alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Tegaskan Tidak Ada Tempat Bagi NII 

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA,-RADARJEMBER.ID-Komjen Boy Rafli Amar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan, negara tidak mentolerir segala bentuk ideologi menentang Pancasila berkembang di Indonesia. Seperti Negara Islam Indonesia (NII) dan terus berusaha muncul.

BACA JUGA: Pemeriksaan Bendahara Umum PB NU Jalan Terus

“Tidak ada tempat bagi siapapun dan ingin mencapai tujuan, apalagi tujuan politik, mendirikan Negara Islam Indonesia (NII), mengerahkan anak-anak muda, dan mengarah pada aksi-aksi mengarah pada kekerasan karena itu tidak bakalan memberi kesempatan untuk NII di tanah air tercinta ini,” kata Boy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Boy mengatakan, kegiatan radikalisme dilarang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Persiapan unsur-unsur kekerasan dan mengarah pada aksi terorisme dapat dijerat undang-undang tersebut.Ketika mereka akan melakukan persiapan, rapat melaksanakan pelatihan, dianggap perbuatan mengarah kekerasan.

Atas dasar itu, warga terutama anak muda diharapkan lebih waspada terhadap ajakan kelompok NII. Sebab, ideologi ini mengajarkan untuk memusuhi negara.Pemerintah tidak ingin generasi muda kita di masa depan menjadi generasi disorientasi terhadap bangsa sendiri, dia tidak tahu bangsanya, nilai-nilai luhurnya apa?, dasar negaranya apa?, ideologinya apa?.

- Advertisement -

JAKARTA,-RADARJEMBER.ID-Komjen Boy Rafli Amar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan, negara tidak mentolerir segala bentuk ideologi menentang Pancasila berkembang di Indonesia. Seperti Negara Islam Indonesia (NII) dan terus berusaha muncul.

BACA JUGA: Pemeriksaan Bendahara Umum PB NU Jalan Terus

“Tidak ada tempat bagi siapapun dan ingin mencapai tujuan, apalagi tujuan politik, mendirikan Negara Islam Indonesia (NII), mengerahkan anak-anak muda, dan mengarah pada aksi-aksi mengarah pada kekerasan karena itu tidak bakalan memberi kesempatan untuk NII di tanah air tercinta ini,” kata Boy.

Boy mengatakan, kegiatan radikalisme dilarang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Persiapan unsur-unsur kekerasan dan mengarah pada aksi terorisme dapat dijerat undang-undang tersebut.Ketika mereka akan melakukan persiapan, rapat melaksanakan pelatihan, dianggap perbuatan mengarah kekerasan.

Atas dasar itu, warga terutama anak muda diharapkan lebih waspada terhadap ajakan kelompok NII. Sebab, ideologi ini mengajarkan untuk memusuhi negara.Pemerintah tidak ingin generasi muda kita di masa depan menjadi generasi disorientasi terhadap bangsa sendiri, dia tidak tahu bangsanya, nilai-nilai luhurnya apa?, dasar negaranya apa?, ideologinya apa?.

JAKARTA,-RADARJEMBER.ID-Komjen Boy Rafli Amar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan, negara tidak mentolerir segala bentuk ideologi menentang Pancasila berkembang di Indonesia. Seperti Negara Islam Indonesia (NII) dan terus berusaha muncul.

BACA JUGA: Pemeriksaan Bendahara Umum PB NU Jalan Terus

“Tidak ada tempat bagi siapapun dan ingin mencapai tujuan, apalagi tujuan politik, mendirikan Negara Islam Indonesia (NII), mengerahkan anak-anak muda, dan mengarah pada aksi-aksi mengarah pada kekerasan karena itu tidak bakalan memberi kesempatan untuk NII di tanah air tercinta ini,” kata Boy.

Boy mengatakan, kegiatan radikalisme dilarang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Persiapan unsur-unsur kekerasan dan mengarah pada aksi terorisme dapat dijerat undang-undang tersebut.Ketika mereka akan melakukan persiapan, rapat melaksanakan pelatihan, dianggap perbuatan mengarah kekerasan.

Atas dasar itu, warga terutama anak muda diharapkan lebih waspada terhadap ajakan kelompok NII. Sebab, ideologi ini mengajarkan untuk memusuhi negara.Pemerintah tidak ingin generasi muda kita di masa depan menjadi generasi disorientasi terhadap bangsa sendiri, dia tidak tahu bangsanya, nilai-nilai luhurnya apa?, dasar negaranya apa?, ideologinya apa?.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/