alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Mantan Kajari Buka Suara Soal Faida

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tabir kedatangan mantan Bupati Jember Faida ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, perlahan-lahan semakin terbuka. Ternyata, kehadiran Faida ke kejaksaan untuk klarifikasi, bukan diperiksa, terkait laporan salah seorang warga atas gelontoran dana Rp 570 juta terhadap Yayasan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS). Duit itu dikucurkan semasa Faida masih menjabat bupati.

Mantan Kepala Kejari Jember Prima Idwan Mariza membuka suara atas kasus tersebut. Di sela-sela acara serah terima jabatan (sertijab) Kajari Jember, dia menegaskan, antara diperiksa dan dimintai klarifikasi merupakan dua hal yang berbeda. “Ya berbeda antara diperiksa dan diklarifikasi,” paparnya.

Kala itu, kata dia, klarifikasi kepada Faida lantaran menindaklanjuti laporan yang masuk dari masyarakat. Sehingga menjadi kewajiban Kejari untuk menindaklanjuti dan mendengarkan klarifikasi dari mantan Bupati Jember itu. Lebih jauh, Prima menuturkan, langkah teknis selanjutnya biar Kajari Jember baru yang menjelaskan. Karena saat ini, klarifikasi dari masing masing pihak sedang dikumpulkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sertijab ini menjadi penanda pergantian pucuk pimpinan di Kejari Jember. Kini, Prima dipindahtugaskan menjadi Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Astun) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan, posisi Kejari Jember diisi oleh Zulfikar Tanjung. Prima

Kajari Jember Zulfikar Tanjung, belum memberi keterangan perihal klarifikasi itu. Di acara sertijab tersebut, dia hanya menyampaikan bahwa kejaksaan tetap membuka konsultasi hukum. Tak hanya untuk pemerintah, tapi warga pada umumnya. Saat ditanya awak media tentang konsultasi hukum untuk pemerintah daerah, dia menjawab akan melihat kebutuhan. “Bisa aktif ataupun pasif. Selama di sini, akan coba seperti apa yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tabir kedatangan mantan Bupati Jember Faida ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, perlahan-lahan semakin terbuka. Ternyata, kehadiran Faida ke kejaksaan untuk klarifikasi, bukan diperiksa, terkait laporan salah seorang warga atas gelontoran dana Rp 570 juta terhadap Yayasan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS). Duit itu dikucurkan semasa Faida masih menjabat bupati.

Mantan Kepala Kejari Jember Prima Idwan Mariza membuka suara atas kasus tersebut. Di sela-sela acara serah terima jabatan (sertijab) Kajari Jember, dia menegaskan, antara diperiksa dan dimintai klarifikasi merupakan dua hal yang berbeda. “Ya berbeda antara diperiksa dan diklarifikasi,” paparnya.

Kala itu, kata dia, klarifikasi kepada Faida lantaran menindaklanjuti laporan yang masuk dari masyarakat. Sehingga menjadi kewajiban Kejari untuk menindaklanjuti dan mendengarkan klarifikasi dari mantan Bupati Jember itu. Lebih jauh, Prima menuturkan, langkah teknis selanjutnya biar Kajari Jember baru yang menjelaskan. Karena saat ini, klarifikasi dari masing masing pihak sedang dikumpulkan.

Sertijab ini menjadi penanda pergantian pucuk pimpinan di Kejari Jember. Kini, Prima dipindahtugaskan menjadi Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Astun) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan, posisi Kejari Jember diisi oleh Zulfikar Tanjung. Prima

Kajari Jember Zulfikar Tanjung, belum memberi keterangan perihal klarifikasi itu. Di acara sertijab tersebut, dia hanya menyampaikan bahwa kejaksaan tetap membuka konsultasi hukum. Tak hanya untuk pemerintah, tapi warga pada umumnya. Saat ditanya awak media tentang konsultasi hukum untuk pemerintah daerah, dia menjawab akan melihat kebutuhan. “Bisa aktif ataupun pasif. Selama di sini, akan coba seperti apa yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tabir kedatangan mantan Bupati Jember Faida ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, perlahan-lahan semakin terbuka. Ternyata, kehadiran Faida ke kejaksaan untuk klarifikasi, bukan diperiksa, terkait laporan salah seorang warga atas gelontoran dana Rp 570 juta terhadap Yayasan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS). Duit itu dikucurkan semasa Faida masih menjabat bupati.

Mantan Kepala Kejari Jember Prima Idwan Mariza membuka suara atas kasus tersebut. Di sela-sela acara serah terima jabatan (sertijab) Kajari Jember, dia menegaskan, antara diperiksa dan dimintai klarifikasi merupakan dua hal yang berbeda. “Ya berbeda antara diperiksa dan diklarifikasi,” paparnya.

Kala itu, kata dia, klarifikasi kepada Faida lantaran menindaklanjuti laporan yang masuk dari masyarakat. Sehingga menjadi kewajiban Kejari untuk menindaklanjuti dan mendengarkan klarifikasi dari mantan Bupati Jember itu. Lebih jauh, Prima menuturkan, langkah teknis selanjutnya biar Kajari Jember baru yang menjelaskan. Karena saat ini, klarifikasi dari masing masing pihak sedang dikumpulkan.

Sertijab ini menjadi penanda pergantian pucuk pimpinan di Kejari Jember. Kini, Prima dipindahtugaskan menjadi Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Astun) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan, posisi Kejari Jember diisi oleh Zulfikar Tanjung. Prima

Kajari Jember Zulfikar Tanjung, belum memberi keterangan perihal klarifikasi itu. Di acara sertijab tersebut, dia hanya menyampaikan bahwa kejaksaan tetap membuka konsultasi hukum. Tak hanya untuk pemerintah, tapi warga pada umumnya. Saat ditanya awak media tentang konsultasi hukum untuk pemerintah daerah, dia menjawab akan melihat kebutuhan. “Bisa aktif ataupun pasif. Selama di sini, akan coba seperti apa yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/