alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pabrik Pupuk Gagal Dibangun!

- Imbas Kesalahan Nomor Rekening SIPD

- Dewan Ingatkan Tidak Ujuk-Ujuk PAPBD

Mobile_AP_Rectangle 1

MANGLI, Radar Jember – Rencana pendirian atau pembangunan dua pabrik pupuk organik di Jember sepertinya bakal sulit terealisasi tahun ini. Rencana yang di gadang-gadang mampu mengurai ketergan­tu­ngan petani terhadap pupuk bersubsidi itu disinyalir terhambat karena kerja yang kurang profesional. Yakni kesalahan input penomoran kode rekening pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

BACA JUGA : Saiful Rijal Diarak Keliling, Berjanji Akan Membina Bibit Atlet Baru

Kabar itu dibenarkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember Imam Sudarmadji. Menurut dia, rencana tersebut terkendala karena terdapat kekeliruan saat input kode rekening. “Anggaran pabrik pupuk senilai Rp 4 miliar yang berada dalam APBD 2022 ternyata ma­suk ke dalam jenis pos belanja jasa konsultasi seharusnya masuk belanja modal,” kata Imam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seharusnya, kata Imam, ren­ca­na pembangunan pabrik pu­puk tersebut menggunakan pos belanja modal, bukan pos belanja jasa konsultasi. Imam meyakinkan, kesalahan tersebut murni tanpa kesengajaan dan bakal segera dilakukan perbaik­an. “Sedang kami perbaiki kesalahan tersebut, supaya benar kode rekeningnya,” sebutnya.

DTPHP Jember yang didapuk membidangi proyek yang bakal menyedot Rp 4 miliar dari pos anggaran APBD Jember 2022 ini, direncanakan tereksekusi awal tahun. Satu pabrik di wila­ya­h Kecamatan Wuluhan dan satu lagi di wilayah Kecamatan Silo. Masing-masing pabrik dianggarkan Rp 2 miliar, genap dengan alat mesin pertanian (alsintan) dan berbagai alat operasional pendukung lainnya.

Rencana pendirian pabrik pupuk itu disebut-sebut bisa menjadi alternatif untuk mengu­ra­i ketergantungan petani akan pupuk subsidi. Selain itu, diper­ca­ya sebagai langkah tepat upaya mengembalikan kondisi unsur hara tanah. Rata-rata kondisi unsur hara tanah di Jember ber­ada di bawah 2 persen, dari yang seharusnya 5 persen kondisi normal.

- Advertisement -

MANGLI, Radar Jember – Rencana pendirian atau pembangunan dua pabrik pupuk organik di Jember sepertinya bakal sulit terealisasi tahun ini. Rencana yang di gadang-gadang mampu mengurai ketergan­tu­ngan petani terhadap pupuk bersubsidi itu disinyalir terhambat karena kerja yang kurang profesional. Yakni kesalahan input penomoran kode rekening pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

BACA JUGA : Saiful Rijal Diarak Keliling, Berjanji Akan Membina Bibit Atlet Baru

Kabar itu dibenarkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember Imam Sudarmadji. Menurut dia, rencana tersebut terkendala karena terdapat kekeliruan saat input kode rekening. “Anggaran pabrik pupuk senilai Rp 4 miliar yang berada dalam APBD 2022 ternyata ma­suk ke dalam jenis pos belanja jasa konsultasi seharusnya masuk belanja modal,” kata Imam.

Seharusnya, kata Imam, ren­ca­na pembangunan pabrik pu­puk tersebut menggunakan pos belanja modal, bukan pos belanja jasa konsultasi. Imam meyakinkan, kesalahan tersebut murni tanpa kesengajaan dan bakal segera dilakukan perbaik­an. “Sedang kami perbaiki kesalahan tersebut, supaya benar kode rekeningnya,” sebutnya.

DTPHP Jember yang didapuk membidangi proyek yang bakal menyedot Rp 4 miliar dari pos anggaran APBD Jember 2022 ini, direncanakan tereksekusi awal tahun. Satu pabrik di wila­ya­h Kecamatan Wuluhan dan satu lagi di wilayah Kecamatan Silo. Masing-masing pabrik dianggarkan Rp 2 miliar, genap dengan alat mesin pertanian (alsintan) dan berbagai alat operasional pendukung lainnya.

Rencana pendirian pabrik pupuk itu disebut-sebut bisa menjadi alternatif untuk mengu­ra­i ketergantungan petani akan pupuk subsidi. Selain itu, diper­ca­ya sebagai langkah tepat upaya mengembalikan kondisi unsur hara tanah. Rata-rata kondisi unsur hara tanah di Jember ber­ada di bawah 2 persen, dari yang seharusnya 5 persen kondisi normal.

MANGLI, Radar Jember – Rencana pendirian atau pembangunan dua pabrik pupuk organik di Jember sepertinya bakal sulit terealisasi tahun ini. Rencana yang di gadang-gadang mampu mengurai ketergan­tu­ngan petani terhadap pupuk bersubsidi itu disinyalir terhambat karena kerja yang kurang profesional. Yakni kesalahan input penomoran kode rekening pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

BACA JUGA : Saiful Rijal Diarak Keliling, Berjanji Akan Membina Bibit Atlet Baru

Kabar itu dibenarkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember Imam Sudarmadji. Menurut dia, rencana tersebut terkendala karena terdapat kekeliruan saat input kode rekening. “Anggaran pabrik pupuk senilai Rp 4 miliar yang berada dalam APBD 2022 ternyata ma­suk ke dalam jenis pos belanja jasa konsultasi seharusnya masuk belanja modal,” kata Imam.

Seharusnya, kata Imam, ren­ca­na pembangunan pabrik pu­puk tersebut menggunakan pos belanja modal, bukan pos belanja jasa konsultasi. Imam meyakinkan, kesalahan tersebut murni tanpa kesengajaan dan bakal segera dilakukan perbaik­an. “Sedang kami perbaiki kesalahan tersebut, supaya benar kode rekeningnya,” sebutnya.

DTPHP Jember yang didapuk membidangi proyek yang bakal menyedot Rp 4 miliar dari pos anggaran APBD Jember 2022 ini, direncanakan tereksekusi awal tahun. Satu pabrik di wila­ya­h Kecamatan Wuluhan dan satu lagi di wilayah Kecamatan Silo. Masing-masing pabrik dianggarkan Rp 2 miliar, genap dengan alat mesin pertanian (alsintan) dan berbagai alat operasional pendukung lainnya.

Rencana pendirian pabrik pupuk itu disebut-sebut bisa menjadi alternatif untuk mengu­ra­i ketergantungan petani akan pupuk subsidi. Selain itu, diper­ca­ya sebagai langkah tepat upaya mengembalikan kondisi unsur hara tanah. Rata-rata kondisi unsur hara tanah di Jember ber­ada di bawah 2 persen, dari yang seharusnya 5 persen kondisi normal.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/