alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Butuh Proses Sadarkan Petani Gunakan Organik

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia menambahkan, penggunaan pupuk organik memang membutuhkan proses. Pada penanaman pertama, bisa jadi tanaman kurang maksimal. Tetapi untuk seterusnya, hasil tanaman tak akan berbeda dengan pupuk nonorganik. “Kalau petani hortikultura, banyak yang sudah terbiasa pakai pupuk organik. Namun, petani pangan mayoritas masih pakai pupuk nonorganik,” ucap politisi PAN itu.

Selain membutuhkan proses, lanjut Nyoman, penggunaan pupuk organik juga butuh lebih banyak. Dia mencontohkan, jika menanam padi dalam satu hektare dibutuhkan satu ton pupuk organik, kalau nonorganik hanya dua sampai tiga kuintal saja. “Nah, ini yang juga membuat petani masih belum maksimal menggunakan pupuk organik,” cetusnya.

Ke depan, dia menyatakan, perlu ada pembuatan pupuk organik dalam bentuk cair dan skala besar. Dengan demikian, petani memiliki pilihan pupuk organik dengan jenis yang lebih variatif. “Hal yang tidak kalah penting, sosialisasi dan pendampingan harus terus dilakukan. Ini untuk menumbuhkan kesadaran petani bahwa penggunaan pupuk organik akan memperbaiki dan menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Dia menambahkan, penggunaan pupuk organik memang membutuhkan proses. Pada penanaman pertama, bisa jadi tanaman kurang maksimal. Tetapi untuk seterusnya, hasil tanaman tak akan berbeda dengan pupuk nonorganik. “Kalau petani hortikultura, banyak yang sudah terbiasa pakai pupuk organik. Namun, petani pangan mayoritas masih pakai pupuk nonorganik,” ucap politisi PAN itu.

Selain membutuhkan proses, lanjut Nyoman, penggunaan pupuk organik juga butuh lebih banyak. Dia mencontohkan, jika menanam padi dalam satu hektare dibutuhkan satu ton pupuk organik, kalau nonorganik hanya dua sampai tiga kuintal saja. “Nah, ini yang juga membuat petani masih belum maksimal menggunakan pupuk organik,” cetusnya.

Ke depan, dia menyatakan, perlu ada pembuatan pupuk organik dalam bentuk cair dan skala besar. Dengan demikian, petani memiliki pilihan pupuk organik dengan jenis yang lebih variatif. “Hal yang tidak kalah penting, sosialisasi dan pendampingan harus terus dilakukan. Ini untuk menumbuhkan kesadaran petani bahwa penggunaan pupuk organik akan memperbaiki dan menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

Dia menambahkan, penggunaan pupuk organik memang membutuhkan proses. Pada penanaman pertama, bisa jadi tanaman kurang maksimal. Tetapi untuk seterusnya, hasil tanaman tak akan berbeda dengan pupuk nonorganik. “Kalau petani hortikultura, banyak yang sudah terbiasa pakai pupuk organik. Namun, petani pangan mayoritas masih pakai pupuk nonorganik,” ucap politisi PAN itu.

Selain membutuhkan proses, lanjut Nyoman, penggunaan pupuk organik juga butuh lebih banyak. Dia mencontohkan, jika menanam padi dalam satu hektare dibutuhkan satu ton pupuk organik, kalau nonorganik hanya dua sampai tiga kuintal saja. “Nah, ini yang juga membuat petani masih belum maksimal menggunakan pupuk organik,” cetusnya.

Ke depan, dia menyatakan, perlu ada pembuatan pupuk organik dalam bentuk cair dan skala besar. Dengan demikian, petani memiliki pilihan pupuk organik dengan jenis yang lebih variatif. “Hal yang tidak kalah penting, sosialisasi dan pendampingan harus terus dilakukan. Ini untuk menumbuhkan kesadaran petani bahwa penggunaan pupuk organik akan memperbaiki dan menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/