alexametrics
23.1 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Asprov Anggap Dualisme Persid Belum Tuntas

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara, bila 2021 juga digulirkan kompetisi dan tidak ada pandemi, serta dualisme masih terjadi, dampaknya akan fatal. Tidak sekadar pelarangan ikut kompetisi, tapi nama Persid akan dihapus dari keanggotaan.

Perlu diketahui, dualisme terjadi setidaknya seusai kompetisi Liga III 2019 lalu. Sekitar Maret 2020, pembina YPJ membuat yayasan baru dan menunjuk Jo sebagai Ketua Pengurus YPJ. Sementara itu, Ketua Pengurus YPJ sebelumnya, Sunardi, juga masih merasa punya hak yang sama.

Akibatnya, pada 2020 Persid terjadi dualisme dan itu diketahui saat Liga III hendak diputar. Di meja pendaftaran, ada dua nama Persid Jember yang mendaftar. Beruntung, kompetisi ditunda karena pandemi. Namun, Persid versi Sunardi akhirnya melepaskan dan menyerahkan ke Bupati Jember Hendy Siswanto seusai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) di gedung DPRD Jember, Selasa (30/3) lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, Suparno, Ketua Pembina YPJ, mengatakan, sejauh ini pihaknya menunggu pertemuan dengan bupati dan telah dua kali mengajukan surat untuk bertemu bupati. Setelah berjumpa dengan bupati inilah, kata dia, pembina akan bersikap dan menentukan langkah.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Sementara, bila 2021 juga digulirkan kompetisi dan tidak ada pandemi, serta dualisme masih terjadi, dampaknya akan fatal. Tidak sekadar pelarangan ikut kompetisi, tapi nama Persid akan dihapus dari keanggotaan.

Perlu diketahui, dualisme terjadi setidaknya seusai kompetisi Liga III 2019 lalu. Sekitar Maret 2020, pembina YPJ membuat yayasan baru dan menunjuk Jo sebagai Ketua Pengurus YPJ. Sementara itu, Ketua Pengurus YPJ sebelumnya, Sunardi, juga masih merasa punya hak yang sama.

Akibatnya, pada 2020 Persid terjadi dualisme dan itu diketahui saat Liga III hendak diputar. Di meja pendaftaran, ada dua nama Persid Jember yang mendaftar. Beruntung, kompetisi ditunda karena pandemi. Namun, Persid versi Sunardi akhirnya melepaskan dan menyerahkan ke Bupati Jember Hendy Siswanto seusai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) di gedung DPRD Jember, Selasa (30/3) lalu.

Sebelumnya, Suparno, Ketua Pembina YPJ, mengatakan, sejauh ini pihaknya menunggu pertemuan dengan bupati dan telah dua kali mengajukan surat untuk bertemu bupati. Setelah berjumpa dengan bupati inilah, kata dia, pembina akan bersikap dan menentukan langkah.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Sementara, bila 2021 juga digulirkan kompetisi dan tidak ada pandemi, serta dualisme masih terjadi, dampaknya akan fatal. Tidak sekadar pelarangan ikut kompetisi, tapi nama Persid akan dihapus dari keanggotaan.

Perlu diketahui, dualisme terjadi setidaknya seusai kompetisi Liga III 2019 lalu. Sekitar Maret 2020, pembina YPJ membuat yayasan baru dan menunjuk Jo sebagai Ketua Pengurus YPJ. Sementara itu, Ketua Pengurus YPJ sebelumnya, Sunardi, juga masih merasa punya hak yang sama.

Akibatnya, pada 2020 Persid terjadi dualisme dan itu diketahui saat Liga III hendak diputar. Di meja pendaftaran, ada dua nama Persid Jember yang mendaftar. Beruntung, kompetisi ditunda karena pandemi. Namun, Persid versi Sunardi akhirnya melepaskan dan menyerahkan ke Bupati Jember Hendy Siswanto seusai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) di gedung DPRD Jember, Selasa (30/3) lalu.

Sebelumnya, Suparno, Ketua Pembina YPJ, mengatakan, sejauh ini pihaknya menunggu pertemuan dengan bupati dan telah dua kali mengajukan surat untuk bertemu bupati. Setelah berjumpa dengan bupati inilah, kata dia, pembina akan bersikap dan menentukan langkah.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/