alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Ketua PAN Masih Teka-teki

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kader dan simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) di Jember sepertinya berharap-harap cemas. Bagaimana tidak, setelah musyawarah daerah (musda) untuk menentukan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) deadlock, tokoh yang akan memimpin partai dengan kekuatan dua kursi di parlemen itu kian sulit diprediksi. Sebab, hingga kini masih menjadi teka-teki.

Musda DPD PAN Jember sejatinya sudah dilakukan sekitar tiga sampai empat bulan lalu. Di internal partai itu ada mekanisme musda yang berbeda dengan partai lain. Yaitu menentukan lima orang formatur, dan formatur itulah yang akan menentukan ketuanya, dengan catatan musyawarah mufakat. Lantaran tidak terjadi kesepakatan dari lima orang formatur, tokoh yang akan memimpin PAN Jember hingga kini masih menjadi tanda tanya. Siapa?

Seperti diketahui, lima orang formatur di antaranya adalah Lilik Ni’amah, Nyoman Aribowo, Agus Khoironi, Edy Wicaksono, dan Azizah. Namun, kelima tim formatur itu tidak mencapai musyawarah mufakat, meski melakukan pertemuan berulang kali. “Setelah lima formatur itu tidak mencapai mufakat, maka mekanisme di internal PAN menjadi kewenangan DPP PAN,” kata Nyoman Aribowo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penggodokan nama calon ketua sejatinya bisa diselesaikan di daerah. Nama calon bisa dari formatur atau tokoh di luar itu. Akan tetapi, kesempatan itu telah sirna karena kewenangan sudah tidak lagi di daerah. “Wewenang penuh sudah ada di pusat, bukan lagi di daerah,” imbuh anggota Komisi B DPRD Jember tersebut.

Di tingkat DPP itu, lanjut Nyoman, DPP PAN bisa memutuskan siapa saja yang akan menjadi Ketua DPD PAN Jember. Bahkan, nama yang akan diputuskan bisa berasal dari formatur maupun dari tokoh di luar itu. “Tentunya, penentuan siapa yang akan menjadi ketua akan diputuskan berdasar usulan dan masukan. Keputusan sepenuhnya ada di pusat. Bisa dari formatur, bisa juga di luar itu,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kader dan simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) di Jember sepertinya berharap-harap cemas. Bagaimana tidak, setelah musyawarah daerah (musda) untuk menentukan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) deadlock, tokoh yang akan memimpin partai dengan kekuatan dua kursi di parlemen itu kian sulit diprediksi. Sebab, hingga kini masih menjadi teka-teki.

Musda DPD PAN Jember sejatinya sudah dilakukan sekitar tiga sampai empat bulan lalu. Di internal partai itu ada mekanisme musda yang berbeda dengan partai lain. Yaitu menentukan lima orang formatur, dan formatur itulah yang akan menentukan ketuanya, dengan catatan musyawarah mufakat. Lantaran tidak terjadi kesepakatan dari lima orang formatur, tokoh yang akan memimpin PAN Jember hingga kini masih menjadi tanda tanya. Siapa?

Seperti diketahui, lima orang formatur di antaranya adalah Lilik Ni’amah, Nyoman Aribowo, Agus Khoironi, Edy Wicaksono, dan Azizah. Namun, kelima tim formatur itu tidak mencapai musyawarah mufakat, meski melakukan pertemuan berulang kali. “Setelah lima formatur itu tidak mencapai mufakat, maka mekanisme di internal PAN menjadi kewenangan DPP PAN,” kata Nyoman Aribowo.

Penggodokan nama calon ketua sejatinya bisa diselesaikan di daerah. Nama calon bisa dari formatur atau tokoh di luar itu. Akan tetapi, kesempatan itu telah sirna karena kewenangan sudah tidak lagi di daerah. “Wewenang penuh sudah ada di pusat, bukan lagi di daerah,” imbuh anggota Komisi B DPRD Jember tersebut.

Di tingkat DPP itu, lanjut Nyoman, DPP PAN bisa memutuskan siapa saja yang akan menjadi Ketua DPD PAN Jember. Bahkan, nama yang akan diputuskan bisa berasal dari formatur maupun dari tokoh di luar itu. “Tentunya, penentuan siapa yang akan menjadi ketua akan diputuskan berdasar usulan dan masukan. Keputusan sepenuhnya ada di pusat. Bisa dari formatur, bisa juga di luar itu,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kader dan simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) di Jember sepertinya berharap-harap cemas. Bagaimana tidak, setelah musyawarah daerah (musda) untuk menentukan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) deadlock, tokoh yang akan memimpin partai dengan kekuatan dua kursi di parlemen itu kian sulit diprediksi. Sebab, hingga kini masih menjadi teka-teki.

Musda DPD PAN Jember sejatinya sudah dilakukan sekitar tiga sampai empat bulan lalu. Di internal partai itu ada mekanisme musda yang berbeda dengan partai lain. Yaitu menentukan lima orang formatur, dan formatur itulah yang akan menentukan ketuanya, dengan catatan musyawarah mufakat. Lantaran tidak terjadi kesepakatan dari lima orang formatur, tokoh yang akan memimpin PAN Jember hingga kini masih menjadi tanda tanya. Siapa?

Seperti diketahui, lima orang formatur di antaranya adalah Lilik Ni’amah, Nyoman Aribowo, Agus Khoironi, Edy Wicaksono, dan Azizah. Namun, kelima tim formatur itu tidak mencapai musyawarah mufakat, meski melakukan pertemuan berulang kali. “Setelah lima formatur itu tidak mencapai mufakat, maka mekanisme di internal PAN menjadi kewenangan DPP PAN,” kata Nyoman Aribowo.

Penggodokan nama calon ketua sejatinya bisa diselesaikan di daerah. Nama calon bisa dari formatur atau tokoh di luar itu. Akan tetapi, kesempatan itu telah sirna karena kewenangan sudah tidak lagi di daerah. “Wewenang penuh sudah ada di pusat, bukan lagi di daerah,” imbuh anggota Komisi B DPRD Jember tersebut.

Di tingkat DPP itu, lanjut Nyoman, DPP PAN bisa memutuskan siapa saja yang akan menjadi Ketua DPD PAN Jember. Bahkan, nama yang akan diputuskan bisa berasal dari formatur maupun dari tokoh di luar itu. “Tentunya, penentuan siapa yang akan menjadi ketua akan diputuskan berdasar usulan dan masukan. Keputusan sepenuhnya ada di pusat. Bisa dari formatur, bisa juga di luar itu,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca