alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pemkab Nunggak Premi, Cuci Darah Harus Bayar Sendiri

Aduan Pegawai Pemerintah ke Ombudsman Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai memahami cara melakukan pengaduan terkait mal administrasi penyelenggaraan pelayanan publik. Hal ini disampaikan oleh Agus Muttaqin, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, saat berkunjung di Kantor Jawa Pos Radar Jember, Selasa (23/2).

Dia mengatakan, pihaknya membuka lebar penerimaan pengaduan dari setiap warga yang mengalami masalah dalam pelayanan publik di pemerintahan. “Sebagian masyarakat mulai memahami pelaporan. Terutama bagi kalangan akademisi yang mengerti tugas-tugas Ombudsman,” ungkapnya.

Agus mengungkapkan, salah satu persoalan terbaru yang tengah dilaporkan masyarakat Jember adalah di bidang pelayanan kesehatan. Kasusnya, ada seorang pengguna BPJS Kesehatan yang istrinya hendak melakukan cuci darah. Namun, pihak rumah sakit meminta sejumlah biaya pengobatan saat akan melakukan terapi cuci darah itu. Pengadu tersebut merupakan seorang pegawai di Pemkab Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengadu semakin terkejut ketika mendengar keterangan bahwa BPJS Kesehatan tidak dapat menanggung biaya pengobatan itu. Karena selama ini anggaran untuk pembayaran premi, baik untuk PNS maupun PPPK di Pemkab Jember, tidak ada. Anggaran yang harus dibayarkan oleh pemkab tersebut baru akan disalurkan pada Maret mendatang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai memahami cara melakukan pengaduan terkait mal administrasi penyelenggaraan pelayanan publik. Hal ini disampaikan oleh Agus Muttaqin, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, saat berkunjung di Kantor Jawa Pos Radar Jember, Selasa (23/2).

Dia mengatakan, pihaknya membuka lebar penerimaan pengaduan dari setiap warga yang mengalami masalah dalam pelayanan publik di pemerintahan. “Sebagian masyarakat mulai memahami pelaporan. Terutama bagi kalangan akademisi yang mengerti tugas-tugas Ombudsman,” ungkapnya.

Agus mengungkapkan, salah satu persoalan terbaru yang tengah dilaporkan masyarakat Jember adalah di bidang pelayanan kesehatan. Kasusnya, ada seorang pengguna BPJS Kesehatan yang istrinya hendak melakukan cuci darah. Namun, pihak rumah sakit meminta sejumlah biaya pengobatan saat akan melakukan terapi cuci darah itu. Pengadu tersebut merupakan seorang pegawai di Pemkab Jember.

Pengadu semakin terkejut ketika mendengar keterangan bahwa BPJS Kesehatan tidak dapat menanggung biaya pengobatan itu. Karena selama ini anggaran untuk pembayaran premi, baik untuk PNS maupun PPPK di Pemkab Jember, tidak ada. Anggaran yang harus dibayarkan oleh pemkab tersebut baru akan disalurkan pada Maret mendatang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai memahami cara melakukan pengaduan terkait mal administrasi penyelenggaraan pelayanan publik. Hal ini disampaikan oleh Agus Muttaqin, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur, saat berkunjung di Kantor Jawa Pos Radar Jember, Selasa (23/2).

Dia mengatakan, pihaknya membuka lebar penerimaan pengaduan dari setiap warga yang mengalami masalah dalam pelayanan publik di pemerintahan. “Sebagian masyarakat mulai memahami pelaporan. Terutama bagi kalangan akademisi yang mengerti tugas-tugas Ombudsman,” ungkapnya.

Agus mengungkapkan, salah satu persoalan terbaru yang tengah dilaporkan masyarakat Jember adalah di bidang pelayanan kesehatan. Kasusnya, ada seorang pengguna BPJS Kesehatan yang istrinya hendak melakukan cuci darah. Namun, pihak rumah sakit meminta sejumlah biaya pengobatan saat akan melakukan terapi cuci darah itu. Pengadu tersebut merupakan seorang pegawai di Pemkab Jember.

Pengadu semakin terkejut ketika mendengar keterangan bahwa BPJS Kesehatan tidak dapat menanggung biaya pengobatan itu. Karena selama ini anggaran untuk pembayaran premi, baik untuk PNS maupun PPPK di Pemkab Jember, tidak ada. Anggaran yang harus dibayarkan oleh pemkab tersebut baru akan disalurkan pada Maret mendatang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/