alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pedagang Manggisan Jadi Korban

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan di Jember tahun ini sepertinya tidak akan menyentuh pasar tradisional. Pun demikian dengan Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul yang mangkrak lantaran ulah koruptor. Akibatnya, pedagang harus tetap bertahan di pasar penampungan. Mereka menjadi korban.

“Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembangunan pasar. Termasuk Manggisan,” kata Widodo Julianto, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, seusai rapat dengan sejumlah anggota dewan di Komisi B, kemarin (1/4).

Widodo menyebut, tidak dianggarkannya pembangunan atau rehabilitasi Pasar Manggisan karena proses hukumnya masih terus berjalan. “Kami menunggu itu. Kalau semuanya selesai, pasti pembangunan akan dilanjutkan,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akibat tiadanya rencana pembangunan tersebut, maka pedagang belum bisa masuk ke Pasar Manggisan. Para pedagang harus tetap bertahan di pasar penampungan hingga waktu yang belum ditentukan. Jika nanti kasusnya selesai dan pasar bisa dibuka, maka paling cepat bisa dianggarkan perbaikan pada saat semester kedua tahun anggaran 2021. “Kalau belum, bisa tahun depan,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo mengatakan, bagaimanapun pembangunan Pasar Manggisan harus dituntaskan. “Harus ada program kapan Pasar Manggisan dibangun lagi dan kapan ditempati. Paling tidak, memberi kepastian kepada pedagang yang sekarang menjadi korban,” ucapnya.

Sementara itu, Alfian yang juga anggota Komisi B meminta agar Disperindag tetap membangun komunikasi dengan dewan secara baik. “Jangan seperti era sebelumnya, komunikasi buntu,” tukasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan di Jember tahun ini sepertinya tidak akan menyentuh pasar tradisional. Pun demikian dengan Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul yang mangkrak lantaran ulah koruptor. Akibatnya, pedagang harus tetap bertahan di pasar penampungan. Mereka menjadi korban.

“Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembangunan pasar. Termasuk Manggisan,” kata Widodo Julianto, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, seusai rapat dengan sejumlah anggota dewan di Komisi B, kemarin (1/4).

Widodo menyebut, tidak dianggarkannya pembangunan atau rehabilitasi Pasar Manggisan karena proses hukumnya masih terus berjalan. “Kami menunggu itu. Kalau semuanya selesai, pasti pembangunan akan dilanjutkan,” imbuhnya.

Mobile_AP_Half Page

Akibat tiadanya rencana pembangunan tersebut, maka pedagang belum bisa masuk ke Pasar Manggisan. Para pedagang harus tetap bertahan di pasar penampungan hingga waktu yang belum ditentukan. Jika nanti kasusnya selesai dan pasar bisa dibuka, maka paling cepat bisa dianggarkan perbaikan pada saat semester kedua tahun anggaran 2021. “Kalau belum, bisa tahun depan,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo mengatakan, bagaimanapun pembangunan Pasar Manggisan harus dituntaskan. “Harus ada program kapan Pasar Manggisan dibangun lagi dan kapan ditempati. Paling tidak, memberi kepastian kepada pedagang yang sekarang menjadi korban,” ucapnya.

Sementara itu, Alfian yang juga anggota Komisi B meminta agar Disperindag tetap membangun komunikasi dengan dewan secara baik. “Jangan seperti era sebelumnya, komunikasi buntu,” tukasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan di Jember tahun ini sepertinya tidak akan menyentuh pasar tradisional. Pun demikian dengan Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul yang mangkrak lantaran ulah koruptor. Akibatnya, pedagang harus tetap bertahan di pasar penampungan. Mereka menjadi korban.

“Tahun ini tidak ada anggaran untuk pembangunan pasar. Termasuk Manggisan,” kata Widodo Julianto, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, seusai rapat dengan sejumlah anggota dewan di Komisi B, kemarin (1/4).

Widodo menyebut, tidak dianggarkannya pembangunan atau rehabilitasi Pasar Manggisan karena proses hukumnya masih terus berjalan. “Kami menunggu itu. Kalau semuanya selesai, pasti pembangunan akan dilanjutkan,” imbuhnya.

Akibat tiadanya rencana pembangunan tersebut, maka pedagang belum bisa masuk ke Pasar Manggisan. Para pedagang harus tetap bertahan di pasar penampungan hingga waktu yang belum ditentukan. Jika nanti kasusnya selesai dan pasar bisa dibuka, maka paling cepat bisa dianggarkan perbaikan pada saat semester kedua tahun anggaran 2021. “Kalau belum, bisa tahun depan,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo mengatakan, bagaimanapun pembangunan Pasar Manggisan harus dituntaskan. “Harus ada program kapan Pasar Manggisan dibangun lagi dan kapan ditempati. Paling tidak, memberi kepastian kepada pedagang yang sekarang menjadi korban,” ucapnya.

Sementara itu, Alfian yang juga anggota Komisi B meminta agar Disperindag tetap membangun komunikasi dengan dewan secara baik. “Jangan seperti era sebelumnya, komunikasi buntu,” tukasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran