alexametrics
26 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

KPU Jember Blusukan Buat Apa ?

Partisipasi Politik Warga Pesisir Rendah

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOMULYO, RADARJEMBER.ID – Pemilihan umum (pemilu) serentak masih cukup lama. Yaitu direncanakan tahun 2024 nanti. Meski demikian, KPU Jember terus melakukan blusukan ke sejumlah desa untuk memberikan pendidikan politik. Lembaga penyelenggara pemilu ini menyasar sejumlah desa dengan tingkat partisipasi rendah pada pemilu sebelumnya. Salah satunya warga yang tinggal di pesisir, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger.

“Beberapa desa di Puger menjadi sasaran pendidikan politik oleh KPU Jember karena tingkat partisipasi pemilihnya masih rendah,” kata Andi Wasis, anggota KPU Jember. Pentingnya menyalurkan hak pilih disampaikan kepada sejumlah warga agar kesadaran mereka tumbuh. Apalagi, di Kecamatan Puger pada setiap pemilu, jumlah warga yang memilih selalu kurang dari 50 persen. “Ke depan, partisipasi pemilih di Puger harus meningkat,” imbuhnya.

Andi menjelaskan, pelaksanaan pemilu serentak, pilpres, pileg, dan pilkada memang masih jauh. Akan tetapi, menumbuhkan kesadaran warga menjadi hal yang harus terus dilakukan. “Sebagai penyelenggara, KPU terus menjalankan sosialisasi, meskipun jadwal pemilu masih lama,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warga yang telah mendapatkan pencerahan politik diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama kepada warga lain yang sebelumnya golput atau tidak menggunakan hak pilih. Sebab, dengan semakin banyaknya suara yang sah, maka hasil pemilu akan lebih berkualitas. “Legitimasi kepercayaan masyarakat kepada pemimpin akan kuat. Ini berdampak positif bagi jalannya roda pemerintahan,” paparnya.

- Advertisement -

MOJOMULYO, RADARJEMBER.ID – Pemilihan umum (pemilu) serentak masih cukup lama. Yaitu direncanakan tahun 2024 nanti. Meski demikian, KPU Jember terus melakukan blusukan ke sejumlah desa untuk memberikan pendidikan politik. Lembaga penyelenggara pemilu ini menyasar sejumlah desa dengan tingkat partisipasi rendah pada pemilu sebelumnya. Salah satunya warga yang tinggal di pesisir, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger.

“Beberapa desa di Puger menjadi sasaran pendidikan politik oleh KPU Jember karena tingkat partisipasi pemilihnya masih rendah,” kata Andi Wasis, anggota KPU Jember. Pentingnya menyalurkan hak pilih disampaikan kepada sejumlah warga agar kesadaran mereka tumbuh. Apalagi, di Kecamatan Puger pada setiap pemilu, jumlah warga yang memilih selalu kurang dari 50 persen. “Ke depan, partisipasi pemilih di Puger harus meningkat,” imbuhnya.

Andi menjelaskan, pelaksanaan pemilu serentak, pilpres, pileg, dan pilkada memang masih jauh. Akan tetapi, menumbuhkan kesadaran warga menjadi hal yang harus terus dilakukan. “Sebagai penyelenggara, KPU terus menjalankan sosialisasi, meskipun jadwal pemilu masih lama,” jelasnya.

Warga yang telah mendapatkan pencerahan politik diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama kepada warga lain yang sebelumnya golput atau tidak menggunakan hak pilih. Sebab, dengan semakin banyaknya suara yang sah, maka hasil pemilu akan lebih berkualitas. “Legitimasi kepercayaan masyarakat kepada pemimpin akan kuat. Ini berdampak positif bagi jalannya roda pemerintahan,” paparnya.

MOJOMULYO, RADARJEMBER.ID – Pemilihan umum (pemilu) serentak masih cukup lama. Yaitu direncanakan tahun 2024 nanti. Meski demikian, KPU Jember terus melakukan blusukan ke sejumlah desa untuk memberikan pendidikan politik. Lembaga penyelenggara pemilu ini menyasar sejumlah desa dengan tingkat partisipasi rendah pada pemilu sebelumnya. Salah satunya warga yang tinggal di pesisir, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger.

“Beberapa desa di Puger menjadi sasaran pendidikan politik oleh KPU Jember karena tingkat partisipasi pemilihnya masih rendah,” kata Andi Wasis, anggota KPU Jember. Pentingnya menyalurkan hak pilih disampaikan kepada sejumlah warga agar kesadaran mereka tumbuh. Apalagi, di Kecamatan Puger pada setiap pemilu, jumlah warga yang memilih selalu kurang dari 50 persen. “Ke depan, partisipasi pemilih di Puger harus meningkat,” imbuhnya.

Andi menjelaskan, pelaksanaan pemilu serentak, pilpres, pileg, dan pilkada memang masih jauh. Akan tetapi, menumbuhkan kesadaran warga menjadi hal yang harus terus dilakukan. “Sebagai penyelenggara, KPU terus menjalankan sosialisasi, meskipun jadwal pemilu masih lama,” jelasnya.

Warga yang telah mendapatkan pencerahan politik diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama kepada warga lain yang sebelumnya golput atau tidak menggunakan hak pilih. Sebab, dengan semakin banyaknya suara yang sah, maka hasil pemilu akan lebih berkualitas. “Legitimasi kepercayaan masyarakat kepada pemimpin akan kuat. Ini berdampak positif bagi jalannya roda pemerintahan,” paparnya.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca