29.3 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Ciptakan Keadilan Pileg, Dapil Pemilu Berubah

Jumlah Pemilih dan Jatah Kursi Jadi Pertimbangan Khusus

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota kembali dilakukan pengkajian ulang oleh KPU Jember, kemarin (22/11). Hal itu erat kaitannya dengan penataan ulang kursi di setiap dapil yang ada di Jember pada Pemilu 2024. Mengingat pertumbuhan penduduk di Jember terbilang pesat, terutama untuk dapil satu.

BACA JUGA : Waspada Banjir, Sungai Semangir Sempat Meluap

KPU Jatim telah menetapkan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) di Jember sebanyak 2,5 juta. Hal itu bermakna jumlah kursi DPRD Jember pada Pemilu 2024 tetap sebanyak 50 kursi. Jumlah itu sama dengan Pemilu 2019 lalu. Namun, saat ini diprediksi ada ketimpangan jumlah kursi antardapil. Karenanya, KPU Jember melakukan kajian ulang PKPU Nomor 6 tersebut dalam rangka pemerataan jumlah kursi dalam setiap dapilnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Komisioner KPU Jember Achmad Susanto mengatakan, pada acara sosialisasi kali ini, pihaknya mengajak para stakeholder untuk melakukan pengkajian ulang terkait penataan kursi semua dapil di Jember. Di antaranya pimpinan daerah Jember, seluruh partai politik di Jember, Bawaslu Jember, dan organisasi masyarakat yang ada di Jember. “Kami mengajak sejumlah pihak terkait untuk memberikan masukan kepada KPU, dalam menata kursi persiapan Pemilu 2024,” kata pria yang membidangi Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jember tersebut.

Menurutnya, kajian itu dimaksudkan untuk menata alokasi kursi dalam setiap dapil di Jember. Pasalnya, pada Pemilu 2024 dibarengi dengan pertumbuhan penduduk yang pesat di Jember. Sehingga, menyebabkan ketimpangan jumlah kursi antar dapil. “Ada dapil yang jumlah kursinya 10, sementara dapil lain masih berjumlah 5 kursi. Ini kan jomplang, maka kami membahas ulang, dalam rangka meratakan jumlah kursi ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota kembali dilakukan pengkajian ulang oleh KPU Jember, kemarin (22/11). Hal itu erat kaitannya dengan penataan ulang kursi di setiap dapil yang ada di Jember pada Pemilu 2024. Mengingat pertumbuhan penduduk di Jember terbilang pesat, terutama untuk dapil satu.

BACA JUGA : Waspada Banjir, Sungai Semangir Sempat Meluap

KPU Jatim telah menetapkan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) di Jember sebanyak 2,5 juta. Hal itu bermakna jumlah kursi DPRD Jember pada Pemilu 2024 tetap sebanyak 50 kursi. Jumlah itu sama dengan Pemilu 2019 lalu. Namun, saat ini diprediksi ada ketimpangan jumlah kursi antardapil. Karenanya, KPU Jember melakukan kajian ulang PKPU Nomor 6 tersebut dalam rangka pemerataan jumlah kursi dalam setiap dapilnya.

Komisioner KPU Jember Achmad Susanto mengatakan, pada acara sosialisasi kali ini, pihaknya mengajak para stakeholder untuk melakukan pengkajian ulang terkait penataan kursi semua dapil di Jember. Di antaranya pimpinan daerah Jember, seluruh partai politik di Jember, Bawaslu Jember, dan organisasi masyarakat yang ada di Jember. “Kami mengajak sejumlah pihak terkait untuk memberikan masukan kepada KPU, dalam menata kursi persiapan Pemilu 2024,” kata pria yang membidangi Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jember tersebut.

Menurutnya, kajian itu dimaksudkan untuk menata alokasi kursi dalam setiap dapil di Jember. Pasalnya, pada Pemilu 2024 dibarengi dengan pertumbuhan penduduk yang pesat di Jember. Sehingga, menyebabkan ketimpangan jumlah kursi antar dapil. “Ada dapil yang jumlah kursinya 10, sementara dapil lain masih berjumlah 5 kursi. Ini kan jomplang, maka kami membahas ulang, dalam rangka meratakan jumlah kursi ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

SUMBERSARI, Radar Jember – Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota kembali dilakukan pengkajian ulang oleh KPU Jember, kemarin (22/11). Hal itu erat kaitannya dengan penataan ulang kursi di setiap dapil yang ada di Jember pada Pemilu 2024. Mengingat pertumbuhan penduduk di Jember terbilang pesat, terutama untuk dapil satu.

BACA JUGA : Waspada Banjir, Sungai Semangir Sempat Meluap

KPU Jatim telah menetapkan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) di Jember sebanyak 2,5 juta. Hal itu bermakna jumlah kursi DPRD Jember pada Pemilu 2024 tetap sebanyak 50 kursi. Jumlah itu sama dengan Pemilu 2019 lalu. Namun, saat ini diprediksi ada ketimpangan jumlah kursi antardapil. Karenanya, KPU Jember melakukan kajian ulang PKPU Nomor 6 tersebut dalam rangka pemerataan jumlah kursi dalam setiap dapilnya.

Komisioner KPU Jember Achmad Susanto mengatakan, pada acara sosialisasi kali ini, pihaknya mengajak para stakeholder untuk melakukan pengkajian ulang terkait penataan kursi semua dapil di Jember. Di antaranya pimpinan daerah Jember, seluruh partai politik di Jember, Bawaslu Jember, dan organisasi masyarakat yang ada di Jember. “Kami mengajak sejumlah pihak terkait untuk memberikan masukan kepada KPU, dalam menata kursi persiapan Pemilu 2024,” kata pria yang membidangi Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jember tersebut.

Menurutnya, kajian itu dimaksudkan untuk menata alokasi kursi dalam setiap dapil di Jember. Pasalnya, pada Pemilu 2024 dibarengi dengan pertumbuhan penduduk yang pesat di Jember. Sehingga, menyebabkan ketimpangan jumlah kursi antar dapil. “Ada dapil yang jumlah kursinya 10, sementara dapil lain masih berjumlah 5 kursi. Ini kan jomplang, maka kami membahas ulang, dalam rangka meratakan jumlah kursi ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/