29.4 C
Jember
Wednesday, 22 March 2023

Gagas Regenerasi Petani Milenial

IKA PMII Jember Bikin Pelatihan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minat generasi muda menjadi petani dari tahun ke tahun dinilai cenderung menurun. Ada banyak hal yang melatarbelakanginya. Dari keseringan dilanda paceklik, untung kurang menjanjikan, sampai dirasa tidak keren karena harus berjibaku dengan kotoran dan lumpur di sawah. Padahal sejatinya, sektor pertanian masih menjadi pekerjaan yang menjanjikan jika dikelola secara modern dan profesional.

Tim Transformasi Bisnis Pupuk Kaltim Jawa Timur Yusva Sulistiyo menilai, sebenarnya sektor pertanian masih potensial dan menjanjikan. Hanya, selama ini pengelolaannya masih konvensional. “Padahal potensi teknologi dan jejaring sangat bisa diterapkan,” katanya.

Ia mencontohkan, petani bisa mulai membangun kemitraan dan melakukan inovasi pertanian. “Sehingga petani bisa mendapat akses, permodalan, jaminan harga, dan lainnya,” imbuh Yusva, saat kunjungannya ke Sekretariat Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember, baru-baru ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Bupati Jember Salurkan 30 Ton Beras untuk Wilayah Zona Merah

Ketua IKA PMII Jember Ahmad Hadinuddin menuturkan, dari sekian permasalahan petani itu, justru ada yang lebih krusial. Yakni minimnya regenerasi petani. “Padahal pemuda juga bisa menjadi petani milenial. Banyak juga contohnya yang telah sukses” jelasnya.

Oleh karenanya, kedatangan perwakilan pemasok pupuk tingkat Jawa Timur itu diharapkan bisa memberi pandangan terhadap puluhan petani muda anggota IKA PMII Jember yang hadir pada pelatihan agro solution tersebut. Sebab, dari tangan petani muda inilah, kata dia, masa depan pertanian di Jember bisa semakin menjanjikan. “Upaya ini juga sekaligus mengenalkan yang muda-muda bahwa mereka sebenarnya juga bisa berperan banyak dalam pertanian,” tambahnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minat generasi muda menjadi petani dari tahun ke tahun dinilai cenderung menurun. Ada banyak hal yang melatarbelakanginya. Dari keseringan dilanda paceklik, untung kurang menjanjikan, sampai dirasa tidak keren karena harus berjibaku dengan kotoran dan lumpur di sawah. Padahal sejatinya, sektor pertanian masih menjadi pekerjaan yang menjanjikan jika dikelola secara modern dan profesional.

Tim Transformasi Bisnis Pupuk Kaltim Jawa Timur Yusva Sulistiyo menilai, sebenarnya sektor pertanian masih potensial dan menjanjikan. Hanya, selama ini pengelolaannya masih konvensional. “Padahal potensi teknologi dan jejaring sangat bisa diterapkan,” katanya.

Ia mencontohkan, petani bisa mulai membangun kemitraan dan melakukan inovasi pertanian. “Sehingga petani bisa mendapat akses, permodalan, jaminan harga, dan lainnya,” imbuh Yusva, saat kunjungannya ke Sekretariat Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember, baru-baru ini.

BACA JUGA : Bupati Jember Salurkan 30 Ton Beras untuk Wilayah Zona Merah

Ketua IKA PMII Jember Ahmad Hadinuddin menuturkan, dari sekian permasalahan petani itu, justru ada yang lebih krusial. Yakni minimnya regenerasi petani. “Padahal pemuda juga bisa menjadi petani milenial. Banyak juga contohnya yang telah sukses” jelasnya.

Oleh karenanya, kedatangan perwakilan pemasok pupuk tingkat Jawa Timur itu diharapkan bisa memberi pandangan terhadap puluhan petani muda anggota IKA PMII Jember yang hadir pada pelatihan agro solution tersebut. Sebab, dari tangan petani muda inilah, kata dia, masa depan pertanian di Jember bisa semakin menjanjikan. “Upaya ini juga sekaligus mengenalkan yang muda-muda bahwa mereka sebenarnya juga bisa berperan banyak dalam pertanian,” tambahnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Minat generasi muda menjadi petani dari tahun ke tahun dinilai cenderung menurun. Ada banyak hal yang melatarbelakanginya. Dari keseringan dilanda paceklik, untung kurang menjanjikan, sampai dirasa tidak keren karena harus berjibaku dengan kotoran dan lumpur di sawah. Padahal sejatinya, sektor pertanian masih menjadi pekerjaan yang menjanjikan jika dikelola secara modern dan profesional.

Tim Transformasi Bisnis Pupuk Kaltim Jawa Timur Yusva Sulistiyo menilai, sebenarnya sektor pertanian masih potensial dan menjanjikan. Hanya, selama ini pengelolaannya masih konvensional. “Padahal potensi teknologi dan jejaring sangat bisa diterapkan,” katanya.

Ia mencontohkan, petani bisa mulai membangun kemitraan dan melakukan inovasi pertanian. “Sehingga petani bisa mendapat akses, permodalan, jaminan harga, dan lainnya,” imbuh Yusva, saat kunjungannya ke Sekretariat Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember, baru-baru ini.

BACA JUGA : Bupati Jember Salurkan 30 Ton Beras untuk Wilayah Zona Merah

Ketua IKA PMII Jember Ahmad Hadinuddin menuturkan, dari sekian permasalahan petani itu, justru ada yang lebih krusial. Yakni minimnya regenerasi petani. “Padahal pemuda juga bisa menjadi petani milenial. Banyak juga contohnya yang telah sukses” jelasnya.

Oleh karenanya, kedatangan perwakilan pemasok pupuk tingkat Jawa Timur itu diharapkan bisa memberi pandangan terhadap puluhan petani muda anggota IKA PMII Jember yang hadir pada pelatihan agro solution tersebut. Sebab, dari tangan petani muda inilah, kata dia, masa depan pertanian di Jember bisa semakin menjanjikan. “Upaya ini juga sekaligus mengenalkan yang muda-muda bahwa mereka sebenarnya juga bisa berperan banyak dalam pertanian,” tambahnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca