alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Panen Raya, Bupati Janjikan Produksi Pupuk Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara bising yang dihasilkan alat mesin pertanian (alsintan) itu menghiasi panen raya di salah satu petak lahan pertanian yang berada di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, kemarin (29/3) siang. Namun, jokinya berbeda dengan biasanya. Bukan pria bercapil dengan kaus pupuk pertanian berlengan panjang, melainkan Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

“Baru kali ini saya mencoba omben (traktor, Red). Dan rasanya sangat melelahkan. Bahkan gatal semua badan saya,” papar Hendy sembari menggaruk lengan kanannya. Dia menegaskan bahwa berprofesi sebagai seorang petani bukanlah hal mudah. Padahal, kegiatan tersebut baru panen. Belum lagi proses yang dilakukan mulai tanam. Panas terik matahari serta guyuran air hujan menjadi makanan sehari-hari.

Meski begitu, Kabupaten Jember dinilai memiliki potensi yang besar di bidang pertanian. Menurut dia, ada sekitar 70 persen warga yang berprofesi sebagai petani. Jika setiap panen para petani berhasil, tentu saja tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Semua kebutuhan bisa didukung penuh oleh pendapatan di bidang pertanian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sayangnya, kenyataannya tak seperti itu. Para petani sangat kewalahan dalam proses tanam hingga panen. Salah satunya minimnya ketersediaan pupuk dan harga yang kerap anjlok saat musim panen. “Jadi, jika petani merugi saat panen, itu sangat disayangkan,” tegasnya. Apalagi harus dipusingkan dengan ketersediaan pupuk.

Oleh karena itu, dengan bersinergi bersama beberapa pihak seperti Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia, dan para akademisi di bidang pertanian, pihaknya bakal membuat pupuk secara mandiri. “Petani punya sawah, masa nggak punya pupuk,” paparnya.

Selain itu, dia juga berharap Kabupaten Jember bisa terus berinovasi terkait dengan berbagai jenis tanaman. Dia mencontohkan adanya Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember. “Mereka bisa memproses suatu tanaman dari hulu hingga hilir. Mulai dari menanam hingga menyajikan minuman cokelat untuk dikonsumsi,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara bising yang dihasilkan alat mesin pertanian (alsintan) itu menghiasi panen raya di salah satu petak lahan pertanian yang berada di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, kemarin (29/3) siang. Namun, jokinya berbeda dengan biasanya. Bukan pria bercapil dengan kaus pupuk pertanian berlengan panjang, melainkan Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

“Baru kali ini saya mencoba omben (traktor, Red). Dan rasanya sangat melelahkan. Bahkan gatal semua badan saya,” papar Hendy sembari menggaruk lengan kanannya. Dia menegaskan bahwa berprofesi sebagai seorang petani bukanlah hal mudah. Padahal, kegiatan tersebut baru panen. Belum lagi proses yang dilakukan mulai tanam. Panas terik matahari serta guyuran air hujan menjadi makanan sehari-hari.

Meski begitu, Kabupaten Jember dinilai memiliki potensi yang besar di bidang pertanian. Menurut dia, ada sekitar 70 persen warga yang berprofesi sebagai petani. Jika setiap panen para petani berhasil, tentu saja tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Semua kebutuhan bisa didukung penuh oleh pendapatan di bidang pertanian.

Sayangnya, kenyataannya tak seperti itu. Para petani sangat kewalahan dalam proses tanam hingga panen. Salah satunya minimnya ketersediaan pupuk dan harga yang kerap anjlok saat musim panen. “Jadi, jika petani merugi saat panen, itu sangat disayangkan,” tegasnya. Apalagi harus dipusingkan dengan ketersediaan pupuk.

Oleh karena itu, dengan bersinergi bersama beberapa pihak seperti Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia, dan para akademisi di bidang pertanian, pihaknya bakal membuat pupuk secara mandiri. “Petani punya sawah, masa nggak punya pupuk,” paparnya.

Selain itu, dia juga berharap Kabupaten Jember bisa terus berinovasi terkait dengan berbagai jenis tanaman. Dia mencontohkan adanya Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember. “Mereka bisa memproses suatu tanaman dari hulu hingga hilir. Mulai dari menanam hingga menyajikan minuman cokelat untuk dikonsumsi,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara bising yang dihasilkan alat mesin pertanian (alsintan) itu menghiasi panen raya di salah satu petak lahan pertanian yang berada di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, kemarin (29/3) siang. Namun, jokinya berbeda dengan biasanya. Bukan pria bercapil dengan kaus pupuk pertanian berlengan panjang, melainkan Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

“Baru kali ini saya mencoba omben (traktor, Red). Dan rasanya sangat melelahkan. Bahkan gatal semua badan saya,” papar Hendy sembari menggaruk lengan kanannya. Dia menegaskan bahwa berprofesi sebagai seorang petani bukanlah hal mudah. Padahal, kegiatan tersebut baru panen. Belum lagi proses yang dilakukan mulai tanam. Panas terik matahari serta guyuran air hujan menjadi makanan sehari-hari.

Meski begitu, Kabupaten Jember dinilai memiliki potensi yang besar di bidang pertanian. Menurut dia, ada sekitar 70 persen warga yang berprofesi sebagai petani. Jika setiap panen para petani berhasil, tentu saja tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Semua kebutuhan bisa didukung penuh oleh pendapatan di bidang pertanian.

Sayangnya, kenyataannya tak seperti itu. Para petani sangat kewalahan dalam proses tanam hingga panen. Salah satunya minimnya ketersediaan pupuk dan harga yang kerap anjlok saat musim panen. “Jadi, jika petani merugi saat panen, itu sangat disayangkan,” tegasnya. Apalagi harus dipusingkan dengan ketersediaan pupuk.

Oleh karena itu, dengan bersinergi bersama beberapa pihak seperti Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia, dan para akademisi di bidang pertanian, pihaknya bakal membuat pupuk secara mandiri. “Petani punya sawah, masa nggak punya pupuk,” paparnya.

Selain itu, dia juga berharap Kabupaten Jember bisa terus berinovasi terkait dengan berbagai jenis tanaman. Dia mencontohkan adanya Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember. “Mereka bisa memproses suatu tanaman dari hulu hingga hilir. Mulai dari menanam hingga menyajikan minuman cokelat untuk dikonsumsi,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/