30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Tergenang Air, Tanaman Terancam Rusak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak banjir yang terjadi Sabtu (22/2) lalu rupanya masih dirasakan sebagian warga. Air luapan yang masih menggenangi tanaman mengancam tanaman milik sejumlah warga. Sebab, rata-rata tanaman yang tergenangi banjir tersebut tanaman yang masih berumur muda hingga tanaman jagung yang siap panen.

Salah satunya tampak di Dusun Pondokrampal, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro. Lahan yang berada di sekitar daerah aliran Sungai Kali Tanggul ini dimanfaatkan warga untuk menanam sejumlah komoditas seperti kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan ketela rambat. Sementara, saat banjir datang, terdapat tanaman kacang tanah yang baru berumur kurang lebih 10 hari.

Akibat banjir tersebut, tanaman kacang tanah tertutup lumpur, sehingga hanya terlihat bagian ujungnya saja. “Mudah-mudahan daunnya tidak membusuk dan masih bisa diharapkan,” ujar Samsul, 28, warga setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya tanaman kacang yang terancam rusak. Beberapa petak tanaman jagung yang hampir matang juga terpaksa dipanen lebih awal. “Karena saat banjir seluruh tanaman jagung roboh, sehingga buahnya terendam di lumpur,” lanjut Samsul.

Tak hanya lahan milik Samsul yang terdampak, tanaman ketela rambat milik Safii, 40, ikut tertutupi lumpur. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak tanaman yang ada di kanan kiri Sungai Kali Tanggul yang terendam. Sementara itu, tanah di bibir sungai juga banyak yang ambrol setelah diterjang banjir.

Tingginya debit air Sungai Kali Tanggul membuat warga mulai bergerak cepat untuk mengantisipasi banjir datang kembali. Warga yang tinggal di barat sungai sudah siap dengan memasang pohon pisang di atas tangkis. “Ini jaga-jaga takut air semakin besar, sehingga tidak sampai masuk ke rumah warga,” ujar Syafii.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak banjir yang terjadi Sabtu (22/2) lalu rupanya masih dirasakan sebagian warga. Air luapan yang masih menggenangi tanaman mengancam tanaman milik sejumlah warga. Sebab, rata-rata tanaman yang tergenangi banjir tersebut tanaman yang masih berumur muda hingga tanaman jagung yang siap panen.

Salah satunya tampak di Dusun Pondokrampal, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro. Lahan yang berada di sekitar daerah aliran Sungai Kali Tanggul ini dimanfaatkan warga untuk menanam sejumlah komoditas seperti kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan ketela rambat. Sementara, saat banjir datang, terdapat tanaman kacang tanah yang baru berumur kurang lebih 10 hari.

Akibat banjir tersebut, tanaman kacang tanah tertutup lumpur, sehingga hanya terlihat bagian ujungnya saja. “Mudah-mudahan daunnya tidak membusuk dan masih bisa diharapkan,” ujar Samsul, 28, warga setempat.

Tak hanya tanaman kacang yang terancam rusak. Beberapa petak tanaman jagung yang hampir matang juga terpaksa dipanen lebih awal. “Karena saat banjir seluruh tanaman jagung roboh, sehingga buahnya terendam di lumpur,” lanjut Samsul.

Tak hanya lahan milik Samsul yang terdampak, tanaman ketela rambat milik Safii, 40, ikut tertutupi lumpur. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak tanaman yang ada di kanan kiri Sungai Kali Tanggul yang terendam. Sementara itu, tanah di bibir sungai juga banyak yang ambrol setelah diterjang banjir.

Tingginya debit air Sungai Kali Tanggul membuat warga mulai bergerak cepat untuk mengantisipasi banjir datang kembali. Warga yang tinggal di barat sungai sudah siap dengan memasang pohon pisang di atas tangkis. “Ini jaga-jaga takut air semakin besar, sehingga tidak sampai masuk ke rumah warga,” ujar Syafii.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak banjir yang terjadi Sabtu (22/2) lalu rupanya masih dirasakan sebagian warga. Air luapan yang masih menggenangi tanaman mengancam tanaman milik sejumlah warga. Sebab, rata-rata tanaman yang tergenangi banjir tersebut tanaman yang masih berumur muda hingga tanaman jagung yang siap panen.

Salah satunya tampak di Dusun Pondokrampal, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro. Lahan yang berada di sekitar daerah aliran Sungai Kali Tanggul ini dimanfaatkan warga untuk menanam sejumlah komoditas seperti kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan ketela rambat. Sementara, saat banjir datang, terdapat tanaman kacang tanah yang baru berumur kurang lebih 10 hari.

Akibat banjir tersebut, tanaman kacang tanah tertutup lumpur, sehingga hanya terlihat bagian ujungnya saja. “Mudah-mudahan daunnya tidak membusuk dan masih bisa diharapkan,” ujar Samsul, 28, warga setempat.

Tak hanya tanaman kacang yang terancam rusak. Beberapa petak tanaman jagung yang hampir matang juga terpaksa dipanen lebih awal. “Karena saat banjir seluruh tanaman jagung roboh, sehingga buahnya terendam di lumpur,” lanjut Samsul.

Tak hanya lahan milik Samsul yang terdampak, tanaman ketela rambat milik Safii, 40, ikut tertutupi lumpur. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak tanaman yang ada di kanan kiri Sungai Kali Tanggul yang terendam. Sementara itu, tanah di bibir sungai juga banyak yang ambrol setelah diterjang banjir.

Tingginya debit air Sungai Kali Tanggul membuat warga mulai bergerak cepat untuk mengantisipasi banjir datang kembali. Warga yang tinggal di barat sungai sudah siap dengan memasang pohon pisang di atas tangkis. “Ini jaga-jaga takut air semakin besar, sehingga tidak sampai masuk ke rumah warga,” ujar Syafii.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/