alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Ketua PCNU Bondowoso Tegaskan Tak Boleh Terlibat Politik Praktis

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Diberitakan sebelumnya bahwa Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso dipanggil oleh Pengurus Besar (PB) NU. Akibat pernyataannya dalam acara salah satu partai di Bondowoso. Akhirnya, Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam memenuhi panggilan tersebut di Jakarta, kemarin (2/2).

Pria yang akrab dengan panggilan Kiai Qodir ini bertemu langsung dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, didampingi sejumlah pengurusnya. Termasuk Amin Said Husni, Ketua PBNU asal Bondowoso. Kehadirannya sebagai tindak lanjut pemanggilan yang dilayangkan oleh PBNU. Dalam rangka tabayun terkait viralnya pernyataan Ketua PCNU Bondowoso, yang menyebut bahwa NU selama ini memperalat PKB.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait kehadirannya ke PBNU, Kiai Qodir mengatakan, pertemuan tersebut memang hanya dalam rangka tabayun. Terkait video pernyataannya yang ramai di beberapa media sosial. Dia juga menuturkan, tidak ada rekomendasi khusus. Hanya dipertanyakan pernyataannya dalam acara apa. “Hanya ditanya acara apa? Ya, di acara PKB. Itu saja,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, pertemuan tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, memang tidak ada pembahasan yang khusus. Namun demikian, pihaknya menjelaskan, pertemuan tersebut menekankan agar tak membawa lembaga NU ke ranah partai. “Yang penting jangan bawa lembaga NU ke ranah partai,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua PBNU Amin Said Husni membenarkan pertemuan tersebut. Mantan bupati Bondowoso itu menerangkan, kehadiran Kiai Qodir untuk menyampaikan klarifikasi terkait video pidatonya yang tersebar di berbagai media sosial. “Iya, tadi pagi (Rabu kemarin, Red) pukul 10.30 Ketua PCNU Bondowoso Kiai Qadir menghadap Ketua Umum Gus Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta,” tuturnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Diberitakan sebelumnya bahwa Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso dipanggil oleh Pengurus Besar (PB) NU. Akibat pernyataannya dalam acara salah satu partai di Bondowoso. Akhirnya, Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam memenuhi panggilan tersebut di Jakarta, kemarin (2/2).

Pria yang akrab dengan panggilan Kiai Qodir ini bertemu langsung dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, didampingi sejumlah pengurusnya. Termasuk Amin Said Husni, Ketua PBNU asal Bondowoso. Kehadirannya sebagai tindak lanjut pemanggilan yang dilayangkan oleh PBNU. Dalam rangka tabayun terkait viralnya pernyataan Ketua PCNU Bondowoso, yang menyebut bahwa NU selama ini memperalat PKB.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait kehadirannya ke PBNU, Kiai Qodir mengatakan, pertemuan tersebut memang hanya dalam rangka tabayun. Terkait video pernyataannya yang ramai di beberapa media sosial. Dia juga menuturkan, tidak ada rekomendasi khusus. Hanya dipertanyakan pernyataannya dalam acara apa. “Hanya ditanya acara apa? Ya, di acara PKB. Itu saja,” ujarnya.

Menurut dia, pertemuan tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, memang tidak ada pembahasan yang khusus. Namun demikian, pihaknya menjelaskan, pertemuan tersebut menekankan agar tak membawa lembaga NU ke ranah partai. “Yang penting jangan bawa lembaga NU ke ranah partai,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua PBNU Amin Said Husni membenarkan pertemuan tersebut. Mantan bupati Bondowoso itu menerangkan, kehadiran Kiai Qodir untuk menyampaikan klarifikasi terkait video pidatonya yang tersebar di berbagai media sosial. “Iya, tadi pagi (Rabu kemarin, Red) pukul 10.30 Ketua PCNU Bondowoso Kiai Qadir menghadap Ketua Umum Gus Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta,” tuturnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Diberitakan sebelumnya bahwa Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso dipanggil oleh Pengurus Besar (PB) NU. Akibat pernyataannya dalam acara salah satu partai di Bondowoso. Akhirnya, Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam memenuhi panggilan tersebut di Jakarta, kemarin (2/2).

Pria yang akrab dengan panggilan Kiai Qodir ini bertemu langsung dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, didampingi sejumlah pengurusnya. Termasuk Amin Said Husni, Ketua PBNU asal Bondowoso. Kehadirannya sebagai tindak lanjut pemanggilan yang dilayangkan oleh PBNU. Dalam rangka tabayun terkait viralnya pernyataan Ketua PCNU Bondowoso, yang menyebut bahwa NU selama ini memperalat PKB.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait kehadirannya ke PBNU, Kiai Qodir mengatakan, pertemuan tersebut memang hanya dalam rangka tabayun. Terkait video pernyataannya yang ramai di beberapa media sosial. Dia juga menuturkan, tidak ada rekomendasi khusus. Hanya dipertanyakan pernyataannya dalam acara apa. “Hanya ditanya acara apa? Ya, di acara PKB. Itu saja,” ujarnya.

Menurut dia, pertemuan tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, memang tidak ada pembahasan yang khusus. Namun demikian, pihaknya menjelaskan, pertemuan tersebut menekankan agar tak membawa lembaga NU ke ranah partai. “Yang penting jangan bawa lembaga NU ke ranah partai,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua PBNU Amin Said Husni membenarkan pertemuan tersebut. Mantan bupati Bondowoso itu menerangkan, kehadiran Kiai Qodir untuk menyampaikan klarifikasi terkait video pidatonya yang tersebar di berbagai media sosial. “Iya, tadi pagi (Rabu kemarin, Red) pukul 10.30 Ketua PCNU Bondowoso Kiai Qadir menghadap Ketua Umum Gus Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/