alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Jelang Idul Adha Harga Sapi di Jember Jatuh, Kambing justru Melejit

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Serangan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) menghancurkan harga sapi di pasaran. Jika sebelumnya seekor lembu dewasa berukuran besar dihargai Rp 30 juta, kini tinggal separuhnya saja. Hanya berkisar antara Rp 15 juta – Rp 20 juta.

Meski harga sapi jatuh, namun untuk harga kambing tidak terpengaruh. Bahkan menjelang perayan Idul Adha, harganya naik 20 persen lebih. Jika biasanya di kisaran Rp 3 juta per ekor, kini tembus Rp 3,5 juta per ekor. “Saat ini harganya naik,” ujar Dewandaru, peternak asal Dusun Kecik, Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jember, Kamis (30/6).

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Virus PMK, Sapi Perah di Jember Mulai Divaksin

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi ini menguntungkan bagi peternak kambing seperti dirinya. Terlebih, jika kambing yang dimiliki sehat, serta perawatan dan kebersihannya bagus. Sebab harga jualnya bisa lebih tinggi. Kata Dewandaru, untuk kambing dengan bobot 30-40 Kg, sekarang bisa tembus Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per ekor. “Itu tergantung jenis dan kondisi perawatan kambing. Harus bersih dan bagus juga,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Serangan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) menghancurkan harga sapi di pasaran. Jika sebelumnya seekor lembu dewasa berukuran besar dihargai Rp 30 juta, kini tinggal separuhnya saja. Hanya berkisar antara Rp 15 juta – Rp 20 juta.

Meski harga sapi jatuh, namun untuk harga kambing tidak terpengaruh. Bahkan menjelang perayan Idul Adha, harganya naik 20 persen lebih. Jika biasanya di kisaran Rp 3 juta per ekor, kini tembus Rp 3,5 juta per ekor. “Saat ini harganya naik,” ujar Dewandaru, peternak asal Dusun Kecik, Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jember, Kamis (30/6).

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Virus PMK, Sapi Perah di Jember Mulai Divaksin

Kondisi ini menguntungkan bagi peternak kambing seperti dirinya. Terlebih, jika kambing yang dimiliki sehat, serta perawatan dan kebersihannya bagus. Sebab harga jualnya bisa lebih tinggi. Kata Dewandaru, untuk kambing dengan bobot 30-40 Kg, sekarang bisa tembus Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per ekor. “Itu tergantung jenis dan kondisi perawatan kambing. Harus bersih dan bagus juga,” pungkasnya. (*)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Serangan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) menghancurkan harga sapi di pasaran. Jika sebelumnya seekor lembu dewasa berukuran besar dihargai Rp 30 juta, kini tinggal separuhnya saja. Hanya berkisar antara Rp 15 juta – Rp 20 juta.

Meski harga sapi jatuh, namun untuk harga kambing tidak terpengaruh. Bahkan menjelang perayan Idul Adha, harganya naik 20 persen lebih. Jika biasanya di kisaran Rp 3 juta per ekor, kini tembus Rp 3,5 juta per ekor. “Saat ini harganya naik,” ujar Dewandaru, peternak asal Dusun Kecik, Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jember, Kamis (30/6).

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Virus PMK, Sapi Perah di Jember Mulai Divaksin

Kondisi ini menguntungkan bagi peternak kambing seperti dirinya. Terlebih, jika kambing yang dimiliki sehat, serta perawatan dan kebersihannya bagus. Sebab harga jualnya bisa lebih tinggi. Kata Dewandaru, untuk kambing dengan bobot 30-40 Kg, sekarang bisa tembus Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per ekor. “Itu tergantung jenis dan kondisi perawatan kambing. Harus bersih dan bagus juga,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/