alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Jadi Calon Kades Rela Pensiun Dini

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Sadi, Kasi Kemasyarakatan di kantor Kecamatan Dawarblandong, memilih pensiun diri agar bisa berkompetisi dalam pilkades serentak September mendatang. Keputusan warga Desa Gunungan itu diambil, setelah pengajuan cuti PNS ditolak pemerintah daerah.

BACA JUGA: Naaah, Tuh Kan, Eropa Aja Berburu Batubara, Indonesia Harus Apa?

Penolakan pemberian izin oleh Bupati Ikfina Fahmawati selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) tertuang dalam surat bernomor 800/2574/416-204/2022 perihal pemberitahuan PNS karena mencalonkan diri sebagai kades.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, Teguh Gunarko, Sekdakab Mojokerto, membenarkan jika setelah sebelumnya pengajuan cuti PNS-nya ditolak. Sebagai klarifikasi keseriusannya, Senin (20/6), Sadi sudah dipanggil untuk menjelaskan secara langsung ke bupati selaku PPK atas keputusan tersebut.

Sebenarnya, penolakan izin dikeluarkan pemda bukan tanpa dasar dan pertimbangan matang. Berbagai masukan juga ditampung pemda untuk mengambil keputusan tersebut. Selain karena masih kekurangan pegawai, sosok Sadi ini juga masih dibutuhkan di kantor kecamatan.

Hal ini sesuai rekomendasi dan pertimbangan Plt Camat Dawarblandong, Akhmat Taufiq. Diakui memang tidak mudah mencari pengganti Pak Sadi ini. Beliau juga pejabat. Artinya, kedudukan beliau dibutuhkan oleh masyarakat.

Teguh menegaskan, penolakan ini bukan berarti membatasi dan menjegal warga untuk maju menjadi salah satu kompetitor dalam pilkades serentak September mendatang. Sebelumnya, warga Desa Gunungan, Kecamatan Dawarbandong, bergejolak.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Sadi, Kasi Kemasyarakatan di kantor Kecamatan Dawarblandong, memilih pensiun diri agar bisa berkompetisi dalam pilkades serentak September mendatang. Keputusan warga Desa Gunungan itu diambil, setelah pengajuan cuti PNS ditolak pemerintah daerah.

BACA JUGA: Naaah, Tuh Kan, Eropa Aja Berburu Batubara, Indonesia Harus Apa?

Penolakan pemberian izin oleh Bupati Ikfina Fahmawati selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) tertuang dalam surat bernomor 800/2574/416-204/2022 perihal pemberitahuan PNS karena mencalonkan diri sebagai kades.

Terpisah, Teguh Gunarko, Sekdakab Mojokerto, membenarkan jika setelah sebelumnya pengajuan cuti PNS-nya ditolak. Sebagai klarifikasi keseriusannya, Senin (20/6), Sadi sudah dipanggil untuk menjelaskan secara langsung ke bupati selaku PPK atas keputusan tersebut.

Sebenarnya, penolakan izin dikeluarkan pemda bukan tanpa dasar dan pertimbangan matang. Berbagai masukan juga ditampung pemda untuk mengambil keputusan tersebut. Selain karena masih kekurangan pegawai, sosok Sadi ini juga masih dibutuhkan di kantor kecamatan.

Hal ini sesuai rekomendasi dan pertimbangan Plt Camat Dawarblandong, Akhmat Taufiq. Diakui memang tidak mudah mencari pengganti Pak Sadi ini. Beliau juga pejabat. Artinya, kedudukan beliau dibutuhkan oleh masyarakat.

Teguh menegaskan, penolakan ini bukan berarti membatasi dan menjegal warga untuk maju menjadi salah satu kompetitor dalam pilkades serentak September mendatang. Sebelumnya, warga Desa Gunungan, Kecamatan Dawarbandong, bergejolak.

RADARJEMBER.ID – Sadi, Kasi Kemasyarakatan di kantor Kecamatan Dawarblandong, memilih pensiun diri agar bisa berkompetisi dalam pilkades serentak September mendatang. Keputusan warga Desa Gunungan itu diambil, setelah pengajuan cuti PNS ditolak pemerintah daerah.

BACA JUGA: Naaah, Tuh Kan, Eropa Aja Berburu Batubara, Indonesia Harus Apa?

Penolakan pemberian izin oleh Bupati Ikfina Fahmawati selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) tertuang dalam surat bernomor 800/2574/416-204/2022 perihal pemberitahuan PNS karena mencalonkan diri sebagai kades.

Terpisah, Teguh Gunarko, Sekdakab Mojokerto, membenarkan jika setelah sebelumnya pengajuan cuti PNS-nya ditolak. Sebagai klarifikasi keseriusannya, Senin (20/6), Sadi sudah dipanggil untuk menjelaskan secara langsung ke bupati selaku PPK atas keputusan tersebut.

Sebenarnya, penolakan izin dikeluarkan pemda bukan tanpa dasar dan pertimbangan matang. Berbagai masukan juga ditampung pemda untuk mengambil keputusan tersebut. Selain karena masih kekurangan pegawai, sosok Sadi ini juga masih dibutuhkan di kantor kecamatan.

Hal ini sesuai rekomendasi dan pertimbangan Plt Camat Dawarblandong, Akhmat Taufiq. Diakui memang tidak mudah mencari pengganti Pak Sadi ini. Beliau juga pejabat. Artinya, kedudukan beliau dibutuhkan oleh masyarakat.

Teguh menegaskan, penolakan ini bukan berarti membatasi dan menjegal warga untuk maju menjadi salah satu kompetitor dalam pilkades serentak September mendatang. Sebelumnya, warga Desa Gunungan, Kecamatan Dawarbandong, bergejolak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/