alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pemkab Jember Harus Tahu Tata Kelola Kawasan

Khawatirkan Dampak yang Berkelanjutan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Ketiadaan perda rencana detail tata ruang (RDTR), dan belum beresnya Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) terus memicu kekhawatiran publik. Setelah sempat disuarakan salah satu fraksi kala paripurna LPP APBD 2021, belum lama ini, seruan serupa juga datang dari salah satu organisasi alumni Cipayung di Jember.

BACA JUGA : Hari Kelima, Area Pencarian Korban KM TB Rita 103 Diperluas

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Jember Ahmad Hadinuddin menguraikan, pemerintah daerah hari ini terlalu fokus mengurus megaproyek multiyears. Namun, perda yang semestinya menjadi prioritas justru jalan di tempat. “Blue print ini (RTRW dan RDTR, Red) sangat strategis, karena mengatur agar Jember lebih baik. Jika tidak punya, sama saja pemerintah membiarkan masyarakat dalam kegelapan hukum penggunaan wilayah,” urai Hadinuddin.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Ketiadaan perda rencana detail tata ruang (RDTR), dan belum beresnya Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) terus memicu kekhawatiran publik. Setelah sempat disuarakan salah satu fraksi kala paripurna LPP APBD 2021, belum lama ini, seruan serupa juga datang dari salah satu organisasi alumni Cipayung di Jember.

BACA JUGA : Hari Kelima, Area Pencarian Korban KM TB Rita 103 Diperluas

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Jember Ahmad Hadinuddin menguraikan, pemerintah daerah hari ini terlalu fokus mengurus megaproyek multiyears. Namun, perda yang semestinya menjadi prioritas justru jalan di tempat. “Blue print ini (RTRW dan RDTR, Red) sangat strategis, karena mengatur agar Jember lebih baik. Jika tidak punya, sama saja pemerintah membiarkan masyarakat dalam kegelapan hukum penggunaan wilayah,” urai Hadinuddin.

SUMBERSARI, Radar Jember – Ketiadaan perda rencana detail tata ruang (RDTR), dan belum beresnya Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) terus memicu kekhawatiran publik. Setelah sempat disuarakan salah satu fraksi kala paripurna LPP APBD 2021, belum lama ini, seruan serupa juga datang dari salah satu organisasi alumni Cipayung di Jember.

BACA JUGA : Hari Kelima, Area Pencarian Korban KM TB Rita 103 Diperluas

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Jember Ahmad Hadinuddin menguraikan, pemerintah daerah hari ini terlalu fokus mengurus megaproyek multiyears. Namun, perda yang semestinya menjadi prioritas justru jalan di tempat. “Blue print ini (RTRW dan RDTR, Red) sangat strategis, karena mengatur agar Jember lebih baik. Jika tidak punya, sama saja pemerintah membiarkan masyarakat dalam kegelapan hukum penggunaan wilayah,” urai Hadinuddin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/