alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Terdampak Angin Kencang, 45 Hektare Tembakau Gagal Panen

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani tembakau di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, terpaksa gigit jari. Sebab, akibat terjangan angin kencang, beberapa waktu lalu, lebih dari 45 hektare lahan tembakau bawah naungan rusak berat. Tak hanya itu, waring serta penyangga bambunya pun roboh.

Akibatnya, semua tanaman tembakau tak dapat diselamatkan. Namun, sejumlah petani beranggapan, jika dilakukan saat ini, tidaklah menguntungkan. Lantaran cuaca ekstrem masih terjadi.

Imbas lainnya, hal ini dapat memengaruhi kalender tanam tembakau. Sebab, saat ini banyak petani yang lebih memilih untuk tidak menanam tembakau karena faktor cuaca. Karenanya, ke depan besar kemungkinan masa panen raya akan mengalami kemunduran.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Sehat Bugar dengan Kapha Yoga

Dampak lainnya adalah beberapa pekerja atau buruh tani yang biasanya bekerja menyiram tembakau terpaksa kehilangan pekerjaannya. Sebab, pada umumnya, sebagian para pekerja adalah masyarakat setempat.

Pardi, salah satu warga setempat, menuturkan bahwa lahan tersebut disewa dari orang pertama. Akan ditanami tembakau jika musim tanam tembakau tiba. Lumrahnya, masa tanam tembakau akan berakhir pada Oktober mendatang. “Jika masanya sudah habis, maka lahan akan kembali ditanami padi,” ungkap Pardi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani tembakau di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, terpaksa gigit jari. Sebab, akibat terjangan angin kencang, beberapa waktu lalu, lebih dari 45 hektare lahan tembakau bawah naungan rusak berat. Tak hanya itu, waring serta penyangga bambunya pun roboh.

Akibatnya, semua tanaman tembakau tak dapat diselamatkan. Namun, sejumlah petani beranggapan, jika dilakukan saat ini, tidaklah menguntungkan. Lantaran cuaca ekstrem masih terjadi.

Imbas lainnya, hal ini dapat memengaruhi kalender tanam tembakau. Sebab, saat ini banyak petani yang lebih memilih untuk tidak menanam tembakau karena faktor cuaca. Karenanya, ke depan besar kemungkinan masa panen raya akan mengalami kemunduran.

BACA JUGA : Sehat Bugar dengan Kapha Yoga

Dampak lainnya adalah beberapa pekerja atau buruh tani yang biasanya bekerja menyiram tembakau terpaksa kehilangan pekerjaannya. Sebab, pada umumnya, sebagian para pekerja adalah masyarakat setempat.

Pardi, salah satu warga setempat, menuturkan bahwa lahan tersebut disewa dari orang pertama. Akan ditanami tembakau jika musim tanam tembakau tiba. Lumrahnya, masa tanam tembakau akan berakhir pada Oktober mendatang. “Jika masanya sudah habis, maka lahan akan kembali ditanami padi,” ungkap Pardi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Petani tembakau di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, terpaksa gigit jari. Sebab, akibat terjangan angin kencang, beberapa waktu lalu, lebih dari 45 hektare lahan tembakau bawah naungan rusak berat. Tak hanya itu, waring serta penyangga bambunya pun roboh.

Akibatnya, semua tanaman tembakau tak dapat diselamatkan. Namun, sejumlah petani beranggapan, jika dilakukan saat ini, tidaklah menguntungkan. Lantaran cuaca ekstrem masih terjadi.

Imbas lainnya, hal ini dapat memengaruhi kalender tanam tembakau. Sebab, saat ini banyak petani yang lebih memilih untuk tidak menanam tembakau karena faktor cuaca. Karenanya, ke depan besar kemungkinan masa panen raya akan mengalami kemunduran.

BACA JUGA : Sehat Bugar dengan Kapha Yoga

Dampak lainnya adalah beberapa pekerja atau buruh tani yang biasanya bekerja menyiram tembakau terpaksa kehilangan pekerjaannya. Sebab, pada umumnya, sebagian para pekerja adalah masyarakat setempat.

Pardi, salah satu warga setempat, menuturkan bahwa lahan tersebut disewa dari orang pertama. Akan ditanami tembakau jika musim tanam tembakau tiba. Lumrahnya, masa tanam tembakau akan berakhir pada Oktober mendatang. “Jika masanya sudah habis, maka lahan akan kembali ditanami padi,” ungkap Pardi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/