alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Dewan Koboi Akhirnya Ditahan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat kasus “dewan koboi” yang melakukan penganiayaan terhadap seorang ketua RT di Jember, Januari lalu? Kini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember telah melakukan penahanan terhadap terdakwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Terdakwa ditahan selama 30 hari ke depan.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember Zullikar Tanjung melalui Kasi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, penahanan itu dilakukan setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menetapkan penahanan terhadap terdakwa Imron Baihaqi dalam agenda sidang pertama di PN Jember, kemarin (9/6).

Menurut dia, saat persidangan, jaksa telah membacakan dakwaannya dan hakim telah mengeluarkan penetapan untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa. Sehingga jaksa, sebagaimana ketentuan undang-undang, melaksanakan penetapan hakim tersebut. “Jadi, yang dilakukan oleh jaksa ini sebenarnya penahanan hakim,” ujar Agus saat dikonfirmasi awak media.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, penahanan juga dilakukan untuk menghindari upaya-upaya yang mungkin dilakukan oleh terdakwa selama proses hukum berjalan. “Penahanan itu dilakukan karena dikhawatirkan terdakwa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya lagi,” kata Agus.

Selanjutnya, persidangan akan kembali digelar dengan agenda pembacaan dakwaan dan/atau eksepsi terdakwa. Hingga nanti dikeluarkannya putusan majelis hakim. “Sidang lagi insyaallah minggu depan,” sebutnya. Ia menambahkan, penahanan terhadap terdakwa akan berlangsung selama 30 hari ke depan. Terhitung sejak Rabu (9/6) sampai 8 Juli mendatang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat kasus “dewan koboi” yang melakukan penganiayaan terhadap seorang ketua RT di Jember, Januari lalu? Kini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember telah melakukan penahanan terhadap terdakwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Terdakwa ditahan selama 30 hari ke depan.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember Zullikar Tanjung melalui Kasi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, penahanan itu dilakukan setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menetapkan penahanan terhadap terdakwa Imron Baihaqi dalam agenda sidang pertama di PN Jember, kemarin (9/6).

Menurut dia, saat persidangan, jaksa telah membacakan dakwaannya dan hakim telah mengeluarkan penetapan untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa. Sehingga jaksa, sebagaimana ketentuan undang-undang, melaksanakan penetapan hakim tersebut. “Jadi, yang dilakukan oleh jaksa ini sebenarnya penahanan hakim,” ujar Agus saat dikonfirmasi awak media.

Selain itu, lanjut dia, penahanan juga dilakukan untuk menghindari upaya-upaya yang mungkin dilakukan oleh terdakwa selama proses hukum berjalan. “Penahanan itu dilakukan karena dikhawatirkan terdakwa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya lagi,” kata Agus.

Selanjutnya, persidangan akan kembali digelar dengan agenda pembacaan dakwaan dan/atau eksepsi terdakwa. Hingga nanti dikeluarkannya putusan majelis hakim. “Sidang lagi insyaallah minggu depan,” sebutnya. Ia menambahkan, penahanan terhadap terdakwa akan berlangsung selama 30 hari ke depan. Terhitung sejak Rabu (9/6) sampai 8 Juli mendatang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masih ingat kasus “dewan koboi” yang melakukan penganiayaan terhadap seorang ketua RT di Jember, Januari lalu? Kini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember telah melakukan penahanan terhadap terdakwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Terdakwa ditahan selama 30 hari ke depan.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember Zullikar Tanjung melalui Kasi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto mengatakan, penahanan itu dilakukan setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menetapkan penahanan terhadap terdakwa Imron Baihaqi dalam agenda sidang pertama di PN Jember, kemarin (9/6).

Menurut dia, saat persidangan, jaksa telah membacakan dakwaannya dan hakim telah mengeluarkan penetapan untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa. Sehingga jaksa, sebagaimana ketentuan undang-undang, melaksanakan penetapan hakim tersebut. “Jadi, yang dilakukan oleh jaksa ini sebenarnya penahanan hakim,” ujar Agus saat dikonfirmasi awak media.

Selain itu, lanjut dia, penahanan juga dilakukan untuk menghindari upaya-upaya yang mungkin dilakukan oleh terdakwa selama proses hukum berjalan. “Penahanan itu dilakukan karena dikhawatirkan terdakwa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya lagi,” kata Agus.

Selanjutnya, persidangan akan kembali digelar dengan agenda pembacaan dakwaan dan/atau eksepsi terdakwa. Hingga nanti dikeluarkannya putusan majelis hakim. “Sidang lagi insyaallah minggu depan,” sebutnya. Ia menambahkan, penahanan terhadap terdakwa akan berlangsung selama 30 hari ke depan. Terhitung sejak Rabu (9/6) sampai 8 Juli mendatang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/