alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Ini Alasan Ayub Junaidi Tidak Nyaleg

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID– Banyak pihak yang terkejut dengan tidak majunya Ayub Junaidi sebagai bakal calon legislatif yang bertarung dalam Pileg 2019 ini. Padahal, Ayub merupakan Wakil Ketua DPRD Jember periode 2014-2019 lalu. Dalam keterangannya kepada radarjember.id, dirinya blak-blakan tidak ikut dalam kontestasi merebutkan kursi DPRD Jember.

Ayub Junaidi saat dikonfirmasi terpisah mengakui dirinya tidak mendaftar dalam pencalegan kali ini. Dirinya memiliki alasan kuat tidak mendaftar dalam pencalegan kali ini. “Sejauh ini, saya belum mendapatkan doa restu dari ibu. Jika ibu tidak mengizinkan tentu saya tidak berani,” ucap Ayub kemarin.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember ini mengatakan sebagai anak yang dilahirkan di keluarga Nahdliyin maka restu ibu adalah yang utama. “Jika memaksakan pun seandainya jadi tidak akan baik. Makanya saya lebih mengutamakan restu ibu,” jelas Ayub. Jadi bukan karena hal lain dirinya tidak Nyaleg kali ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, bukan berarti dirinya akan berhenti berkarya membangun Jember dan daerahnya. Dirinya mengaku untuk kedepan berkonsentrasi untuk mengurusi dan membesarkan organisasi yang digawanginya. “Tugas dekat tentu bersama PKB menjadi pemenang pileg 2019 di Jember. Kami punya tugas mengembalikan kejayaan PKB di Jember,” ucap Ayub.
Yakni mengembalikan kursi DPRD Jember sesuai dengan target yakni 18 kursi dalam Pileg 2019 mendatang. Selain itu, dirinya juga akan terus mengabdi dan membesarkan organisasi yang membesarkan namanya yakni GP Ansor dan Nahdlatul Ulama di Jember. “Itu merupakan pengabdian saya kepada organisasi. Jadi sudah kewajiban untuk membesarkannya,” jelas Ayub. (*)

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID– Banyak pihak yang terkejut dengan tidak majunya Ayub Junaidi sebagai bakal calon legislatif yang bertarung dalam Pileg 2019 ini. Padahal, Ayub merupakan Wakil Ketua DPRD Jember periode 2014-2019 lalu. Dalam keterangannya kepada radarjember.id, dirinya blak-blakan tidak ikut dalam kontestasi merebutkan kursi DPRD Jember.

Ayub Junaidi saat dikonfirmasi terpisah mengakui dirinya tidak mendaftar dalam pencalegan kali ini. Dirinya memiliki alasan kuat tidak mendaftar dalam pencalegan kali ini. “Sejauh ini, saya belum mendapatkan doa restu dari ibu. Jika ibu tidak mengizinkan tentu saya tidak berani,” ucap Ayub kemarin.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember ini mengatakan sebagai anak yang dilahirkan di keluarga Nahdliyin maka restu ibu adalah yang utama. “Jika memaksakan pun seandainya jadi tidak akan baik. Makanya saya lebih mengutamakan restu ibu,” jelas Ayub. Jadi bukan karena hal lain dirinya tidak Nyaleg kali ini.

Namun, bukan berarti dirinya akan berhenti berkarya membangun Jember dan daerahnya. Dirinya mengaku untuk kedepan berkonsentrasi untuk mengurusi dan membesarkan organisasi yang digawanginya. “Tugas dekat tentu bersama PKB menjadi pemenang pileg 2019 di Jember. Kami punya tugas mengembalikan kejayaan PKB di Jember,” ucap Ayub.
Yakni mengembalikan kursi DPRD Jember sesuai dengan target yakni 18 kursi dalam Pileg 2019 mendatang. Selain itu, dirinya juga akan terus mengabdi dan membesarkan organisasi yang membesarkan namanya yakni GP Ansor dan Nahdlatul Ulama di Jember. “Itu merupakan pengabdian saya kepada organisasi. Jadi sudah kewajiban untuk membesarkannya,” jelas Ayub. (*)

RADARJEMBER.ID– Banyak pihak yang terkejut dengan tidak majunya Ayub Junaidi sebagai bakal calon legislatif yang bertarung dalam Pileg 2019 ini. Padahal, Ayub merupakan Wakil Ketua DPRD Jember periode 2014-2019 lalu. Dalam keterangannya kepada radarjember.id, dirinya blak-blakan tidak ikut dalam kontestasi merebutkan kursi DPRD Jember.

Ayub Junaidi saat dikonfirmasi terpisah mengakui dirinya tidak mendaftar dalam pencalegan kali ini. Dirinya memiliki alasan kuat tidak mendaftar dalam pencalegan kali ini. “Sejauh ini, saya belum mendapatkan doa restu dari ibu. Jika ibu tidak mengizinkan tentu saya tidak berani,” ucap Ayub kemarin.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember ini mengatakan sebagai anak yang dilahirkan di keluarga Nahdliyin maka restu ibu adalah yang utama. “Jika memaksakan pun seandainya jadi tidak akan baik. Makanya saya lebih mengutamakan restu ibu,” jelas Ayub. Jadi bukan karena hal lain dirinya tidak Nyaleg kali ini.

Namun, bukan berarti dirinya akan berhenti berkarya membangun Jember dan daerahnya. Dirinya mengaku untuk kedepan berkonsentrasi untuk mengurusi dan membesarkan organisasi yang digawanginya. “Tugas dekat tentu bersama PKB menjadi pemenang pileg 2019 di Jember. Kami punya tugas mengembalikan kejayaan PKB di Jember,” ucap Ayub.
Yakni mengembalikan kursi DPRD Jember sesuai dengan target yakni 18 kursi dalam Pileg 2019 mendatang. Selain itu, dirinya juga akan terus mengabdi dan membesarkan organisasi yang membesarkan namanya yakni GP Ansor dan Nahdlatul Ulama di Jember. “Itu merupakan pengabdian saya kepada organisasi. Jadi sudah kewajiban untuk membesarkannya,” jelas Ayub. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/