24.9 C
Jember
Saturday, 25 March 2023

Sudah Meninggal Masih Tercatat Pemilih

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pemutakhiran data calon pemilih untuk Pemilu 2024 masih menjadi gawe KPU Jember. Setidaknya ada 7.686 orang yang menjadi panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih), sesuai dengan jumlah TPS di Kabupaten Jember.

BACA JUGA : Polisi Pamerkan Wajah Anak Pejabat Penganiaya David

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi mengatakan, pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 itu dinilainya berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Secara prinsip, pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 menggunakan prinsip de jure. Artinya, pendataan pemilih berbasis administrasi kependudukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Itulah sebabnya, dalam berjalannya proses pendataan, ada peluang warga yang telah meninggal tetap tercatat sebagai pemilih karena tidak ada bukti meninggal berupa akta atau surat keterangan (suket). “Jika tidak disertai akta/suket kematian, itu masih muncul dalam data daftar pemilih kita, karena kita tidak bisa mencoret pemilih tersebut tanpa disertai suket kematian dari Dinas Kependudukan atau dari desa/kelurahan,” katanya, kemarin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pemutakhiran data calon pemilih untuk Pemilu 2024 masih menjadi gawe KPU Jember. Setidaknya ada 7.686 orang yang menjadi panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih), sesuai dengan jumlah TPS di Kabupaten Jember.

BACA JUGA : Polisi Pamerkan Wajah Anak Pejabat Penganiaya David

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi mengatakan, pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 itu dinilainya berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Secara prinsip, pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 menggunakan prinsip de jure. Artinya, pendataan pemilih berbasis administrasi kependudukan.

Itulah sebabnya, dalam berjalannya proses pendataan, ada peluang warga yang telah meninggal tetap tercatat sebagai pemilih karena tidak ada bukti meninggal berupa akta atau surat keterangan (suket). “Jika tidak disertai akta/suket kematian, itu masih muncul dalam data daftar pemilih kita, karena kita tidak bisa mencoret pemilih tersebut tanpa disertai suket kematian dari Dinas Kependudukan atau dari desa/kelurahan,” katanya, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses pemutakhiran data calon pemilih untuk Pemilu 2024 masih menjadi gawe KPU Jember. Setidaknya ada 7.686 orang yang menjadi panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih), sesuai dengan jumlah TPS di Kabupaten Jember.

BACA JUGA : Polisi Pamerkan Wajah Anak Pejabat Penganiaya David

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi mengatakan, pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 itu dinilainya berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Secara prinsip, pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 menggunakan prinsip de jure. Artinya, pendataan pemilih berbasis administrasi kependudukan.

Itulah sebabnya, dalam berjalannya proses pendataan, ada peluang warga yang telah meninggal tetap tercatat sebagai pemilih karena tidak ada bukti meninggal berupa akta atau surat keterangan (suket). “Jika tidak disertai akta/suket kematian, itu masih muncul dalam data daftar pemilih kita, karena kita tidak bisa mencoret pemilih tersebut tanpa disertai suket kematian dari Dinas Kependudukan atau dari desa/kelurahan,” katanya, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca