud Nine lebih keras dibandingkan dengan cafe sebelumnya. “Bahkan suara sound-nya sampai tengah malam, jam 02.00,” ucapnya. 

Hal inilah yang membuat warga sekitar merasa gerah dengan keberadaan cafe tersebut. Dia dan warga lain baru tahu jika di kafe tersebut ada minuman keras, usai aksi penggerebekan Polres Jember, Jumat (15/9) malam. 

Warga mengaku, selama ini merasa tidak pernah diberitahu jika akan ada kafe baru. “Dulunya memang juga kafe, tapi tidak sekeras ini suaranya. Dan tidak buka sampai dini hari,” terangnya.

Oleh karena itu, sebagai warga sekitar, dia merasa terganggu. Namun diakuinya warga belum sempat membuat gerakan apapun, karena masih menunggu perkembangan. ”Namun, ternyata malah pihak kepolisian telah bergerak lebih dahulu dengan melakukan penyegelan terhadap kafe tersebut,” lanjutnya. 

Pihaknya bersyukur jika kemudian malah ditutup oleh pihak kepolisian. Dia juga berharap, jika memang nanti dibuka lagi, kafe itu tidak memakai sound yang keras hingga tengah malam.

Sementara dalam kegiatan penggerebekan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Jember Jumat malam, beberapa aparat pemerintah setempat juga muncul. Seperti Lurah Sumbersari Susiadi ”Keberadaan kafe ini belum mendapatkan persetujuan dari warga sekitar. Belum ada hitam di atas putih persetujuan warga sekitar,” terang Susiadi. 

Padahal, kegiatan cafe ini ternyata menganggu warga sekitar. Pihaknya juga sempat mendapatkan laporan dari warga RT 1 RW 33 Lingkungan Tegalboto Kelurahan/Kecamatan Sumbersari terkait dengan keberadaan kafe ini. 

Intinya, warga memang terganggu dengan keberadaan kafe tersebut. ”Bukan masalah minuman kerasnya. Kami mendapatkan laporan kegaduhan setiap malamnya,” jelasnya. 

Pihak kelurahan juga turun aktif untuk mendatangi masyarakat terkait dengan masalah tersebut. Dimana pihaknya sudah menemui pihak RT/RW setempat dan mengumpulkan warga. 

Dan sejauh ini warga juga belum memberikan keputusan untuk mengizinkan pendirian kafe tersebut. Selain itu, pihaknya juga menyesalkan tidak ada itikad baik pengusaha yang kabarnya dari Malang terhadap usaha kafe itu. 

Seharusnya, semua usaha apalagi jika kemudian menimbulkan keramaian, akan lebih elok jika meminta persetujuan warga sekitar dahulu. ”Bukan hanya pihak warga saja, kepada pihak pemerintah juga tidak memiliki izin apapun. Karena memang untuk mengajukan izin ke pemerintah harus izin dulu ke warga sekitar,” terangnya.

Kenyataanya, sebelum melakukan izin malah buka dahulu. Apalagi, kemudian ternyata ada minuman keras sehingga membuat pihak kepolisian bergerak dan membongkar praktek yang dilakukan Cloud Nine yang secara terang-terangan menjual minuman keras.

“Warga inginnya boleh ada kafe, tapi jangan sampai ada minuman keras,” tegas Susiadi kemarin terkait proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Polres Jember.

(jr/ram/hdi/das/JPR)

Alur Cerita Berita

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia