alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Haris Gantikan Halim Pimpin MUI

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keputusan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember cukup mengejutkan, kemarin (17/3). Terpilihnya KH Abdul Haris sebagai Ketua Umum MUI Jember diwarnai dengan masuknya Bupati Jember Hendy Siswanto dalam lingkaran lembaga keagamaan tersohor itu.

Hendy yang sempat membuka acara, memang tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Namanya masuk dalam lingkaran MUI setelah diputuskan oleh Tim Formatur Sebelas Tokoh. Dia ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jember.

“Keputusan dipilihnya kepengurusan, diambil melalui musyawarah oleh Tim Sebelas. Tim itu diambil dari mantan ketua, perwakilan kecamatan, serta yang lain,” kata KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Jember, yang memimpin rapat pleno kelima tentang penentuan tim formatur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang akrab disapa Gus Aab ini menyebut, dalam Musda X itu, dirinya dan Ketua MUI Prof Abdul Halim Subahar dilarang ikut menjadi calon. “Dalam MUI, tidak boleh ada tokoh yang menjabat dua jabatan atau lebih. Saya dan Pak Halim Subahar sudah masuk dalam kepengurusan MUI Provinsi Jatim, sehingga tidak boleh dipilih,” bebernya.

Karena itulah, Musda MUI kali ini dipastikan muncul tokoh baru. Benar saja, hasil musyawarah tim sebelas yang diumumkan adalah tokoh muda. Ketua Umum MUI Jember atas nama KH Abdul Haris. Ketua Dewan Pertimbangan MUI adalah Bupati Jember Hendy Siswanto. Musda itu berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (17/3).

Dalam lingkaran MUI, nama Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun juga ada di dalamnya. Nama Gus Firjaun tak begitu mengejutkan karena dirinya telah lama masuk dalam Dewan Pertimbangan MUI. Kini, Gus Firjaun pun kembali masuk mendampingi Hendy sebagai wakil.

Sementara itu, dalam kepengurusan Haris, ada tokoh muda yang didapuk menjadi sekretaris. Dia adalah Abdul Wahab Ahmad. Melalui kepengurusan baru itu, Ketua MUI Jember Prof Abdul Halim Subahar yang baru demisioner meyakini, MUI Jember ke depan akan lebih baik. “Ke depan harus bisa bersinergi dan harus lebih baik,” katanya.

Sebelum diputuskan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Bupati Jember Hendy Siswanto dalam sambutannya menyampaikan, MUI Jember bisa tetap eksis sekalipun anggaran organisasi sangat terbatas. Ke depan, MUI bakal digandeng untuk bersama-sama menyelesaikan banyaknya persoalan di Jember.

Pada sambutannya, Hendy juga menyampaikan tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB), serta stunting. “MUI punya peran besar untuk membantu mengatasi persoalan,” kata Hendy, yang selanjutnya meminta agar MUI bisa bersinergi dengan pemerintah.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua MUI Abdul Haris mengaku, di dunia ini ada dua klasifikasi manusia. Ada yang berbuat baik dan sebaliknya. Untuk itulah, ulama dan umara harus saling bersinergi. “Kemaslahatan menuntut kita semua. Kalau AKI AKB dan stunting tinggi, maka kebijakan harus didorong dan diarahkan ke sana,” papar Haris, yang kemudian menyatakan, MUI akan membantu pemerintah sepanjang kebijakan itu untuk kemaslahatan umat.

Kendati demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar, Kaliwates, itu menegaskan, MUI akan tetap bersikap kritis melalui cara-cara yang elegan, sehingga kebijakan pemerintah selalu berpihak pada rakyat Jember.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

 

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keputusan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember cukup mengejutkan, kemarin (17/3). Terpilihnya KH Abdul Haris sebagai Ketua Umum MUI Jember diwarnai dengan masuknya Bupati Jember Hendy Siswanto dalam lingkaran lembaga keagamaan tersohor itu.

Hendy yang sempat membuka acara, memang tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Namanya masuk dalam lingkaran MUI setelah diputuskan oleh Tim Formatur Sebelas Tokoh. Dia ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jember.

“Keputusan dipilihnya kepengurusan, diambil melalui musyawarah oleh Tim Sebelas. Tim itu diambil dari mantan ketua, perwakilan kecamatan, serta yang lain,” kata KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Jember, yang memimpin rapat pleno kelima tentang penentuan tim formatur.

Mobile_AP_Half Page

Pria yang akrab disapa Gus Aab ini menyebut, dalam Musda X itu, dirinya dan Ketua MUI Prof Abdul Halim Subahar dilarang ikut menjadi calon. “Dalam MUI, tidak boleh ada tokoh yang menjabat dua jabatan atau lebih. Saya dan Pak Halim Subahar sudah masuk dalam kepengurusan MUI Provinsi Jatim, sehingga tidak boleh dipilih,” bebernya.

Karena itulah, Musda MUI kali ini dipastikan muncul tokoh baru. Benar saja, hasil musyawarah tim sebelas yang diumumkan adalah tokoh muda. Ketua Umum MUI Jember atas nama KH Abdul Haris. Ketua Dewan Pertimbangan MUI adalah Bupati Jember Hendy Siswanto. Musda itu berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (17/3).

Dalam lingkaran MUI, nama Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun juga ada di dalamnya. Nama Gus Firjaun tak begitu mengejutkan karena dirinya telah lama masuk dalam Dewan Pertimbangan MUI. Kini, Gus Firjaun pun kembali masuk mendampingi Hendy sebagai wakil.

Sementara itu, dalam kepengurusan Haris, ada tokoh muda yang didapuk menjadi sekretaris. Dia adalah Abdul Wahab Ahmad. Melalui kepengurusan baru itu, Ketua MUI Jember Prof Abdul Halim Subahar yang baru demisioner meyakini, MUI Jember ke depan akan lebih baik. “Ke depan harus bisa bersinergi dan harus lebih baik,” katanya.

Sebelum diputuskan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Bupati Jember Hendy Siswanto dalam sambutannya menyampaikan, MUI Jember bisa tetap eksis sekalipun anggaran organisasi sangat terbatas. Ke depan, MUI bakal digandeng untuk bersama-sama menyelesaikan banyaknya persoalan di Jember.

Pada sambutannya, Hendy juga menyampaikan tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB), serta stunting. “MUI punya peran besar untuk membantu mengatasi persoalan,” kata Hendy, yang selanjutnya meminta agar MUI bisa bersinergi dengan pemerintah.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua MUI Abdul Haris mengaku, di dunia ini ada dua klasifikasi manusia. Ada yang berbuat baik dan sebaliknya. Untuk itulah, ulama dan umara harus saling bersinergi. “Kemaslahatan menuntut kita semua. Kalau AKI AKB dan stunting tinggi, maka kebijakan harus didorong dan diarahkan ke sana,” papar Haris, yang kemudian menyatakan, MUI akan membantu pemerintah sepanjang kebijakan itu untuk kemaslahatan umat.

Kendati demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar, Kaliwates, itu menegaskan, MUI akan tetap bersikap kritis melalui cara-cara yang elegan, sehingga kebijakan pemerintah selalu berpihak pada rakyat Jember.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

 

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keputusan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember cukup mengejutkan, kemarin (17/3). Terpilihnya KH Abdul Haris sebagai Ketua Umum MUI Jember diwarnai dengan masuknya Bupati Jember Hendy Siswanto dalam lingkaran lembaga keagamaan tersohor itu.

Hendy yang sempat membuka acara, memang tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Namanya masuk dalam lingkaran MUI setelah diputuskan oleh Tim Formatur Sebelas Tokoh. Dia ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jember.

“Keputusan dipilihnya kepengurusan, diambil melalui musyawarah oleh Tim Sebelas. Tim itu diambil dari mantan ketua, perwakilan kecamatan, serta yang lain,” kata KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Jember, yang memimpin rapat pleno kelima tentang penentuan tim formatur.

Pria yang akrab disapa Gus Aab ini menyebut, dalam Musda X itu, dirinya dan Ketua MUI Prof Abdul Halim Subahar dilarang ikut menjadi calon. “Dalam MUI, tidak boleh ada tokoh yang menjabat dua jabatan atau lebih. Saya dan Pak Halim Subahar sudah masuk dalam kepengurusan MUI Provinsi Jatim, sehingga tidak boleh dipilih,” bebernya.

Karena itulah, Musda MUI kali ini dipastikan muncul tokoh baru. Benar saja, hasil musyawarah tim sebelas yang diumumkan adalah tokoh muda. Ketua Umum MUI Jember atas nama KH Abdul Haris. Ketua Dewan Pertimbangan MUI adalah Bupati Jember Hendy Siswanto. Musda itu berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (17/3).

Dalam lingkaran MUI, nama Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun juga ada di dalamnya. Nama Gus Firjaun tak begitu mengejutkan karena dirinya telah lama masuk dalam Dewan Pertimbangan MUI. Kini, Gus Firjaun pun kembali masuk mendampingi Hendy sebagai wakil.

Sementara itu, dalam kepengurusan Haris, ada tokoh muda yang didapuk menjadi sekretaris. Dia adalah Abdul Wahab Ahmad. Melalui kepengurusan baru itu, Ketua MUI Jember Prof Abdul Halim Subahar yang baru demisioner meyakini, MUI Jember ke depan akan lebih baik. “Ke depan harus bisa bersinergi dan harus lebih baik,” katanya.

Sebelum diputuskan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Bupati Jember Hendy Siswanto dalam sambutannya menyampaikan, MUI Jember bisa tetap eksis sekalipun anggaran organisasi sangat terbatas. Ke depan, MUI bakal digandeng untuk bersama-sama menyelesaikan banyaknya persoalan di Jember.

Pada sambutannya, Hendy juga menyampaikan tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB), serta stunting. “MUI punya peran besar untuk membantu mengatasi persoalan,” kata Hendy, yang selanjutnya meminta agar MUI bisa bersinergi dengan pemerintah.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ketua MUI Abdul Haris mengaku, di dunia ini ada dua klasifikasi manusia. Ada yang berbuat baik dan sebaliknya. Untuk itulah, ulama dan umara harus saling bersinergi. “Kemaslahatan menuntut kita semua. Kalau AKI AKB dan stunting tinggi, maka kebijakan harus didorong dan diarahkan ke sana,” papar Haris, yang kemudian menyatakan, MUI akan membantu pemerintah sepanjang kebijakan itu untuk kemaslahatan umat.

Kendati demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar, Kaliwates, itu menegaskan, MUI akan tetap bersikap kritis melalui cara-cara yang elegan, sehingga kebijakan pemerintah selalu berpihak pada rakyat Jember.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran