alexametrics
23.2 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Pinjamkan Bendera, Terima Ratusan Juta

- Modus Korupsi Pasar Manggisan Jilid II

- Berkas Siap Dilimpahkan ke Tipikor

Mobile_AP_Rectangle 1

Diketahui sebelumnya, Agus Salim menjadi buronan dan akhirnya tertangkap di sebuah hotel di daerah Jakarta, akhir Maret kemarin. Kedua tersangka AS dan MHS sejatinya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Pasar Manggisan pada 7 Januari lalu.

Pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid II itu berdasarkan hasil pengembangan perkara korupsi dengan surat perintah yang diterbitkan 12 November 2020 lalu. Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor Surabaya yang menjerat empat terdakwa, ada dugaan keterlibatan orang lain dalam perkara rasuah ini. Munculnya keterangan dua tersangka baru tersebut juga berdasarkan fakta persidangan dari terdakwa Edhi Sandi Abdurahman pada sidang tipikor, 15 September 2020. Edhi Sandi masih terhubung kerabat dengan Agus Salim.

Dalam kasus korupsi Pasar Manggisan jilid I, terdapat empat terdakwa yang disidangkan di pengadilan tipikor. Yaitu Irawan Sugeng alias Dodik, direktur dan pemilik PT Maksi Solusi Enjinering (PT MSE), yang merupakan konsultan perencana proyek Pasar Manggisan. Dia divonis bebas oleh majelis hakim PN Tipikor Surabaya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nasib Dodik berbeda dengan tiga terdakwa lainnya. M Fariz Nurhidayat, pegawai PT MSE, justru divonis 5 tahun penjara, denda Rp 200 juta, serta mengganti kerugian negara sekitar Rp 90 juta. Sedangkan lainnya, Anas Maruf, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sementara itu, Edhi Sandi dijatuhi hukuman paling berat, yakni 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Edy juga harus mengganti kerugian negara sebesar Rp 1 miliar.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Diketahui sebelumnya, Agus Salim menjadi buronan dan akhirnya tertangkap di sebuah hotel di daerah Jakarta, akhir Maret kemarin. Kedua tersangka AS dan MHS sejatinya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Pasar Manggisan pada 7 Januari lalu.

Pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid II itu berdasarkan hasil pengembangan perkara korupsi dengan surat perintah yang diterbitkan 12 November 2020 lalu. Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor Surabaya yang menjerat empat terdakwa, ada dugaan keterlibatan orang lain dalam perkara rasuah ini. Munculnya keterangan dua tersangka baru tersebut juga berdasarkan fakta persidangan dari terdakwa Edhi Sandi Abdurahman pada sidang tipikor, 15 September 2020. Edhi Sandi masih terhubung kerabat dengan Agus Salim.

Dalam kasus korupsi Pasar Manggisan jilid I, terdapat empat terdakwa yang disidangkan di pengadilan tipikor. Yaitu Irawan Sugeng alias Dodik, direktur dan pemilik PT Maksi Solusi Enjinering (PT MSE), yang merupakan konsultan perencana proyek Pasar Manggisan. Dia divonis bebas oleh majelis hakim PN Tipikor Surabaya.

Nasib Dodik berbeda dengan tiga terdakwa lainnya. M Fariz Nurhidayat, pegawai PT MSE, justru divonis 5 tahun penjara, denda Rp 200 juta, serta mengganti kerugian negara sekitar Rp 90 juta. Sedangkan lainnya, Anas Maruf, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sementara itu, Edhi Sandi dijatuhi hukuman paling berat, yakni 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Edy juga harus mengganti kerugian negara sebesar Rp 1 miliar.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

Diketahui sebelumnya, Agus Salim menjadi buronan dan akhirnya tertangkap di sebuah hotel di daerah Jakarta, akhir Maret kemarin. Kedua tersangka AS dan MHS sejatinya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Pasar Manggisan pada 7 Januari lalu.

Pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid II itu berdasarkan hasil pengembangan perkara korupsi dengan surat perintah yang diterbitkan 12 November 2020 lalu. Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor Surabaya yang menjerat empat terdakwa, ada dugaan keterlibatan orang lain dalam perkara rasuah ini. Munculnya keterangan dua tersangka baru tersebut juga berdasarkan fakta persidangan dari terdakwa Edhi Sandi Abdurahman pada sidang tipikor, 15 September 2020. Edhi Sandi masih terhubung kerabat dengan Agus Salim.

Dalam kasus korupsi Pasar Manggisan jilid I, terdapat empat terdakwa yang disidangkan di pengadilan tipikor. Yaitu Irawan Sugeng alias Dodik, direktur dan pemilik PT Maksi Solusi Enjinering (PT MSE), yang merupakan konsultan perencana proyek Pasar Manggisan. Dia divonis bebas oleh majelis hakim PN Tipikor Surabaya.

Nasib Dodik berbeda dengan tiga terdakwa lainnya. M Fariz Nurhidayat, pegawai PT MSE, justru divonis 5 tahun penjara, denda Rp 200 juta, serta mengganti kerugian negara sekitar Rp 90 juta. Sedangkan lainnya, Anas Maruf, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sementara itu, Edhi Sandi dijatuhi hukuman paling berat, yakni 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Edy juga harus mengganti kerugian negara sebesar Rp 1 miliar.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/