alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Butuh Proses Sadarkan Petani Gunakan Organik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pertanian di Kabupaten Jember sejauh ini masih menjadi bagian dari lumbung pangan di Jawa Timur. Namun demikian, proses penanamannya kebanyakan masih mengandalkan pupuk nonorganik. Ke depan, petani di Jember diharapkan bisa mengandalkan pupuk organik. Sebab, hasilnya dinilai lebih sehat dan memiliki nilai tambah secara ekonomi. Ini tidak bisa instan. Butuh proses yang panjang.

Penggunaan pupuk organik salah satunya dilakukan Mujianto. Petani yang tinggal di Desa/Kecamatan Ajung ini mengaku, dirinya sudah cukup lama menggunakan pupuk organik. “Ini tabur pupuk. Tanam padinya kira-kira seminggu lagi,” kata Mujianto, baru-baru ini.

Penggunaan pupuk organik, menurutnya, berbeda dengan pupuk nonorganik. Ada proses cukup lama sebelum tanam padi dilakukan. “Beda dengan nonorganik. Tanam sekarang, bisa dipupuk langsung. Kalau organik, harus pupuknya dulu,” ulasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai petani, cara itu memang kurang cepat. Namun, menurutnya, pupuk organik bisa menyuburkan tanah. “Hasilnya cukup baik, karena saya sudah beberapa kali ini menerapkannya,” jelasnya.

Mujianto menyebut, keberadaan pupuk memang kerap langka. Akan tetapi, jika pupuk organik diolah maksimal, tentunya para petani akan terbantu juga. “Kalau beli pupuk nonorganik dan nonsubsidi sangat mahal. Harapannya pupuk jangan langka,” urainya.

Anggota DPRD Jember Nyoman Aribowo, yang cukup berpengalaman dalam dunia pupuk organik, membenarkan bahwa pertanian di Jember belum maksimal menggunakan pupuk organik. Menurutnya, mayoritas petani masih bergantung pada pupuk kimia. “Ini masalah kesadaran masyarakat. Bahwa pupuk organik itu bisa memperbaiki kualitas tanah. Berbeda dengan pupuk nonorganik,” kata Nyoman.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pertanian di Kabupaten Jember sejauh ini masih menjadi bagian dari lumbung pangan di Jawa Timur. Namun demikian, proses penanamannya kebanyakan masih mengandalkan pupuk nonorganik. Ke depan, petani di Jember diharapkan bisa mengandalkan pupuk organik. Sebab, hasilnya dinilai lebih sehat dan memiliki nilai tambah secara ekonomi. Ini tidak bisa instan. Butuh proses yang panjang.

Penggunaan pupuk organik salah satunya dilakukan Mujianto. Petani yang tinggal di Desa/Kecamatan Ajung ini mengaku, dirinya sudah cukup lama menggunakan pupuk organik. “Ini tabur pupuk. Tanam padinya kira-kira seminggu lagi,” kata Mujianto, baru-baru ini.

Penggunaan pupuk organik, menurutnya, berbeda dengan pupuk nonorganik. Ada proses cukup lama sebelum tanam padi dilakukan. “Beda dengan nonorganik. Tanam sekarang, bisa dipupuk langsung. Kalau organik, harus pupuknya dulu,” ulasnya.

Sebagai petani, cara itu memang kurang cepat. Namun, menurutnya, pupuk organik bisa menyuburkan tanah. “Hasilnya cukup baik, karena saya sudah beberapa kali ini menerapkannya,” jelasnya.

Mujianto menyebut, keberadaan pupuk memang kerap langka. Akan tetapi, jika pupuk organik diolah maksimal, tentunya para petani akan terbantu juga. “Kalau beli pupuk nonorganik dan nonsubsidi sangat mahal. Harapannya pupuk jangan langka,” urainya.

Anggota DPRD Jember Nyoman Aribowo, yang cukup berpengalaman dalam dunia pupuk organik, membenarkan bahwa pertanian di Jember belum maksimal menggunakan pupuk organik. Menurutnya, mayoritas petani masih bergantung pada pupuk kimia. “Ini masalah kesadaran masyarakat. Bahwa pupuk organik itu bisa memperbaiki kualitas tanah. Berbeda dengan pupuk nonorganik,” kata Nyoman.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pertanian di Kabupaten Jember sejauh ini masih menjadi bagian dari lumbung pangan di Jawa Timur. Namun demikian, proses penanamannya kebanyakan masih mengandalkan pupuk nonorganik. Ke depan, petani di Jember diharapkan bisa mengandalkan pupuk organik. Sebab, hasilnya dinilai lebih sehat dan memiliki nilai tambah secara ekonomi. Ini tidak bisa instan. Butuh proses yang panjang.

Penggunaan pupuk organik salah satunya dilakukan Mujianto. Petani yang tinggal di Desa/Kecamatan Ajung ini mengaku, dirinya sudah cukup lama menggunakan pupuk organik. “Ini tabur pupuk. Tanam padinya kira-kira seminggu lagi,” kata Mujianto, baru-baru ini.

Penggunaan pupuk organik, menurutnya, berbeda dengan pupuk nonorganik. Ada proses cukup lama sebelum tanam padi dilakukan. “Beda dengan nonorganik. Tanam sekarang, bisa dipupuk langsung. Kalau organik, harus pupuknya dulu,” ulasnya.

Sebagai petani, cara itu memang kurang cepat. Namun, menurutnya, pupuk organik bisa menyuburkan tanah. “Hasilnya cukup baik, karena saya sudah beberapa kali ini menerapkannya,” jelasnya.

Mujianto menyebut, keberadaan pupuk memang kerap langka. Akan tetapi, jika pupuk organik diolah maksimal, tentunya para petani akan terbantu juga. “Kalau beli pupuk nonorganik dan nonsubsidi sangat mahal. Harapannya pupuk jangan langka,” urainya.

Anggota DPRD Jember Nyoman Aribowo, yang cukup berpengalaman dalam dunia pupuk organik, membenarkan bahwa pertanian di Jember belum maksimal menggunakan pupuk organik. Menurutnya, mayoritas petani masih bergantung pada pupuk kimia. “Ini masalah kesadaran masyarakat. Bahwa pupuk organik itu bisa memperbaiki kualitas tanah. Berbeda dengan pupuk nonorganik,” kata Nyoman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/