alexametrics
24.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pilkada Mendatang Kader Partai Harus Maju

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), kader partai politik yang maju sangat minim. Ini terjadi hampir setiap gelaran pesta rakyat, termasuk pada Pilkada 9 Desember 2020 yang lalu. Untuk itu, ke depan selayaknya kader partai maju dalam Pilkada Jember.

Ketua DPC PKB Jember M Ayub Junaidi menyampaikan, tidak adanya kader partai yang maju, baik pada posisi P1 maupun P2, terjadi karena banyak hal. Faktor besar yang memengaruhinya yakni tidak adanya partai yang mampu mencukupi syarat minimal untuk maju dalam pilkada.

“Kalau ingin ada kader partai maju dalam pilkada, maka syarat perolehan kursi harus mencapai batas syarat minimal. Dengan begitu, ketergantungan kepada partai lain akan lepas,” papar Ayub, yang kemudian mencontohkan majunya kader PKB di Sidoarjo yang diusung partai langsung karena syarat minimal terpenuhi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hasil pemilihan legislatif (pileg) April 2019 lalu, tidak ada satu pun partai yang dapat melaju sendiri. Untuk itu, masing-masing partai harus berkoalisi dengan partai lain. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab kader partai tidak ada yang berangkat maju pilkada.

Dalam kepemimpinan mantan Ketua GP Ansor Jember ini, dia mengaku, perlu persiapan matang dan konsolidasi yang serius untuk persiapan Pilkada 2024 nanti. “Pada 2024, seluruh partai akan punya gawe besar karena pileg dan pilpres di tahun itu. Kemudian, pilkada dilaksanakan setelahnya. Maka persiapan pun dilaksanakan sejak hari ini,” ungkap pria yang menjadi kader sejak berdirinya PKB tersebut.

Demi mencapai syarat minimal 10 kursi, PKB yang memiliki modal pemilih nahdliyin ini, menurutnya, akan merekrut banyak kekuatan. Target kemenangan meraih 12 kursi yang dicanangkan PKB Jember pun masuk akal mengingat posisi PKB saat ini memenangkan pemilu dan mendudukkan kadernya M Itqon Syauqi sebagai Ketua DPRD Jember. Apalagi, kini Itqon juga menjadi sekretaris PKB Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), kader partai politik yang maju sangat minim. Ini terjadi hampir setiap gelaran pesta rakyat, termasuk pada Pilkada 9 Desember 2020 yang lalu. Untuk itu, ke depan selayaknya kader partai maju dalam Pilkada Jember.

Ketua DPC PKB Jember M Ayub Junaidi menyampaikan, tidak adanya kader partai yang maju, baik pada posisi P1 maupun P2, terjadi karena banyak hal. Faktor besar yang memengaruhinya yakni tidak adanya partai yang mampu mencukupi syarat minimal untuk maju dalam pilkada.

“Kalau ingin ada kader partai maju dalam pilkada, maka syarat perolehan kursi harus mencapai batas syarat minimal. Dengan begitu, ketergantungan kepada partai lain akan lepas,” papar Ayub, yang kemudian mencontohkan majunya kader PKB di Sidoarjo yang diusung partai langsung karena syarat minimal terpenuhi.

Hasil pemilihan legislatif (pileg) April 2019 lalu, tidak ada satu pun partai yang dapat melaju sendiri. Untuk itu, masing-masing partai harus berkoalisi dengan partai lain. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab kader partai tidak ada yang berangkat maju pilkada.

Dalam kepemimpinan mantan Ketua GP Ansor Jember ini, dia mengaku, perlu persiapan matang dan konsolidasi yang serius untuk persiapan Pilkada 2024 nanti. “Pada 2024, seluruh partai akan punya gawe besar karena pileg dan pilpres di tahun itu. Kemudian, pilkada dilaksanakan setelahnya. Maka persiapan pun dilaksanakan sejak hari ini,” ungkap pria yang menjadi kader sejak berdirinya PKB tersebut.

Demi mencapai syarat minimal 10 kursi, PKB yang memiliki modal pemilih nahdliyin ini, menurutnya, akan merekrut banyak kekuatan. Target kemenangan meraih 12 kursi yang dicanangkan PKB Jember pun masuk akal mengingat posisi PKB saat ini memenangkan pemilu dan mendudukkan kadernya M Itqon Syauqi sebagai Ketua DPRD Jember. Apalagi, kini Itqon juga menjadi sekretaris PKB Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), kader partai politik yang maju sangat minim. Ini terjadi hampir setiap gelaran pesta rakyat, termasuk pada Pilkada 9 Desember 2020 yang lalu. Untuk itu, ke depan selayaknya kader partai maju dalam Pilkada Jember.

Ketua DPC PKB Jember M Ayub Junaidi menyampaikan, tidak adanya kader partai yang maju, baik pada posisi P1 maupun P2, terjadi karena banyak hal. Faktor besar yang memengaruhinya yakni tidak adanya partai yang mampu mencukupi syarat minimal untuk maju dalam pilkada.

“Kalau ingin ada kader partai maju dalam pilkada, maka syarat perolehan kursi harus mencapai batas syarat minimal. Dengan begitu, ketergantungan kepada partai lain akan lepas,” papar Ayub, yang kemudian mencontohkan majunya kader PKB di Sidoarjo yang diusung partai langsung karena syarat minimal terpenuhi.

Hasil pemilihan legislatif (pileg) April 2019 lalu, tidak ada satu pun partai yang dapat melaju sendiri. Untuk itu, masing-masing partai harus berkoalisi dengan partai lain. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab kader partai tidak ada yang berangkat maju pilkada.

Dalam kepemimpinan mantan Ketua GP Ansor Jember ini, dia mengaku, perlu persiapan matang dan konsolidasi yang serius untuk persiapan Pilkada 2024 nanti. “Pada 2024, seluruh partai akan punya gawe besar karena pileg dan pilpres di tahun itu. Kemudian, pilkada dilaksanakan setelahnya. Maka persiapan pun dilaksanakan sejak hari ini,” ungkap pria yang menjadi kader sejak berdirinya PKB tersebut.

Demi mencapai syarat minimal 10 kursi, PKB yang memiliki modal pemilih nahdliyin ini, menurutnya, akan merekrut banyak kekuatan. Target kemenangan meraih 12 kursi yang dicanangkan PKB Jember pun masuk akal mengingat posisi PKB saat ini memenangkan pemilu dan mendudukkan kadernya M Itqon Syauqi sebagai Ketua DPRD Jember. Apalagi, kini Itqon juga menjadi sekretaris PKB Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/