alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Gotong Royong, PKB, Gerindra, Nasdem, PAN, PDIP Dirikan Posko Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

BARATAN, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi korona belum berakhir di Kabupaten Jember maupun di Indonesia. Banyak pihak turut bergerak membantu pencegahan penyebaran virus serta meringankan beban warga. Salah satunya seperti dilakukan DPC PDIP Jember.

Politisi PDIP Jember Widarto menyebut, kasus aktif di Kota Suwar-Suwir ini masih cukup tinggi. Sementara itu, warga yang telah divaksin hanya 12 persen dari sekitar 2,5 juta jiwa penduduk Jember. “Tingkat kematian dari kasus yang terjadi di Jember juga cukup tinggi. Sehingga, perlu perjuangan untuk terus mencegahnya bersama-sama. Di sisi lain, kami bergotong royong membantu meringankan beban warga,” katanya.

Dalam serangkaian peringatan HUT RI ke-76 tahun, PDIP Jember mendirikan sejumlah posko yang tersebar di berbagai tempat. Posko itu untuk memberi informasi berkaitan dengan Covid-19, protokol kesehatan, hingga layanan vaksinasi. “Kami melakukan advokasi kepada banyak warga. Tujuannya, tidak lain untuk mencegah penyebaran korona,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain posko, para kader dan relawan juga blusukan ke sejumlah tempat. Ada yang mendatangi warga yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman), membantu warga kurang mampu, hingga memberikan pencerahan tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan. “Dilakukan di banyak tempat. APD dan sembako juga kami berikan kepada warga isoman dan kurang mampu,” ungkapnya.

Menyikapi belum berakhirnya pandemi korona, menurutnya, Satgas Covid-19 harus terus melakukan vaksinasi terhadap warga Jember. “Selama vaksin masih ada, terus lakukan vaksinasi. Sebelum habis, segera koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar stok vaksin tidak telat,” cetusnya.

Apabila vaksinasi dilakukan secara masif, maka bisa dengan cepat terselesaikan. Misalnya, dalam sehari dilakukan di 31 kecamatan dengan sasaran 100 orang per hari, maka hasilnya akan signifikan. Jika sasarannya lebih dikhususkan pada dua desa dalam satu kecamatan, setidaknya akan ada 6.200 orang yang tervaksin dalam sehari. “Setiap kecamatan ada Satgas Covid-19. Kalau masif, vaksinasi bisa cepat selesai,” ungkapnya.

- Advertisement -

BARATAN, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi korona belum berakhir di Kabupaten Jember maupun di Indonesia. Banyak pihak turut bergerak membantu pencegahan penyebaran virus serta meringankan beban warga. Salah satunya seperti dilakukan DPC PDIP Jember.

Politisi PDIP Jember Widarto menyebut, kasus aktif di Kota Suwar-Suwir ini masih cukup tinggi. Sementara itu, warga yang telah divaksin hanya 12 persen dari sekitar 2,5 juta jiwa penduduk Jember. “Tingkat kematian dari kasus yang terjadi di Jember juga cukup tinggi. Sehingga, perlu perjuangan untuk terus mencegahnya bersama-sama. Di sisi lain, kami bergotong royong membantu meringankan beban warga,” katanya.

Dalam serangkaian peringatan HUT RI ke-76 tahun, PDIP Jember mendirikan sejumlah posko yang tersebar di berbagai tempat. Posko itu untuk memberi informasi berkaitan dengan Covid-19, protokol kesehatan, hingga layanan vaksinasi. “Kami melakukan advokasi kepada banyak warga. Tujuannya, tidak lain untuk mencegah penyebaran korona,” paparnya.

Selain posko, para kader dan relawan juga blusukan ke sejumlah tempat. Ada yang mendatangi warga yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman), membantu warga kurang mampu, hingga memberikan pencerahan tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan. “Dilakukan di banyak tempat. APD dan sembako juga kami berikan kepada warga isoman dan kurang mampu,” ungkapnya.

Menyikapi belum berakhirnya pandemi korona, menurutnya, Satgas Covid-19 harus terus melakukan vaksinasi terhadap warga Jember. “Selama vaksin masih ada, terus lakukan vaksinasi. Sebelum habis, segera koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar stok vaksin tidak telat,” cetusnya.

Apabila vaksinasi dilakukan secara masif, maka bisa dengan cepat terselesaikan. Misalnya, dalam sehari dilakukan di 31 kecamatan dengan sasaran 100 orang per hari, maka hasilnya akan signifikan. Jika sasarannya lebih dikhususkan pada dua desa dalam satu kecamatan, setidaknya akan ada 6.200 orang yang tervaksin dalam sehari. “Setiap kecamatan ada Satgas Covid-19. Kalau masif, vaksinasi bisa cepat selesai,” ungkapnya.

BARATAN, RADARJEMBER.ID – Dampak pandemi korona belum berakhir di Kabupaten Jember maupun di Indonesia. Banyak pihak turut bergerak membantu pencegahan penyebaran virus serta meringankan beban warga. Salah satunya seperti dilakukan DPC PDIP Jember.

Politisi PDIP Jember Widarto menyebut, kasus aktif di Kota Suwar-Suwir ini masih cukup tinggi. Sementara itu, warga yang telah divaksin hanya 12 persen dari sekitar 2,5 juta jiwa penduduk Jember. “Tingkat kematian dari kasus yang terjadi di Jember juga cukup tinggi. Sehingga, perlu perjuangan untuk terus mencegahnya bersama-sama. Di sisi lain, kami bergotong royong membantu meringankan beban warga,” katanya.

Dalam serangkaian peringatan HUT RI ke-76 tahun, PDIP Jember mendirikan sejumlah posko yang tersebar di berbagai tempat. Posko itu untuk memberi informasi berkaitan dengan Covid-19, protokol kesehatan, hingga layanan vaksinasi. “Kami melakukan advokasi kepada banyak warga. Tujuannya, tidak lain untuk mencegah penyebaran korona,” paparnya.

Selain posko, para kader dan relawan juga blusukan ke sejumlah tempat. Ada yang mendatangi warga yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman), membantu warga kurang mampu, hingga memberikan pencerahan tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan. “Dilakukan di banyak tempat. APD dan sembako juga kami berikan kepada warga isoman dan kurang mampu,” ungkapnya.

Menyikapi belum berakhirnya pandemi korona, menurutnya, Satgas Covid-19 harus terus melakukan vaksinasi terhadap warga Jember. “Selama vaksin masih ada, terus lakukan vaksinasi. Sebelum habis, segera koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar stok vaksin tidak telat,” cetusnya.

Apabila vaksinasi dilakukan secara masif, maka bisa dengan cepat terselesaikan. Misalnya, dalam sehari dilakukan di 31 kecamatan dengan sasaran 100 orang per hari, maka hasilnya akan signifikan. Jika sasarannya lebih dikhususkan pada dua desa dalam satu kecamatan, setidaknya akan ada 6.200 orang yang tervaksin dalam sehari. “Setiap kecamatan ada Satgas Covid-19. Kalau masif, vaksinasi bisa cepat selesai,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca