23.7 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Masih Ada Waktu Usul Perubahan Dapil

Tiga Skema Ditawarkan KPU Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Persiapan demi persiapan untuk menghelat Pilkada dan Pemilu Serentak 2024 mendatang sejauh ini terus digeber. Kabar terbaru, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Rencana Penataan Daerah Pemilihan, Alokasi Kursi Anggota DPR Kabupaten/Kota pada Pemilu 2024.

BACA JUGA : Taklukkan Kanada 1 – 0, Belgia Puncaki Grup F di Piala Dunia 2022 Qatar

Komisioner KPU Jember Achmad Susanto menyebut, di Kabupaten Jember selama melangsungkan pemilu, belum ada perubahan daerah pemilihan (dapil). Sebagaimana ketentuannya, dapil itu bisa diubah apabila sudah melakukan dua kali periode pemilu. “Tapi, ini sifatnya usulan, belum pasti. Karena kita pakai tiga usulan atau rancangan,” katanya kala dikonfirmasi, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam rancangan perubahan dapil dan alokasi kursi yang dirancang KPU Jember, terdapat tiga usulan. Pertama, usulan berkesinambungan dengan tetap menggunakan 6 dapil dan Kecamatan Sukowono masih di posisi dapil 1. “Karena pertumbuhan penduduk di dapil 1, terutama Patrang, Panti, dan Kaliwates, cukup signifikan. Misalnya dipaksakan, jomplang. Kursi di dapil 2 akan kembali ke dapil 1, yang awalnya dapil 1 pada 2014 itu 9, pada 2019 karena ada pertumbuhan penduduk di dapil 2, maka kursi di dapil 1 ada yang pindah ke dapil 2. Seperti ini misal kita bicara kesinambungan terkait dapil,” kata Susanto.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Persiapan demi persiapan untuk menghelat Pilkada dan Pemilu Serentak 2024 mendatang sejauh ini terus digeber. Kabar terbaru, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Rencana Penataan Daerah Pemilihan, Alokasi Kursi Anggota DPR Kabupaten/Kota pada Pemilu 2024.

BACA JUGA : Taklukkan Kanada 1 – 0, Belgia Puncaki Grup F di Piala Dunia 2022 Qatar

Komisioner KPU Jember Achmad Susanto menyebut, di Kabupaten Jember selama melangsungkan pemilu, belum ada perubahan daerah pemilihan (dapil). Sebagaimana ketentuannya, dapil itu bisa diubah apabila sudah melakukan dua kali periode pemilu. “Tapi, ini sifatnya usulan, belum pasti. Karena kita pakai tiga usulan atau rancangan,” katanya kala dikonfirmasi, kemarin.

Dalam rancangan perubahan dapil dan alokasi kursi yang dirancang KPU Jember, terdapat tiga usulan. Pertama, usulan berkesinambungan dengan tetap menggunakan 6 dapil dan Kecamatan Sukowono masih di posisi dapil 1. “Karena pertumbuhan penduduk di dapil 1, terutama Patrang, Panti, dan Kaliwates, cukup signifikan. Misalnya dipaksakan, jomplang. Kursi di dapil 2 akan kembali ke dapil 1, yang awalnya dapil 1 pada 2014 itu 9, pada 2019 karena ada pertumbuhan penduduk di dapil 2, maka kursi di dapil 1 ada yang pindah ke dapil 2. Seperti ini misal kita bicara kesinambungan terkait dapil,” kata Susanto.

SUMBERSARI, Radar Jember – Persiapan demi persiapan untuk menghelat Pilkada dan Pemilu Serentak 2024 mendatang sejauh ini terus digeber. Kabar terbaru, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Rencana Penataan Daerah Pemilihan, Alokasi Kursi Anggota DPR Kabupaten/Kota pada Pemilu 2024.

BACA JUGA : Taklukkan Kanada 1 – 0, Belgia Puncaki Grup F di Piala Dunia 2022 Qatar

Komisioner KPU Jember Achmad Susanto menyebut, di Kabupaten Jember selama melangsungkan pemilu, belum ada perubahan daerah pemilihan (dapil). Sebagaimana ketentuannya, dapil itu bisa diubah apabila sudah melakukan dua kali periode pemilu. “Tapi, ini sifatnya usulan, belum pasti. Karena kita pakai tiga usulan atau rancangan,” katanya kala dikonfirmasi, kemarin.

Dalam rancangan perubahan dapil dan alokasi kursi yang dirancang KPU Jember, terdapat tiga usulan. Pertama, usulan berkesinambungan dengan tetap menggunakan 6 dapil dan Kecamatan Sukowono masih di posisi dapil 1. “Karena pertumbuhan penduduk di dapil 1, terutama Patrang, Panti, dan Kaliwates, cukup signifikan. Misalnya dipaksakan, jomplang. Kursi di dapil 2 akan kembali ke dapil 1, yang awalnya dapil 1 pada 2014 itu 9, pada 2019 karena ada pertumbuhan penduduk di dapil 2, maka kursi di dapil 1 ada yang pindah ke dapil 2. Seperti ini misal kita bicara kesinambungan terkait dapil,” kata Susanto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca