alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Cuek Kondisi Ekologis, PMII Jember Bikin Petisi di Depan Pemkab

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember tak hanya melakukan aksi demonstrasi saja. Mereka juga membikin petisi penolakan industri tambak modern, serta rencana pertambangan pasir besi untuk pembangunan industri esktraktif di Jember.

Aksi yang dilakukan di depan kantor Pemkab Jember tersebut tak kunjung mendapat respons dari Bupati Jember Hendy Siswanto.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Jember Muhammad Faqih Al Haramain mengatakan, jika bupati tetap tak berpihak pada masyarakat, maka mahasiswa akan terus melakukan aksi. Bahkan dia mengancam akan melakukan aksi besar-besaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jika bupati hari ini tidak berpihak pada kepentingan masyarakat, maka kami akan aksi besar-besaran kembali,” kata Faqih.

Menurutnya, rencana pertambangan pasir besi yang dilakukan di wilayah Paseban, Kecamatan Kencong, tentu akan diperluas hingga wilayah lainnya di sepanjang pesisir pantai selatan Jember. Begitu pula dengan rencana pembuatan industri tambak modern.

“Misal kawasan ekonomi khusus, yang itu integrasinya ada wilayah Puger, lalu wilayah Paseban, dan Kepanjen. Ini akan membentang sampai Paseban. Itu yang menjadi perhatian kami,” imbuhnya.

Pembangunan industri ekstraktif tersebut dinilainya bakal berdampak buruk bagi kondisi ekologis masyarakat Jember. Harusnya, dia menegaskan, Pemkab Jember tak perlu mengorbankan ekologis masyarakat demi kemajuan pendapatan ekonomi daerah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember tak hanya melakukan aksi demonstrasi saja. Mereka juga membikin petisi penolakan industri tambak modern, serta rencana pertambangan pasir besi untuk pembangunan industri esktraktif di Jember.

Aksi yang dilakukan di depan kantor Pemkab Jember tersebut tak kunjung mendapat respons dari Bupati Jember Hendy Siswanto.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Jember Muhammad Faqih Al Haramain mengatakan, jika bupati tetap tak berpihak pada masyarakat, maka mahasiswa akan terus melakukan aksi. Bahkan dia mengancam akan melakukan aksi besar-besaran.

“Jika bupati hari ini tidak berpihak pada kepentingan masyarakat, maka kami akan aksi besar-besaran kembali,” kata Faqih.

Menurutnya, rencana pertambangan pasir besi yang dilakukan di wilayah Paseban, Kecamatan Kencong, tentu akan diperluas hingga wilayah lainnya di sepanjang pesisir pantai selatan Jember. Begitu pula dengan rencana pembuatan industri tambak modern.

“Misal kawasan ekonomi khusus, yang itu integrasinya ada wilayah Puger, lalu wilayah Paseban, dan Kepanjen. Ini akan membentang sampai Paseban. Itu yang menjadi perhatian kami,” imbuhnya.

Pembangunan industri ekstraktif tersebut dinilainya bakal berdampak buruk bagi kondisi ekologis masyarakat Jember. Harusnya, dia menegaskan, Pemkab Jember tak perlu mengorbankan ekologis masyarakat demi kemajuan pendapatan ekonomi daerah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember tak hanya melakukan aksi demonstrasi saja. Mereka juga membikin petisi penolakan industri tambak modern, serta rencana pertambangan pasir besi untuk pembangunan industri esktraktif di Jember.

Aksi yang dilakukan di depan kantor Pemkab Jember tersebut tak kunjung mendapat respons dari Bupati Jember Hendy Siswanto.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Jember Muhammad Faqih Al Haramain mengatakan, jika bupati tetap tak berpihak pada masyarakat, maka mahasiswa akan terus melakukan aksi. Bahkan dia mengancam akan melakukan aksi besar-besaran.

“Jika bupati hari ini tidak berpihak pada kepentingan masyarakat, maka kami akan aksi besar-besaran kembali,” kata Faqih.

Menurutnya, rencana pertambangan pasir besi yang dilakukan di wilayah Paseban, Kecamatan Kencong, tentu akan diperluas hingga wilayah lainnya di sepanjang pesisir pantai selatan Jember. Begitu pula dengan rencana pembuatan industri tambak modern.

“Misal kawasan ekonomi khusus, yang itu integrasinya ada wilayah Puger, lalu wilayah Paseban, dan Kepanjen. Ini akan membentang sampai Paseban. Itu yang menjadi perhatian kami,” imbuhnya.

Pembangunan industri ekstraktif tersebut dinilainya bakal berdampak buruk bagi kondisi ekologis masyarakat Jember. Harusnya, dia menegaskan, Pemkab Jember tak perlu mengorbankan ekologis masyarakat demi kemajuan pendapatan ekonomi daerah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/