alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Berembuk atau Berebut Kue OPD?

Video Rapat Partai Pengusung Hendy-Firjaun Bocor ke Publik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Video diskusi pengurus partai pengusung bupati dan wakil bupati terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) viral di media sosial. Gara-garanya, obrolan pertemuan itu membahas jatah jabatan di ranah eksekutif. Benarkah Partai Nasdem, Gerindra, PKS, PPP, dan Partai Demokrat saling berebut kue politik pascakemenangan?

Dalam sebuah video yang beredar, terdapat potongan pembahasan tentang kue politik. Politisi paling disorot adalah Anwari, Sekretaris Partai Gerindra. Selain itu, ada Agusta Jaka Purwana, anggota dewan dari Demokrat yang juga membahas kue politik. Potongan video inilah yang menjadi tanda tanya di tengah masyarakat sehingga muncul dugaan perebutan jatah kursi di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Video pertemuan partai Koalisi Membangun Jember ini jika disimak dengan cermat, justru mengarah pada penyelamatan koalisi demi mengawal kelangsungan kepemimpinan Hendy-Firjaun. Namun demikian, jika sepotong-sepotong, kesimpulan yang diambil adalah terjadinya perebutan jatah kursi OPD. Video ini pun bermuara pada kepercayaan partai pengusung kepada bupati dan wabup terpilih untuk mengatur tatanan di tubuh pemerintahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi, Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasinya kepada Anwari. Pria ini menjadi orang terlama memegang mikrofon dalam video itu. Menurut Anwari, obrolan kue politik untuk menyikapi banyaknya klaim pahlawan kesiangan alias menyikapi orang-orang yang merasa paling berjasa atas kemenangan Hendy-Firjaun.

Diskusi terkait itu, kata Anwari, sejatinya untuk meneguhkan partai pengusung yang tergabung dalam Koalisi Membangun Jember. Pembahasan itu menyikapi munculnya klaim-klaim yang merasa paling berjasa. “Tujuannya agar partai pengusung tidak masuk dalam ranah eksekutif. Karena penempatan pejabat di tubuh pemerintahan sepenuhnya hak bupati dan wabup terpilih,” papar Anwari.

Dia berkata, diskusi tersebut bertujuan untuk membendung klaim tersebut. Termasuk untuk meneguhkan koalisi partai pengusung agar tidak pecah di tengah jalan. Dengan begitu, partai pengusung akan tetap melakukan pengawalan hingga kepemimpinan Hendy-Firjaun selesai. “Jadi, ini untuk menyikapi klaim-klaim yang merasa paling berjasa. Karena, setelah Hendy-Firjaun menang, banyak yang mengklaim paling berjasa,” ucapnya.

Diskusi rutin partai pengusung itu pun membahas posisi partai politik agar tetap menjadi kontrol yang baik bagi kepemimpinan Hendy-Firjaun. Dengan kata lain, partai pengusung juga akan mengingatkan Hendy-Firjaun, apabila ada kebijakan yang kurang tepat nantinya. “Jadi, ini agar fungsi anggota dewan tetap pada tiga hal, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Cara mengawalnya juga tetap menggunakan tiga fungsi dewan tersebut,” beber Anwari.

Terpisah, Agusta Jaka Purwana, yang juga terlibat dalam video pembahasan kue politik itu, menyebutkan, video yang beredar telah dipotong dan dipelintir. “Video itu sengaja dipotong dan disebarkan, sehingga image di luar menjadi bagi-bagi jatah kursi OPD. Padahal, kami berdiskusi bagaimana jika ada yang meminta jatah itu,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Video diskusi pengurus partai pengusung bupati dan wakil bupati terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) viral di media sosial. Gara-garanya, obrolan pertemuan itu membahas jatah jabatan di ranah eksekutif. Benarkah Partai Nasdem, Gerindra, PKS, PPP, dan Partai Demokrat saling berebut kue politik pascakemenangan?

Dalam sebuah video yang beredar, terdapat potongan pembahasan tentang kue politik. Politisi paling disorot adalah Anwari, Sekretaris Partai Gerindra. Selain itu, ada Agusta Jaka Purwana, anggota dewan dari Demokrat yang juga membahas kue politik. Potongan video inilah yang menjadi tanda tanya di tengah masyarakat sehingga muncul dugaan perebutan jatah kursi di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Video pertemuan partai Koalisi Membangun Jember ini jika disimak dengan cermat, justru mengarah pada penyelamatan koalisi demi mengawal kelangsungan kepemimpinan Hendy-Firjaun. Namun demikian, jika sepotong-sepotong, kesimpulan yang diambil adalah terjadinya perebutan jatah kursi OPD. Video ini pun bermuara pada kepercayaan partai pengusung kepada bupati dan wabup terpilih untuk mengatur tatanan di tubuh pemerintahan.

Guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi, Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasinya kepada Anwari. Pria ini menjadi orang terlama memegang mikrofon dalam video itu. Menurut Anwari, obrolan kue politik untuk menyikapi banyaknya klaim pahlawan kesiangan alias menyikapi orang-orang yang merasa paling berjasa atas kemenangan Hendy-Firjaun.

Diskusi terkait itu, kata Anwari, sejatinya untuk meneguhkan partai pengusung yang tergabung dalam Koalisi Membangun Jember. Pembahasan itu menyikapi munculnya klaim-klaim yang merasa paling berjasa. “Tujuannya agar partai pengusung tidak masuk dalam ranah eksekutif. Karena penempatan pejabat di tubuh pemerintahan sepenuhnya hak bupati dan wabup terpilih,” papar Anwari.

Dia berkata, diskusi tersebut bertujuan untuk membendung klaim tersebut. Termasuk untuk meneguhkan koalisi partai pengusung agar tidak pecah di tengah jalan. Dengan begitu, partai pengusung akan tetap melakukan pengawalan hingga kepemimpinan Hendy-Firjaun selesai. “Jadi, ini untuk menyikapi klaim-klaim yang merasa paling berjasa. Karena, setelah Hendy-Firjaun menang, banyak yang mengklaim paling berjasa,” ucapnya.

Diskusi rutin partai pengusung itu pun membahas posisi partai politik agar tetap menjadi kontrol yang baik bagi kepemimpinan Hendy-Firjaun. Dengan kata lain, partai pengusung juga akan mengingatkan Hendy-Firjaun, apabila ada kebijakan yang kurang tepat nantinya. “Jadi, ini agar fungsi anggota dewan tetap pada tiga hal, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Cara mengawalnya juga tetap menggunakan tiga fungsi dewan tersebut,” beber Anwari.

Terpisah, Agusta Jaka Purwana, yang juga terlibat dalam video pembahasan kue politik itu, menyebutkan, video yang beredar telah dipotong dan dipelintir. “Video itu sengaja dipotong dan disebarkan, sehingga image di luar menjadi bagi-bagi jatah kursi OPD. Padahal, kami berdiskusi bagaimana jika ada yang meminta jatah itu,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Video diskusi pengurus partai pengusung bupati dan wakil bupati terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) viral di media sosial. Gara-garanya, obrolan pertemuan itu membahas jatah jabatan di ranah eksekutif. Benarkah Partai Nasdem, Gerindra, PKS, PPP, dan Partai Demokrat saling berebut kue politik pascakemenangan?

Dalam sebuah video yang beredar, terdapat potongan pembahasan tentang kue politik. Politisi paling disorot adalah Anwari, Sekretaris Partai Gerindra. Selain itu, ada Agusta Jaka Purwana, anggota dewan dari Demokrat yang juga membahas kue politik. Potongan video inilah yang menjadi tanda tanya di tengah masyarakat sehingga muncul dugaan perebutan jatah kursi di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Video pertemuan partai Koalisi Membangun Jember ini jika disimak dengan cermat, justru mengarah pada penyelamatan koalisi demi mengawal kelangsungan kepemimpinan Hendy-Firjaun. Namun demikian, jika sepotong-sepotong, kesimpulan yang diambil adalah terjadinya perebutan jatah kursi OPD. Video ini pun bermuara pada kepercayaan partai pengusung kepada bupati dan wabup terpilih untuk mengatur tatanan di tubuh pemerintahan.

Guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi, Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasinya kepada Anwari. Pria ini menjadi orang terlama memegang mikrofon dalam video itu. Menurut Anwari, obrolan kue politik untuk menyikapi banyaknya klaim pahlawan kesiangan alias menyikapi orang-orang yang merasa paling berjasa atas kemenangan Hendy-Firjaun.

Diskusi terkait itu, kata Anwari, sejatinya untuk meneguhkan partai pengusung yang tergabung dalam Koalisi Membangun Jember. Pembahasan itu menyikapi munculnya klaim-klaim yang merasa paling berjasa. “Tujuannya agar partai pengusung tidak masuk dalam ranah eksekutif. Karena penempatan pejabat di tubuh pemerintahan sepenuhnya hak bupati dan wabup terpilih,” papar Anwari.

Dia berkata, diskusi tersebut bertujuan untuk membendung klaim tersebut. Termasuk untuk meneguhkan koalisi partai pengusung agar tidak pecah di tengah jalan. Dengan begitu, partai pengusung akan tetap melakukan pengawalan hingga kepemimpinan Hendy-Firjaun selesai. “Jadi, ini untuk menyikapi klaim-klaim yang merasa paling berjasa. Karena, setelah Hendy-Firjaun menang, banyak yang mengklaim paling berjasa,” ucapnya.

Diskusi rutin partai pengusung itu pun membahas posisi partai politik agar tetap menjadi kontrol yang baik bagi kepemimpinan Hendy-Firjaun. Dengan kata lain, partai pengusung juga akan mengingatkan Hendy-Firjaun, apabila ada kebijakan yang kurang tepat nantinya. “Jadi, ini agar fungsi anggota dewan tetap pada tiga hal, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Cara mengawalnya juga tetap menggunakan tiga fungsi dewan tersebut,” beber Anwari.

Terpisah, Agusta Jaka Purwana, yang juga terlibat dalam video pembahasan kue politik itu, menyebutkan, video yang beredar telah dipotong dan dipelintir. “Video itu sengaja dipotong dan disebarkan, sehingga image di luar menjadi bagi-bagi jatah kursi OPD. Padahal, kami berdiskusi bagaimana jika ada yang meminta jatah itu,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/