alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

P-APBD Diragukan Lolos Evaluasi Gubernur

Pandangan Semua Fraksi Akhirnya Setuju

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalan panjang pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Angggaran (TA) 2021 masih terus berlangsung sejauh ini.

Setelah penyampaian nota pengantar Raperda P-APBD 2021 oleh Bupati Jember pada Jum’at (8/10) lalu, sehari berikutnya disusul agenda pandangan umum dari fraksi terhadap penyampaian Raperda P-APBD, Sabtu kemarin.

Sejumlah parpol-parpol besar turut mengkritisi kebijakan keterlambatan pengajuan perubahan Raperda P-APBD oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Meskipun mayoritas pandangan fraksi menyetujui, namun ada juga fraksi yang meragukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pandangan umum Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (Gerindra) misalnya. Mereka menyayangkan mepetnya waktu pengajuan P-APBD yang sudah direncanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember. Sebab, hanya menyisakan waktu sekitar satu setengah bulan saja yang bisa digunakan untuk realisasi anggaran, sebelum nanti akan tutup anggaran tahun 2021. “Tetapi syukurlah jika kita masih punya perda P-APBD 2021. Lebih baik terlambat, dari pada tidak sama sekali,” terang Dewi Asmawati, juru bicara Fraksi Gerindra.

Lebih jauh, Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Mufid, menagih jargon akselerasi Bupati Jember di seluruh bidang.

Salah satunya adalah penyelesaian pembahasan APBD tahun 2022 sesuai jadwal yang telah ditentukan peraturan perundang-undangan, yakni maksimal 30 Nopember 2021. “Kalau itu tidak dilaksanakan sesuai jadwal, jangan harap akselerasi bupati akan terjadi. Kesalahan pemerintah periode sebelumnya akan berulang, yaitu Jember tak memiliki Perda APBD,” ucap Mufid.

Kritikan serupa juga disampaikan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam paparannya, partai berlambang Banteng ini meragukan, apakah P-APBD Kabupaten Jember tahun 2021 ini nanti akan lolos evaluasi Gubernur Jawa Timur. Karena pembahasannya melewati tanggal 30 September 2021.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalan panjang pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Angggaran (TA) 2021 masih terus berlangsung sejauh ini.

Setelah penyampaian nota pengantar Raperda P-APBD 2021 oleh Bupati Jember pada Jum’at (8/10) lalu, sehari berikutnya disusul agenda pandangan umum dari fraksi terhadap penyampaian Raperda P-APBD, Sabtu kemarin.

Sejumlah parpol-parpol besar turut mengkritisi kebijakan keterlambatan pengajuan perubahan Raperda P-APBD oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Meskipun mayoritas pandangan fraksi menyetujui, namun ada juga fraksi yang meragukan.

Pandangan umum Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (Gerindra) misalnya. Mereka menyayangkan mepetnya waktu pengajuan P-APBD yang sudah direncanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember. Sebab, hanya menyisakan waktu sekitar satu setengah bulan saja yang bisa digunakan untuk realisasi anggaran, sebelum nanti akan tutup anggaran tahun 2021. “Tetapi syukurlah jika kita masih punya perda P-APBD 2021. Lebih baik terlambat, dari pada tidak sama sekali,” terang Dewi Asmawati, juru bicara Fraksi Gerindra.

Lebih jauh, Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Mufid, menagih jargon akselerasi Bupati Jember di seluruh bidang.

Salah satunya adalah penyelesaian pembahasan APBD tahun 2022 sesuai jadwal yang telah ditentukan peraturan perundang-undangan, yakni maksimal 30 Nopember 2021. “Kalau itu tidak dilaksanakan sesuai jadwal, jangan harap akselerasi bupati akan terjadi. Kesalahan pemerintah periode sebelumnya akan berulang, yaitu Jember tak memiliki Perda APBD,” ucap Mufid.

Kritikan serupa juga disampaikan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam paparannya, partai berlambang Banteng ini meragukan, apakah P-APBD Kabupaten Jember tahun 2021 ini nanti akan lolos evaluasi Gubernur Jawa Timur. Karena pembahasannya melewati tanggal 30 September 2021.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalan panjang pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Angggaran (TA) 2021 masih terus berlangsung sejauh ini.

Setelah penyampaian nota pengantar Raperda P-APBD 2021 oleh Bupati Jember pada Jum’at (8/10) lalu, sehari berikutnya disusul agenda pandangan umum dari fraksi terhadap penyampaian Raperda P-APBD, Sabtu kemarin.

Sejumlah parpol-parpol besar turut mengkritisi kebijakan keterlambatan pengajuan perubahan Raperda P-APBD oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Meskipun mayoritas pandangan fraksi menyetujui, namun ada juga fraksi yang meragukan.

Pandangan umum Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (Gerindra) misalnya. Mereka menyayangkan mepetnya waktu pengajuan P-APBD yang sudah direncanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember. Sebab, hanya menyisakan waktu sekitar satu setengah bulan saja yang bisa digunakan untuk realisasi anggaran, sebelum nanti akan tutup anggaran tahun 2021. “Tetapi syukurlah jika kita masih punya perda P-APBD 2021. Lebih baik terlambat, dari pada tidak sama sekali,” terang Dewi Asmawati, juru bicara Fraksi Gerindra.

Lebih jauh, Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Mufid, menagih jargon akselerasi Bupati Jember di seluruh bidang.

Salah satunya adalah penyelesaian pembahasan APBD tahun 2022 sesuai jadwal yang telah ditentukan peraturan perundang-undangan, yakni maksimal 30 Nopember 2021. “Kalau itu tidak dilaksanakan sesuai jadwal, jangan harap akselerasi bupati akan terjadi. Kesalahan pemerintah periode sebelumnya akan berulang, yaitu Jember tak memiliki Perda APBD,” ucap Mufid.

Kritikan serupa juga disampaikan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam paparannya, partai berlambang Banteng ini meragukan, apakah P-APBD Kabupaten Jember tahun 2021 ini nanti akan lolos evaluasi Gubernur Jawa Timur. Karena pembahasannya melewati tanggal 30 September 2021.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca